EKONOMI DAN PARIWISATA
Akmal Malik Tantang Investor Lokal Bangun Hotel Terapung di Sungai Mahakam
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menantang investor untuk membangun hotel terapung berjalan di Sungai Mahakam. Hotel yang menawarkan pengalaman menginap di atas sungai, dengan standar pelayanan hotel pada umumnya, ia anggap akan membuat pariwisata susur Mahakam akan berumur panjang dan lebih ramai.
Sungai Mahakam yang membentang dari Mahulu, melewati Kubar, Kukar, Samarinda, dan bermuara di Kukar lagi. Dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi objek wisata yang menjanjikan. Pengembangannya tak sekadar di tepiannya saja, namun tersedia juga kapal wisata untuk menyusuri Samarinda dan Kukar. Bentuk kapalnya sudah disesuaikan untuk keperluan wisata, bukan seperti kapal pengangkut barang ataupun orang.
Belakangan, industrinya semakin tumbuh. Minat wisatawan menjajal kapal wisata semakin tinggi. Terutama permintaan dari wisatawan luar Samarinda. Meski memang, trip regulernya hanya pada akhir pekan saja.
Akmal Malik Usul Hotel Terapung
Belum lama ini, Akmal Malik beserta rombongan mencoba kapal wisata Mahakam. Seperti kebanyakan wisatawan, ia mengaku terkesan dengan pengalaman yang ia dapatkan.
Dari situ, ia punya usul baru. Bagaimana, kalau susur Mahakam dikembangkan lebih jauh dengan keberadaan hotel terapung berjalan.
“Potensi Sungai Mahakam sangat luar biasa, karena itu para pemilik kapal dan investor lokal semestinya juga bisa menangkap peluang bisnis lainnya. Salah satunya dengan mengembangkan bisnis hotel terapung berjalan di Sungai Mahakam,” kata Akmal Malik, mengutip dari Antara pada Senin 22 Juli 2024.
“Harus ada pengusaha yang berani berinvestasi membuat hotel terapung di atas kapal. Ini akan menjadi sensasi tersendiri bagi para wisatawan,” lanjutnya.
Standar Pelayanan Hotel
Akmal lalu merincikan idenya itu. Katanya, hotel tersebut berada di atas kapal. Kamarnya tak perlu terlalu banyak, cukup 6-8 kamar saja. Di setiap kamar, tersedia tempat tidur yang nyaman, air panas dan dingin. Lalu ada fasilitas kolam renang, gladak kapal, spot foto, tempat karaoke, hingga ruang pertemuan.
Karena kamarnya tak banyak dengan pertimbangan kenyamanan pengunjung, tarifnya pun bisa lebih tinggi. Misal di darat harga kamar Rp500 ribu per malam, di kapal bisa Rp1 juta per malam untuk regulernya.
“Jika ada tawaran hotel di darat dan hotel terapung, maka saya yakin wisatawan akan banyak antre ke sini,”
“Perjalanan kapal bisa sampai ke Pulau Kumala di Kota Tenggarong dan kembali lagi ke Samarinda,” usul Akmal.
Tak lupa ia juga menyarankan agar setiap kapal menawarkan produk- produk UMKM Kaltim, seperti amplang, kripik pisang grecek, olahan jamur tiram dan lainnya.
“Ini juga akan membantu UMKM kita,” pungkasnya. (dra)
-
BALIKPAPAN5 hari agoWFH Dikaji, DPRD Balikpapan Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Normal
-
PARIWARA4 hari agoLewati Ujian di Portimao, Arai Agaska Gaspol Latihan di Eropa
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoSkema Murur dan Tanazul Disiapkan untuk Lindungi Jemaah Lansia dan Risti
-
BALIKPAPAN4 hari agoKomisi III DPRD Balikpapan Dorong Pemanfaatan Desalinasi Air Laut
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoHeboh Anggaran Rp25 Miliar! Pemprov Kaltim Bongkar Fakta Renovasi Rumah Dinas Gubernur
-
BALIKPAPAN2 hari agoKomisi IV DPRD Balikpapan Mediasi Sengketa Lahan PJHI, Dorong Penyelesaian Damai
-
SAMARINDA4 jam agoPemprov Kaltim Klarifikasi Isu BPJS Samarinda: Bukan Dihentikan, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
PARIWARA1 hari agoBidik Kemenangan di ARRC Sepang, Yamaha Racing Indonesia Siap Tampil Maksimal

