BALIKPAPAN
Listrik Balikpapan Padam Bergilir, PLN Ungkap Gangguan Pembangkit dan Minta Maaf
Pemadaman listrik bergilir kembali mengganggu aktivitas warga Balikpapan. Pada Selasa (27/10/2026) malam, sebanyak 26 kawasan di Balikpapan Utara dan Balikpapan Selatan masuk jadwal pemadaman, dengan waktu pelaksanaan hingga tengah malam.
Gangguan pada sejumlah pembangkit disebut menjadi penyebab pasokan listrik terganggu. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat harus menyesuaikan aktivitas rumah tangga dan usaha, sementara kepastian pemulihan pasokan menjadi perhatian warga.
PLN Sebut Gangguan Pembangkit Picu Pemadaman
Berdasarkan pengumuman PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Balikpapan Utara dan Balikpapan Selatan, pemadaman dilakukan dalam dua rentang waktu.
Di wilayah Balikpapan Utara, pemadaman dijadwalkan pukul 18.00–22.00 WITA. Sementara di wilayah Balikpapan Selatan, jadwalnya pukul 22.00–24.00 WITA.
PLN menyebut gangguan pada sejumlah pembangkit berdampak pada pasokan listrik di sebagian wilayah layanan. Dalam keterangan resminya, manajemen PLN ULP Balikpapan Utara menyatakan:
“PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak kepada pelanggan.”
PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Perusahaan mengingatkan bahwa jadwal dan durasi pemadaman dapat berubah atau dibatalkan mengikuti perkembangan kondisi kelistrikan.
Pelaku Usaha Ikut Terdampak
Pemadaman berulang sebelumnya juga berdampak pada pelaku usaha kecil di Balikpapan. Dalam pemberitaan detikKalimantan pada 24 Oktober 2026, Amalia Sabrina, penjual makanan beku, mengaku mengalami kerusakan freezer akibat kondisi aliran listrik yang tidak stabil.
“Aliran listrik jadi tidak stabil karena pemadaman, bikin freezer rusak. Ini biaya servisnya aja sampe Rp 1 juta,” kata Amalia.
Dampak lain dirasakan Somad, pemilik kios ikan hias. Ia mengatakan pemadaman membuat aerator berhenti bekerja sehingga empat ikan koki miliknya mati. Ia memperkirakan kerugiannya mencapai Rp500 ribu.
“Sekali padam itu bisa sekitar empat jam. Padahal pasokan listrik untuk menghidupkan aerator harus menyala terus 24 jam,” ujarnya.
Keluhan tersebut menunjukkan pemadaman bukan hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian bagi usaha yang bergantung pada pasokan listrik tanpa henti.
PLN mengimbau pelanggan menghemat penggunaan listrik, terutama pada jam beban puncak pukul 18.00–21.00 WITA, serta mematikan perangkat yang tidak digunakan. Untuk mengetahui perkembangan pemulihan pasokan setelah jadwal pemadaman Selasa malam, pelanggan perlu memeriksa pengumuman resmi PLN atau menghubungi layanan PLN 123. (Lan)
-
GAYA HIDUP4 hari agoEkonomi Lagi Sulit? Ini 9 Cara Healing Murah Meriah Tanpa Bikin Dompet Menjerit
-
POLITIK4 hari agoWagub Seno Aji Minta Maaf ke Prabowo Usai Absen Rakornas, Pilih Tangani Karhutla Kaltim
-
SAMARINDA2 hari agoPolresta Samarinda Amankan 37 Orang Dugaan Pencurian Kabel Bermodus Penggalian Jalan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoAntrean BBM di Kaltim Belum Tuntas, Rudy Mas’ud Minta Pertamina Jaga Pasokan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKarhutla Kaltim Mulai Menurun, Apakah Ancaman Asap dan Kekeringan Sudah Berakhir?
-
SAMARINDA3 hari agoLebih dari 60 Titik Galian Ditemukan di Samarinda, Dugaan Pencurian Kabel Bikin Wali Kota Turun Tangan
-
BALIKPAPAN4 hari agoPadel Makin Dilirik di Balikpapan, Berapa Biaya Main dan Bagaimana Cara Memulainya?
-
KUKAR4 hari agoKota Bangun Perkuat Potensi Pangan dan Perikanan, Produk Ikan Asin Kukar Disebut Tembus Ekspor

