<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita dan Artikel Feature Pilihan Menarik | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/category/feature/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/category/feature/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Mar 2026 18:32:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Berita dan Artikel Feature Pilihan Menarik | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/category/feature/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sering Diucapkan Saat Ramadan, Ini Makna &#8216;Mokel&#8217; dan Hukum Membatalkan Puasa</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/sering-diucapkan-saat-ramadan-ini-makna-mokel-dan-hukum-membatalkan-puasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoirun Nisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 18:14:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[mokel]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[RAMADAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=54205</guid>

					<description><![CDATA[<p>Istilah mokel populer di kalangan anak muda saat Ramadan untuk menyebut orang yang batal puasa. Simak makna budaya dan pandangan agamanya di sini. Bulan suci Ramadan selalu membawa nuansa tersendiri, termasuk dalam perbendaharaan kata yang beredar di tengah masyarakat. Salah satu istilah slang yang selalu mencuat setiap tahunnya, baik di ruang obrolan maupun media sosial, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/sering-diucapkan-saat-ramadan-ini-makna-mokel-dan-hukum-membatalkan-puasa/">Sering Diucapkan Saat Ramadan, Ini Makna &#8216;Mokel&#8217; dan Hukum Membatalkan Puasa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Istilah mokel populer di kalangan anak muda saat <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ramadan">Ramadan</a> untuk menyebut orang yang batal puasa. Simak makna budaya dan pandangan agamanya di sini.</p>



<p>Bulan suci Ramadan selalu membawa nuansa tersendiri, termasuk dalam perbendaharaan kata yang beredar di tengah masyarakat. Salah satu istilah slang yang selalu mencuat setiap tahunnya, baik di ruang obrolan maupun media sosial, adalah &#8220;mokel&#8221;.</p>



<p>Kata ini umumnya disematkan kepada seseorang yang menyerah pada rasa lapar atau haus dan memilih untuk membatalkan puasanya sebelum waktu azan magrib berkumandang. Meski sudah sangat familier di telinga, tidak sedikit yang belum sepenuhnya memahami asal mula istilah ini hingga tinjauannya secara keagamaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Asal-usul dan Makna Istilah Mokel</strong> </h2>



<p>Mokel pada dasarnya merupakan kosakata tidak baku yang merujuk pada tindakan sengaja membatalkan puasa di siang hari tanpa adanya alasan yang dibenarkan oleh syariat (<em>uzur syar&#8217;i</em>).</p>



<p>Secara etimologis, istilah ini disinyalir berakar dari bahasa Jawa, yang secara populer dikaitkan dengan pergeseran fonetis dari kata &#8220;batal&#8221; atau membatalkan sesuatu sebelum waktunya. </p>



<p>Pada mulanya, penggunaan kata mokel sangat identik dengan masyarakat di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun, seiring dengan pesatnya arus komunikasi lintas daerah dan masifnya penggunaan media sosial, istilah ini menyebar luas dan menjadi bahasa pergaulan anak muda di tingkat nasional.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penggunaan dalam Konteks Keseharian</strong> </h2>



<p>Sebagai sebuah bahasa slang, mokel lebih sering dilontarkan dengan nada ringan atau sebagai bahan gurauan. Contoh penggunaannya kerap terdengar dalam kalimat seperti, &#8220;Aku tadi hampir mokel karena tidak kuat haus.&#8221;</p>



<p>Meski begitu, mokel sama sekali tidak terdaftar sebagai terminologi resmi dalam kajian fikih Islam. Dalam hukum agama, membatalkan puasa secara resmi disebut sebagai <em>iftar</em> jika dilakukan tepat pada waktunya. Sedangkan tindakan sengaja membatalkan puasa di siang hari tanpa alasan medis atau perjalanan masuk dalam kategori pelanggaran ibadah.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pandangan Hukum Islam</strong> </h2>



<p>Di balik balutan komedi linguistik masyarakat, tindakan &#8220;mokel&#8221; sesungguhnya memiliki konsekuensi hukum yang jelas dalam ajaran Islam. Ibadah puasa Ramadan adalah rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat.</p>



<p>Kewajiban ini ditegaskan secara eksplisit di dalam Al-Qur&#8217;an Surah Al-Baqarah ayat 185. Dalam panduan ayat tersebut, keringanan untuk membatalkan puasa hanya diberikan kepada kelompok tertentu, seperti mereka yang sedang jatuh sakit atau musafir (dalam perjalanan jauh). </p>



<p>Kendati demikian, kelompok yang mendapat keringanan ini tetap diwajibkan untuk mengganti (<em>qadha</em>) puasa tersebut di hari lain usai bulan Ramadan.</p>



