SEPUTAR KALTIM
Pak Pejabat, Kapan Poros Samarinda-Bontang Enggak Macet Lagi?
Bukan Jakarta bukan pula pusat Kota Samarinda. Tapi poros Samarinda-Bontang. Macetnya bukan main. Pak pejabat, kapan ini berakhir?
Sabtu kemarin kemacetan di kawasan Tanah Merah kembali viral. Macet panjang masih jadi topik utamanya.
Jalur Tanah Merah hingga Tanah Datar memang sempat rusak parah. Dan kini sedang dalam masa perbaikan. Imbas proyek menahun itu, harus diterapkan sistem buka tutup. Agar kendaraan dari Samarinda dan sebaliknya bisa bergantian menggunakan satu sisi jalan.
Pengerjaan proyek juga dilakukan saat jam-jam sibuk dari pagi hingga sore hari, membuat kemacetan tak terhindarkan.
Tambah membuat antrean tidak karuan. Adalah ketidaksabaran pengemudi. Yang asal terobos. Tidak mau gantian.
Belum, itu bukan salah dua sumber masalahnya. Masih ada lagi. Yakni antrean BBM di SPBU Tanah Merah. Truk yang menanti ‘jatah’ solar memakan sebagian badan jalan. Tambah ruwet bukan?
Dalam pantauan media ini, ada beberapa titik pengerjaan perbaikan jalan. Yakni di sekitaran SPBU Tanah Merah, perbatasan Samarinda-Kukar, sampai kawasan Tahu Sumedang-Tanah Datar.
“Inikan skema buka tutup jalan, tapi pengendara lain banyak juga langsung nerobos walaupun bukan giliran dia yang jalan,” ungkap seorang pengendara saat diwawancarai pada, Sabtu, (05/11/2022).
“Di depan SPBU Tanah Merah juga itu banyak truk-truk antre solar, otomatis jalanan jadi sempit,” sambungnya.
Warganet pun turut meramaikan drama kemacetan ini, beragam tanggapan diberikan. Solusi hingga keluhan pun dilontarkan guna menanggapi kemacetan tersebut.
“Bukan main tadi macetnya, perjalanan Balikpapan ke Bontang ditempuh selama 7 jam,” tutur @andihasaxxx.
“Buka tutupnya kelamaan, akibatnya banyak kendaraan menumpuk,” ujar @ardisxxxx
“Banyak mobil yang nyerobot, jadi mentok gak ada celah. Itu yang bikin macet juga, sabar dikit lah buat pengendara,” timpal akun @aanxxxx.
Kalau sudah begini, masyarakat tentu tidak ingin salah-salahan. Tapi solusi cepat dari pemerintah. Selain imbauan ‘harap sabar, sedang dalam pengerjaan’.
Karena imbas kemacetan berulang ini sangat terasa. Tak hanya memakan waktu lebih panjang. Biaya operasional juga membengkak.
Dari urusan kejar penerbangan sampai kejar setoran. Semua kacau, kalau jalur utama macet panjang terus-menerus.
Jika pengerjaan proyek memang tidak bisa dipercepat. Mungkin Bapak Ibu pejabat punya sistem rekayasa lalu lintas yang proporsional? (SGT/DRA)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoBaru 9 Diakui dari 505 Komunitas, Pemprov Kaltim Bentuk Tim Khusus Percepat Status Masyarakat Adat
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPerangi DBD, Dinkes Kaltim Sebar 6.170 Dosis Vaksin Qdenga ke Daerah
-
PARIWARA5 hari agoYamaha YZF-R3/R25 Raih Penghargaan Internasional Prestisius di Jepang
-
PARIWARA3 hari agoIt’s Time To Ride The Kalcer! Warna Terbaru Grand Filano Hybrid Siap Jadi Skutik Idaman Anak Muda Kalcer Abis
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoTembus 17 Miliar Transaksi, Pengguna QRIS di Indonesia Capai 60 Juta Orang
-
SEPUTAR KALTIM3 hari ago21.903 Mahasiswa Baru Kaltim Resmi Bebas UKT Lewat Gratispol, Tahun Depan Target Tembus 124 Ribu Penerima
-
PARIWARA1 hari agoGaji Sering ‘Numpang Lewat’? CIMB Niaga Tawarkan Banyak Fitur Lewat OCTO Savers Payroll
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoAwas Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kaltim Akhir Pekan Ini

