SEPUTAR KALTIM
Atasi Kemiskinan Ekstrem, Dinsos Kaltim Prioritaskan Empat Program Utama
Untuk mengatasi permasalahan kemiskinan ekstrem, Dinsos Kaltim akan memprioritaskan empat program utama yang difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin.
Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memprioritaskan pelaksanaan empat program utama.
Hal ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan kemiskinan ekstrem di wilayah ini.
“Program-program ini difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin, terutama melalui bantuan usaha produktif,” ujar Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kaltim Saprudin Saida Panda di Samarinda, Jumat 2 Agustus 2024.
Empat program sosial provinsi tersebut, di antaranya bantuan permodalan untuk kelompok usaha bersama (Kube) dan bantuan usaha bagi Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE).
Kemudian ada bantuan teknis untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), dan bantuan terencana bagi individu rentan, termasuk penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial.
Tujuan dan Sasaran Program
Ia menjelaskan bantuan Kube berupa modal kepada kelompok masyarakat miskin untuk memulai usaha bersama dengan tujuan meningkatkan pendapatan mereka secara kolektif.
Bantuan untuk WRSE dengan sasaran kalangan perempuan rentan terhadap kemiskinan, berupa modal usaha agar mereka mandiri secara ekonomi melalui perintisan usaha mikro.
Bantuan teknis untuk LKS, katanya, diberikan kepada panti sosial, seperti panti asuhan anak terlantar, panti lansia, dan panti disabilitas, untuk mendukung operasional lembaga itu dan peningkatan kualitas layanan yang diberikan.
Ia mengatakan bantuan terencana untuk individu rentan serta penyandang masalah kesejahteraan sosial diberikan secara langsung kepada warga yang membutuhkan di luar binaan LKS, seperti penyandang disabilitas, lansia, veteran, gelandangan, anak terlantar, dan janda veteran.
Panda menjelaskan penyaluran bantuan-bantuan tersebut telah dilakukan secara bertahap ke seluruh kabupaten/kota di Kaltim.
“Sampai saat ini, sebagian besar kabupaten/kota sudah menerima bantuan untuk Kube dan WRSE. Kami targetkan seluruh bantuan bisa tersalurkan pada akhir September 2024,” ujarnya.
Sasaran untuk Kube di Kaltim pada 2024, kata dia, 500 kelompok dengan sebaran 50 kelompok per kabupaten/kota, sedangkan bantuan modal bagi WRSE diberikan kepada 200 perempuan dengan kuota 20 orang per kabupaten/kota. (rw)
-
PARIWARA4 hari agoBuka Semangat 2026, Yamaha WR155 R Tampil Ikonik dengan Desain Body & Grafis Anyar
-
SAMARINDA4 hari agoFebruari 2026, Bandara APT Pranoto Targetkan Penerbangan Langsung Samarinda-Kuala Lumpur
-
SAMARINDA4 hari agoParipurna HUT ke-358 Samarinda: Andi Harun Pamer Ekonomi Tumbuh 8,62 Persen dan IPM Tertinggi se-Kaltim
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoSeragam ASN Kaltim Diperketat: Atribut Dinas Dicopot, Lengan Baju Diatur Jabatan
-
BALIKPAPAN4 hari agoDPR RI Cek ‘Kesehatan’ Bankaltimtara, Gubernur: Ekonomi Sedang Tak Ideal, Kami Butuh Masukan
-
SAMARINDA4 hari agoKritik Desain Revitalisasi Pasar Segiri, Andi Harun: Jangan Sampai Megah tapi Kosong
-
MAHULU4 hari agoTuntaskan ‘Blank Spot’, 50 Kampung di Mahakam Ulu Kini Terkoneksi Internet Desa
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPindah Tugas ke Pusat, Wagub Seno Aji Apresiasi Kinerja Kepala BI Kaltim Budi Widihartanto