<p>Oleh karena itu, membatalkan puasa tanpa alasan yang masuk kriteria <em>uzur syar&#8217;i</em> merupakan perbuatan yang dilarang. Penggunaan istilah mokel sebagai candaan memang menjadi bagian dari dinamika sosial, namun esensi kewajiban ibadahnya tetap harus dihormati dan dipahami secara utuh.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dinamika Budaya dan Bahasa</strong> </h2>



<p>Fenomena meluasnya kata mokel menjadi cerminan nyata betapa dinamisnya perkembangan bahasa di Indonesia. Ia menunjukkan bagaimana sebuah tradisi keagamaan yang sakral dapat bersinggungan dengan budaya pop dan interaksi sosial masyarakat. </p>



<p>Melalui satu kata sederhana, kita dapat melihat keluwesan budaya lokal dalam memperkaya perbendaharaan ragam bahasa Indonesia di setiap momen Ramadan. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/awas-metabolisme-kacau-kenali-dampak-buruk-begadang-hingga-sahur-selama-ramadan/">(ens)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/sering-diucapkan-saat-ramadan-ini-makna-mokel-dan-hukum-membatalkan-puasa/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/sering-diucapkan-saat-ramadan-ini-makna-mokel-dan-hukum-membatalkan-puasa/">Sering Diucapkan Saat Ramadan, Ini Makna &#8216;Mokel&#8217; dan Hukum Membatalkan Puasa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siap-siap! Parade 6 Planet Akan Hiasi Langit Indonesia 28 Februari, Ini Cara Melihatnya</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/siap-siap-parade-6-planet-akan-hiasi-langit-indonesia-28-februari-ini-cara-melihatnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoirun Nisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 20:44:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[6 planet]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=54118</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jangan lewatkan parade 6 planet berjejer pada 28 Februari 2026. Ketahui letak Venus, Saturnus, hingga Jupiter dan cara melihatnya menurut pakar BRIN. Masyarakat Indonesia bersiaplah menatap langit malam pada akhir bulan ini. Fenomena langka berupa parade enam planet dipastikan akan menghiasi cakrawala Nusantara pada Sabtu (28/2/2026) mendatang. Menariknya, pemandangan astronomis ini dapat dinikmati secara langsung [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/siap-siap-parade-6-planet-akan-hiasi-langit-indonesia-28-februari-ini-cara-melihatnya/">Siap-siap! Parade 6 Planet Akan Hiasi Langit Indonesia 28 Februari, Ini Cara Melihatnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Jangan lewatkan parade 6 planet berjejer pada 28 Februari 2026. Ketahui letak Venus, Saturnus, hingga Jupiter dan cara melihatnya menurut pakar <a href="https://kaltimprov.go.id/">BRIN</a>.</p>



<p>Masyarakat Indonesia bersiaplah menatap langit malam pada akhir bulan ini. Fenomena langka berupa parade enam planet dipastikan akan menghiasi cakrawala Nusantara pada Sabtu (28/2/2026) mendatang. </p>



<p>Menariknya, pemandangan astronomis ini dapat dinikmati secara langsung dari berbagai wilayah tanpa memerlukan keahlian khusus.</p>



<p>Pakar astronomi dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengonfirmasi akan terjadinya fenomena tersebut. Meski secara fisik planet-planet ini tidak benar-benar berada dalam satu garis lurus di tata surya, posisinya jika diamati dari Bumi akan tampak seperti berbaris rapi.</p>



<p>&#8220;Parade planet adalah ketampakan planet di langit yang tampak seperti berderet, dari barat ke timur,&#8221; terang Thomas saat dihubungi, Jumat (13/2/2026).</p>



<p>Formasi langit pada 28 Februari nanti akan diisi oleh deretan enam planet sekaligus, yakni Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Waktu Terbaik Pengamatan</strong> </h2>



<p>Bagi masyarakat yang tak ingin ketinggalan, Thomas menyarankan untuk bersiap sesaat setelah matahari terbenam. Waktu terbaik mengamati parade ini adalah selepas Maghrib, dengan jam pasti yang bergantung pada letak geografis masing-masing daerah.</p>



<p>Sebagai gambaran, waktu Maghrib di Jakarta pada periode tersebut jatuh pada pukul 18.16 WIB dan di Solo pukul 18.02 WIB. Sementara bagi pengamat di wilayah Kalimantan Timur seperti Balikpapan, tentu dapat menyesuaikan dengan masuknya waktu Maghrib di zona WITA.</p>



