SEPUTAR KALTIM
BKKBN Kaltim Terapkan Program SIDAK untuk Percepat Penurunan Stunting
BKKBN Kaltim menyadari bahwa penurunan angka stunting hanya sebesar 1 persen dan akan mulai menerapkan intervensi dengan program SIDAK bagi keluarga berisiko stunting.
Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya keras dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Dalam upaya tersebut, BKKBN Kaltim menerapkan pendekatan selektif dengan fokus pada keluarga berisiko stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Sunarto ketika menjadi narasumber Gerak Cepat Atasi Stunting mengatakan bahwa akan memulai intervensi dari keluarga berisiko stunting.
Kelompok yang menjadi sasaran utama pada program ini adalah remaja putri, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Remaja putri yang akan menjadi calon pengantin menjadi perhatian khusus karena anemia pada remaja putri bisa berisiko pada kehamilan.
Sedangkan pada ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sebanyak enam kali, termasuk dua kali USG.
Sementara itu, ibu menyusui diharapkan dapat memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.
BKKBN menyadari bahwa penurunan angka stunting hanya sebesar 1 persen dari 23,9 persen menjadi 22,9 persen.
Hal ini membuat BKKBN mengubah strategi dengan menerapkan Seleksi Dampingan Aksi (SIDAK).
Melalui SIDAK, keluarga berisiko stunting dikategorikan menjadi prioritas dan super prioritas.
Nantinya, kelompok yang masuk dalam kategori super prioritas akan mendapatkan pendampingan intensif dan diberikan bantuan tambahan makanan untuk mempercepat perbaikan gizi.
Dengan pendekatan SIDAK, harapannya bisa mempercepat penurunan angka stunting.
Bahkan, ia yakin dengan melakukan upaya dan dukungan dari berbagai pihak, target penurunan angka stunting menjadi 21,3 persen pada tahun 2024, dengan optimisme bahwa penurunan sebesar 1,6 persen dapat tercapai.
Selain itu, BKKBN juga melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat, dalam upaya penurunan stunting.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melibatkan bapak asuh untuk membantu anak-anak stunting.
Sunarto juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam upaya penurunan stunting. Seperti, kebiasaan makan bersama dalam keluarga dianggap sangat penting untuk menanamkan pola makan sehat.
“Meja makan menjadi tempat pembelajaran bagi anak-anak tentang pola makan yang sehat,” terangnya. (rw)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoSetelah Kemarau Panjang, Hujan Kembali Datang di Kaltim, Bagaimana Cuaca Hari Ini?
-
OLAHRAGA4 hari agoJelang Lawan PSIM, Mauro Jeronimo Ingatkan Borneo FC Waspadai Perubahan Lawan
-
OLAHRAGA3 hari agoBorneo FC Diunggulkan atas PSIM, Tapi Misi Bangkit Tuan Rumah Bisa Jadi Ancaman
-
VIRAL4 hari agoKontroversi Raffi Ahmad dan Willie Salim Meluas, Artis Ikut Call Out hingga RANS Carnival Terdampak
-
OLAHRAGA4 hari agoDulu Akhir Pekan Identik Nongkrong, Sekarang Banyak Anak Muda Pilih Olahraga
-
NUSANTARA4 hari agoDari Konten ke Aksi Nyata, Kreator Kaltim Tanam 1.000 Pohon di Tahura Soeharto
-
OLAHRAGA4 hari agoBukan Sekadar Latihan, Ini yang Dimatangkan Borneo FC Sebelum Hadapi PSIM
-
VIRAL3 hari agoPolda Metro Minta Maaf, Raffi Klarifikasi, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Bukan Mahasiswa

