SAMARINDA
Akses Pedalaman Kaltim Terbuka Lagi, Bandara APT Pranoto Operasikan 6 Rute Perintis
Bandara APT Pranoto Samarinda kembali buka 6 rute perintis ke pedalaman Kaltim, termasuk Long Apung dan Maratua. Cek rute lengkap dan cara beli tiketnya di sini.
Akses udara menuju wilayah pedalaman dan perbatasan di Kalimantan Timur kembali terbuka lebar. Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto resmi mengoperasikan kembali enam rute penerbangan perintis mulai awal tahun ini.
Langkah ini menjadi solusi vital untuk menjaga konektivitas wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang selama ini memiliki keterbatasan akses darat.
Kepala BLU UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menjelaskan bahwa pembukaan kembali rute ini didasarkan pada usulan pemerintah daerah dan hasil verifikasi teknis di lapangan.
“Ada enam rute yang kami operasikan, yakni Samarinda–Datah Dawai, Samarinda–Muara Wahau, Samarinda–Maratua, Samarinda–Long Apung, serta dua rute penghubung yaitu Maratua–Berau dan Datah Dawai–Melak,” ujar Kadek di Samarinda, Senin (26/1/2026).
Frekuensi Terbang Sesuaikan Kebutuhan
Jadwal penerbangan diatur fleksibel mengikuti tingkat permintaan masyarakat setempat. Untuk rute “gemuk” atau yang memiliki permintaan tinggi seperti tujuan Samarinda–Long Apung (Malinau) dan Samarinda–Datah Dawai (Mahakam Ulu), frekuensi penerbangan dipatok hingga empat kali dalam sepekan.
Sebaliknya, untuk rute dengan pergerakan penumpang yang relatif landai seperti koneksi Maratua–Berau, layanan dijadwalkan satu kali dalam sepekan.
Penerbangan ini menggunakan pesawat jenis Grand Caravan C208B. Pesawat kecil yang tangguh di landasan pendek ini mampu mengangkut hingga 12 penumpang.
“Setiap penumpang mendapatkan fasilitas bagasi tercatat gratis sebesar 10 kilogram dan bagasi kabin 5 kilogram,” tambah Kadek.
Tiket Dibeli Manual
Ada hal unik dalam sistem pembelian tiket penerbangan perintis ini. Calon penumpang tidak bisa mengandalkan aplikasi pemesanan tiket online (OTA).
Mengingat kondisi jaringan internet di wilayah 3T yang seringkali tidak stabil, mekanisme pembelian tiket masih dilakukan secara manual. Warga harus membeli langsung di loket bandara atau memesan melalui sambungan telepon kepada petugas di masing-masing distrik.
Langkah jemput bola ini dipastikan mempermudah masyarakat di pelosok Kaltim untuk mendapatkan akses transportasi yang cepat dan terjangkau. (ens)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoSetelah Kemarau Panjang, Hujan Kembali Datang di Kaltim, Bagaimana Cuaca Hari Ini?
-
OLAHRAGA4 hari agoJelang Lawan PSIM, Mauro Jeronimo Ingatkan Borneo FC Waspadai Perubahan Lawan
-
VIRAL4 hari agoKontroversi Raffi Ahmad dan Willie Salim Meluas, Artis Ikut Call Out hingga RANS Carnival Terdampak
-
OLAHRAGA4 hari agoBorneo FC Diunggulkan atas PSIM, Tapi Misi Bangkit Tuan Rumah Bisa Jadi Ancaman
-
NUSANTARA4 hari agoDari Konten ke Aksi Nyata, Kreator Kaltim Tanam 1.000 Pohon di Tahura Soeharto
-
OLAHRAGA5 hari agoBukan Sekadar Latihan, Ini yang Dimatangkan Borneo FC Sebelum Hadapi PSIM
-
VIRAL4 hari agoPolda Metro Minta Maaf, Raffi Klarifikasi, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Bukan Mahasiswa
-
OLAHRAGA4 hari agoDulu Akhir Pekan Identik Nongkrong, Sekarang Banyak Anak Muda Pilih Olahraga