<p>&#8220;Waktunya setelah maghrib di ufuk barat sampai atas kepala,&#8221; kata Thomas.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mata Telanjang dan Teleskop</strong> </h2>



<p>Untuk melacak keberadaan planet-planet ini, pengamat cukup mengarahkan pandangan ke area tenggelamnya matahari. &#8220;Cara melihatnya, perhatikan langit pada jalur sekitar matahari terbenam sampai posisi bulan,&#8221; pandunya.</p>



<p>Meski membentuk formasi sejajar, tidak semua planet bisa dilihat dengan mata telanjang. Masyarakat hanya bisa menyaksikan Venus, Saturnus, dan Jupiter secara langsung tanpa alat bantu optik. Venus akan memancarkan cahaya paling terang menyerupai bintang, sedangkan Saturnus dan Jupiter akan tampak lebih redup.</p>



<p>&#8220;Yang mudah diamati akan tampak seperti bintang, kini Venus, Saturnus, dan Jupiter. Yang lainnya perlu teleskop,&#8221; ujar Thomas. Artinya, tiga planet tersisa, yaitu Merkurius, Neptunus, dan Uranus, hanya dapat diidentifikasi jika menggunakan teleskop.</p>



<p>Bagi Anda yang berencana melakukan pengamatan, sangat disarankan untuk mencari lokasi yang minim polusi cahaya agar susunan planet terlihat lebih jelas. Persiapan alat bantu optik sejak sore hari serta penggunaan aplikasi peta langit di ponsel pintar juga akan sangat membantu untuk melacak posisi planet secara akurat. <strong><em><a href="https://kaltimfaktual.co/bukan-selamat-tahun-baru-imlek-ini-makna-asli-gongxi-facai-dan-cara-penggunaannya/">(ens)</a></em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/siap-siap-parade-6-planet-akan-hiasi-langit-indonesia-28-februari-ini-cara-melihatnya/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/siap-siap-parade-6-planet-akan-hiasi-langit-indonesia-28-februari-ini-cara-melihatnya/">Siap-siap! Parade 6 Planet Akan Hiasi Langit Indonesia 28 Februari, Ini Cara Melihatnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapa Saja yang Boleh Tidak Puasa Ramadan? Simak Daftarnya Menurut Aturan Fikih</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/siapa-saja-yang-boleh-tidak-puasa-ramadan-simak-daftarnya-menurut-aturan-fikih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoirun Nisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 15:42:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[Musafir]]></category>
		<category><![CDATA[Orang yang Boleh Tidak Berpuasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=54152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Simak aturan fikih mengenai 8 golongan orang yang sah meninggalkan puasa Ramadan. Lengkap dengan panduan syarat dan cara mengganti puasanya. Bulan suci Ramadan merupakan momentum esensial bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa yang menjadi salah satu pilar utama rukun Islam. Pada dasarnya, puasa Ramadan adalah kewajiban mutlak. Namun, ajaran Islam hadir dengan prinsip rahmatan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/siapa-saja-yang-boleh-tidak-puasa-ramadan-simak-daftarnya-menurut-aturan-fikih/">Siapa Saja yang Boleh Tidak Puasa Ramadan? Simak Daftarnya Menurut Aturan Fikih</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Simak aturan fikih mengenai 8 golongan orang yang sah meninggalkan puasa <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ramadan">Ramadan</a>. Lengkap dengan panduan syarat dan cara mengganti puasanya.</p>



<p>Bulan suci Ramadan merupakan momentum esensial bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa yang menjadi salah satu pilar utama rukun Islam. Pada dasarnya, puasa Ramadan adalah kewajiban mutlak. </p>



<p>Namun, ajaran Islam hadir dengan prinsip <em>rahmatan lil alamin</em> yang memberikan ruang toleransi atau <em>rukhsah</em> (keringanan) bagi mereka yang memiliki halangan syari.</p>



<p>Dalam syariat Islam, aturan ibadah juga senantiasa diiringi dengan jalan keluar bagi kondisi-kondisi darurat. Keringanan ini tidak diberikan secara sembarangan, melainkan memiliki kriteria yang spesifik dan terukur. </p>



<p>Secara garis besar, terdapat sembilan golongan yang sah secara syariat untuk menangguhkan atau meninggalkan puasa Ramadan:</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>1. Orang Sakit</strong> </h2>



<p>Seseorang yang mengidap penyakit dan puasanya berisiko memperburuk kondisi kesehatan diperbolehkan untuk berbuka. Bagi penyakit ringan yang memiliki harapan sembuh, kewajibannya adalah mengganti puasa (<em>qadha</em>) di luar Ramadan. </p>



