Connect with us

FEATURE

Diskon Besar hingga Tawaran Kerja Online, Warga Kaltim Perlu Waspada Modus Penipuan Ini

Published

on

Cara Menghindari Penipuan Online, Warga Kaltim Wajib Tahu
Ilustrasi warga memeriksa pesan mencurigakan di ponsel. Masyarakat diimbau memastikan identitas pengirim dan tidak membagikan kode OTP maupun PIN kepada pihak lain.

Tawaran diskon besar, pekerjaan sampingan dengan penghasilan menggiurkan, sampai pesan yang mengaku berasal dari bank bisa terlihat meyakinkan saat muncul di ponsel. Namun, di balik tawaran tersebut, ada risiko penipuan yang bisa membuat uang tabungan raib hanya dalam hitungan menit.

Menjelang akhir tahun, masyarakat biasanya semakin aktif berbelanja, mencari penghasilan tambahan, dan memanfaatkan layanan keuangan digital. Situasi ini perlu diimbangi dengan kewaspadaan, terutama ketika ada pihak yang mendesak calon korban segera mentransfer uang, mengeklik tautan, atau menyerahkan data pribadi.

Kenali Modus yang Sering Mengincar Pengguna Ponsel

Polri mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai modus penipuan online, mulai dari pelaku yang menyamar sebagai petugas bank atau instansi pemerintah, tawaran investasi, hingga penipuan berkedok hubungan asmara.

Dalam keterangan yang dimuat Tribrata News Polri pada 16 Oktober 2026, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengingatkan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum mengambil keputusan.

“Keamanan di ruang digital membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” ujarnya.

Modus lainnya bisa muncul dalam bentuk toko online dengan harga yang tidak masuk akal, lowongan kerja yang meminta biaya pendaftaran, atau pekerjaan sederhana yang mensyaratkan deposit sebelum seseorang bisa memperoleh komisi.

Ada pula pesan yang mengaku salah transfer, pemberitahuan hadiah, hingga tautan untuk memperbaiki akun yang diklaim bermasalah. Pelaku biasanya berusaha membuat calon korban panik atau tergiur agar bertindak tanpa sempat melakukan pemeriksaan.

Karena itu, warga Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, dan daerah lainnya di Kalimantan Timur sebaiknya tidak langsung percaya hanya karena pesan menggunakan logo perusahaan, nama pejabat, atau foto profil yang terlihat resmi.

Lima Langkah Sederhana agar Tidak Gampang Tertipu

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu melindungi uang dan data pribadi saat beraktivitas di dunia digital.

1. Jangan asal mengeklik tautan

Periksa alamat situs sebelum memasukkan informasi akun. Jika menerima pesan dari bank, kurir, atau instansi pemerintah, buka aplikasi atau situs resminya secara mandiri, bukan melalui tautan dari pengirim yang belum terverifikasi.

2. Jangan pernah membagikan OTP dan PIN

Kode OTP, PIN, kata sandi, serta kode verifikasi merupakan informasi rahasia. Jangan memberikannya kepada orang yang mengaku petugas bank, polisi, pegawai perusahaan, atau layanan pelanggan.

3. Curigai tawaran yang terlalu menggiurkan

Diskon yang jauh di bawah harga pasar, keuntungan investasi yang dijanjikan tanpa risiko, dan pekerjaan dengan bayaran besar untuk tugas sederhana perlu diperiksa lebih lanjut. Jangan buru-buru mentransfer uang hanya karena takut kehilangan kesempatan.

4. Periksa identitas penjual dan pemberi kerja

Cari informasi perusahaan, alamat, rekam jejak, serta ulasan dari sumber yang berbeda. Jangan menjadikan tangkapan layar testimoni sebagai satu-satunya bukti bahwa sebuah tawaran benar-benar aman.

5. Segera bertindak jika sudah telanjur menjadi korban

Hubungi bank atau penyedia layanan pembayaran melalui kanal resmi untuk mengamankan rekening. Simpan bukti transfer, percakapan, nomor telepon, dan tautan yang digunakan pelaku.

Untuk kasus penipuan transaksi keuangan, masyarakat juga dapat melaporkan kejadian melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Jangan menunda pelaporan karena kecepatan penanganan dapat berpengaruh pada upaya penelusuran dan pemblokiran dana.

Polri turut mengingatkan masyarakat agar memastikan identitas pihak yang menghubungi melalui saluran resmi dan melakukan konfirmasi jika ada permintaan uang atau data pribadi yang mengatasnamakan keluarga maupun instansi tertentu.

Pada akhirnya, tidak semua tawaran online merupakan penipuan. Namun, membiasakan diri memeriksa informasi sebelum mengeklik, mentransfer uang, atau menyerahkan data pribadi bisa menjadi langkah penting untuk mengurangi risikonya. (Am)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

POPULER