BALIKPAPAN
Tewaskan Lima Orang, Kecelakaan Maut KM 24 Balikpapan Berawal dari Negosiasi di Bahu Jalan
Lima orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan lalu lintas maut yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta KM 24, Balikpapan, Selasa (20/9/2022) sekira pukul 23.00 Wita.
Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Komisaris Besar Sonny Irawan mengungkapkan, peristiwa nahas ini melibatkan satu unit truk self loader dengan dua unit mobil penumpang, Toyota Etios dan Daihatsu Gran Max.
Selain lima orang meninggal dunia, lima orang lainnya mengalami luka ringan sementara satu orang lagi luka berat.
“Total korban seluruhnya berjumlah sebelas orang yang terdiri dari tujuh orang merupakan penumpang dari mobil Etios. Sedangkan empat orang lainnya adalah penumpang dari mobil bak terbuka (Gran Max),” urai Dir Lants Polda Kaltim Kombes Pol Sonny Irawan.
“Sopir truk saat ini sudah diamankan di Polresta Balikpapan,” sambungnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi, diketahui kronologi kecelakaan Balikpapan itu terjadi. Rupa-rupanya insiden memilukan itu bermula dari mobil Daihatsu Gran Max KT 8534 AJ bersenggolan dengan mobil Toyota Etios KT 1039 CM.
Keduanya menepi di bahu jalan untuk melakukan negosiasi. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, negosiasi penumpang kedua mobil tersebut ternyata justru berujung maut. Kedua kendaraan tersebut justru ringsek diseruduk truk.
“Iya, jadi dua mobil yang terlibat kecelakaan ini, yaitu mobil Gand Max putih dan mobil Toyota Etios hitam itu sempat bersenggolan atau serempetan. Sehingga kedua mobil itu terpaksa harus menepi di bahu jalan untuk menyelesaikan perselisihan akibat bersenggolan tadi itu,” beber Sonny.
Truk roda sepuluh yang membawa muatan alat berat menyeruduk dua mobil yang berhenti di bahu jalan lantaran dari arah berlawanan terdapat truk lain yang melaju. Pengemudi truk roda sepuluh membanting stir ke kiri dan menabrak Gran Max dan Etios.
Pengemudi truk, beber Sonny, mengaku sudah berusaha menginjak rem. Namun karena kondisi jarak truk sudah terlalu dekat, kecelakaan tak bisa dihindari.
“Jadi, dari hasil keterangan sementara, pengemudi truk itu sempat menginjak rem. Namun karena jarak truk roda sepuluh dengan kendaraan lainnya terlalu dekat, yakni hanya sekira 15 hingga 20 meter, sehingga kecelakaan pun tak terhindari,” terang Sonny.
Karena itu pihaknya meminta kepada semua pengemudi kendaraan, baik roda empat atau lebih supaya saat menepi tidak memarkirkan kendaraan yang memakan badan jalan. Supaya bisa memberikan ruang yang cukup bagi kendaraan lainnya untuk tetap melintas guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan serupa. (redaksi)
-
PARIWARA3 hari agoYamaha Anniversary 70 Tahun, Livery Ikonik Edisi Spesial Resmi Mengaspal !
-
PARIWARA2 hari agoGas Awal Tahun Nyaman Setahun Penuh, Trik Jitu Yamaha Kaltim Bawa Pulang Nmax Neo atau Aerox Alpha
-
PARIWARA3 hari agoMAX Special Livery & TMAX TECHMAX2026 Tampil MAXimal, Dapatkan Segera MAX Special Livery & TMAX TECHMAX Melalui Order Online
-
PARIWARA1 hari agoJadi Kado Spesial di Awal Tahun, Yamaha Resmi Jual Skutik Premium TMAX di Indonesia
-
SEPUTAR KALTIM24 jam agoDrama ‘Prank’ Beasiswa S2 Eksekutif Berakhir, Pemprov Kaltim dan ITK Sepakat Lanjutkan Program Gratispol
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoEks Bandara Temindung “Hidup Lagi”, Dispar Kaltim Janjikan Agenda Kreatif Tiap Bulan
-
SAMARINDA2 hari agoAkses Pedalaman Kaltim Terbuka Lagi, Bandara APT Pranoto Operasikan 6 Rute Perintis
-
KUKAR23 jam agoRefleksi Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga, Seno Aji: Musuh Kita Bukan Lagi Penjajah, Tapi Disrupsi Teknologi