<p>Namun, bagi pengidap penyakit menahun yang secara medis sulit diharapkan kesembuhannya, syariat memberikan kelonggaran penuh dengan kewajiban membayar fidyah.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>2. Lansia yang Rentan</strong> </h2>



<p>Kapasitas fisik warga lanjut usia (lansia) cenderung menurun. Bagi mereka yang kondisinya sudah sangat rentan, lemah, dan berisiko membahayakan diri jika menahan lapar serta dahaga, agama mengizinkan untuk tidak berpuasa. </p>



<p>Sebagai gantinya, mereka diwajibkan menunaikan fidyah untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>3. Musafir (Orang dalam Perjalanan Jauh)</strong> </h2>



<p>Seseorang yang tengah menempuh perjalanan jauh memiliki opsi untuk berbuka puasa. Ketentuan jarak tempuh perjalanan minimal bagi seorang musafir umumnya berada di kisaran 80 hingga 84 kilometer. </p>



<p>Dengan syarat yang bersangkutan sudah keluar dari batas wilayah tempat tinggalnya saat waktu Subuh tiba. Puasa yang ditinggalkan oleh musafir wajib di-<em>qadha</em> di hari lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>4. Perempuan Hamil</strong></h2>



<p>Keputusan berpuasa bagi ibu hamil sangat bergantung pada ketahanan fisik dan rekomendasi medis. Apabila berpuasa dikhawatirkan mengancam keselamatan sang ibu maupun perkembangan janin dalam kandungan, Islam memberikan kemudahan untuk tidak berpuasa. </p>



<p>Utang puasa ini kemudian wajib diganti melalui <em>qadha</em> atau membayar fidyah.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>5. Ibu Menyusui</strong> </h2>



<p>Serupa dengan kondisi kehamilan, ibu yang sedang memberikan ASI eksklusif diperbolehkan untuk membatalkan puasanya jika ada kekhawatiran akan menurunnya kualitas dan kuantitas nutrisi untuk bayi, atau berdampak buruk pada kesehatan fisik sang ibu. </p>



<p>Puasa tersebut dapat diganti melalui mekanisme <em>qadha</em> atau fidyah.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>6. Perempuan dalam Masa Haid</strong> </h2>



<p>Perempuan yang sedang mengalami siklus menstruasi secara otomatis gugur kewajibannya untuk berpuasa. Berpuasa di masa ini justru dianggap tidak sah secara syariat. </p>



<p>Meski demikian, jumlah hari yang ditinggalkan selama masa haid wajib diganti (<em>qadha</em>) pada bulan-bulan berikutnya sebelum Ramadan tahun depan tiba.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>7. Perempuan dalam Masa Nifas</strong> </h2>



<p>Setelah proses persalinan atau kuretase akibat keguguran, perempuan memasuki masa nifas yang umumnya berlangsung dari satu hingga beberapa pekan. </p>



<p>Pada fase pemulihan ini, kewajiban puasa ditiadakan dan dapat diganti di kemudian hari melalui mekanisme <em>qadha</em> atau fidyah, menyesuaikan dengan kemampuan fisik sang ibu.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>8. Anak Belum Balig dan Orang Hilang Akal</strong> </h2>



<p>Syarat mutlak sahnya puasa adalah berakal sehat dan balig (dewasa). Oleh karena itu, anak-anak yang belum menunjukkan tanda balig tidak dibebankan kewajiban berpuasa, meski edukasi puasa sejak dini sangat dianjurkan. </p>



<p>Selain itu, individu yang mengalami gangguan kejiwaan atau hilang akal sehat secara otomatis terlepas dari <em>taklif</em> (beban kewajiban) ibadah ini.</p>



<p>Meskipun syariat menyediakan kelonggaran yang cukup luas, esensi kewajiban puasa Ramadan tidak serta-merta hilang. Bagi mereka yang berpotensi sembuh, menunda perjalanan, atau mampu di kemudian hari, kewajiban untuk mengganti ibadah tersebut di hari lain tetap berlaku mutlak. <strong><em><a href="https://kaltimfaktual.co/pkb-pastikan-sokong-prabowo-2-periode-cak-imin-urusan-cawapres-belum-dibahas/">(ens)</a></em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/siapa-saja-yang-boleh-tidak-puasa-ramadan-simak-daftarnya-menurut-aturan-fikih/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/siapa-saja-yang-boleh-tidak-puasa-ramadan-simak-daftarnya-menurut-aturan-fikih/">Siapa Saja yang Boleh Tidak Puasa Ramadan? Simak Daftarnya Menurut Aturan Fikih</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daftar 10 Makanan Khas Imlek Pembawa Hoki Serta Sejarah Perayaannya di Indonesia</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/daftar-10-makanan-khas-imlek-pembawa-hoki-serta-sejarah-perayaannya-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoirun Nisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 02:17:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[makanan khas imlek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=54167</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap makanan khas Imlek adalah wujud doa dan harapan. Ketahui makna di balik Yu Sheng, Kue Keranjang, hingga Mi Panjang Umur dalam artikel ini. Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan salah satu momentum budaya yang paling dinantikan. Lebih dari sekadar perayaan pergantian tahun dalam kalender lunar Tionghoa atau penyambutan musim semi, Imlek adalah representasi dari harapan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/daftar-10-makanan-khas-imlek-pembawa-hoki-serta-sejarah-perayaannya-di-indonesia/">Daftar 10 Makanan Khas Imlek Pembawa Hoki Serta Sejarah Perayaannya di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Setiap makanan khas <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_Baru_Imlek">Imlek</a> adalah wujud doa dan harapan. Ketahui makna di balik Yu Sheng, Kue Keranjang, hingga Mi Panjang Umur dalam artikel ini.</p>



<p>Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan salah satu momentum budaya yang paling dinantikan. Lebih dari sekadar perayaan pergantian tahun dalam kalender lunar Tionghoa atau penyambutan musim semi, Imlek adalah representasi dari harapan, awal yang baru, serta doa untuk kehidupan yang lebih makmur.</p>



<p>Sebagaimana perayaan hari besar lainnya, meja makan keluarga selalu menjadi pusat kehangatan. Deretan hidangan khas Imlek yang tersaji bukan sekadar pemanja lidah, melainkan medium budaya yang kaya akan filosofi. Setiap tekstur, warna, dan rasa merupakan manifestasi dari doa.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jejak Sejarah Perayaan Imlek di Nusantara</strong> </h2>



<p>Kehadiran tradisi Imlek di Indonesia tidak lepas dari sejarah panjang kedatangan komunitas Tionghoa sejak abad ke-7 melalui rute perdagangan maritim. Hubungan dagang ini terus berkembang pesat pada era Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit, yang pada akhirnya melahirkan budaya peranakan hasil akulturasi dengan kearifan lokal.</p>



<p>Pada masa kolonial Belanda, perayaan Imlek dapat dilakukan secara terbuka. Namun, dinamika ini berubah drastis pada era Orde Baru. Melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, ekspresi budaya Tionghoa, termasuk perayaan Imlek, dibatasi secara ketat di ruang publik.</p>



<p>Angin segar perubahan baru berembus di era reformasi. Pada tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara resmi mencabut larangan tersebut melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Langkah historis ini kemudian disempurnakan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2002 dengan menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2002.</p>



<p>Kini, Imlek dirayakan sebagai simbol keberagaman yang merekatkan persatuan. Ornamen khas seperti lampion merah, pertunjukan barongsai, tradisi bagi angpao, hingga ragam kulinernya kini dinikmati oleh masyarakat luas lintas budaya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>10 Hidangan Imlek dan Filosofi Keberuntungannya</strong> </h2>



<p>Tradisi kuliner Imlek dipenuhi dengan simbolisme mengenai kesehatan, kekayaan, dan keharmonisan. Berikut adalah sepuluh sajian yang kerap hadir beserta makna di baliknya:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Salad Ikan Mentah (Yu Sheng)</strong> </h3>



<p>Sajian ini sangat populer di kawasan Asia Tenggara. Yu Sheng disantap dengan ritual <em>Lo Hei</em>, yakni mengaduk dan mengangkat salad setinggi mungkin menggunakan sumpit sembari mengucapkan doa. </p>



<p>Kata <em>Yu</em> bermakna ikan dan pelafalannya mirip dengan kata &#8216;surplus&#8217;, sehingga tradisi ini melambangkan harapan akan peningkatan rezeki.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Kue Keranjang (Nian Gao)</strong> </h3>



<p>Kue bertekstur lengket dan manis dari tepung ketan ini sudah ada sejak Dinasti Han. <em>Nian</em> berarti tahun, dan <em>Gao</em> berarti tinggi. </p>



<p>Menyantapnya adalah bentuk harapan agar kualitas kehidupan terus meningkat setiap tahunnya, sementara teksturnya yang lengket menyimbolkan eratnya ikatan keluarga.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Ronde (Tang Yuan)</strong> </h3>



<p>Bola-bola ketan dalam kuah manis yang hangat ini identik dengan perayaan Cap Go Meh (hari ke-15 setelah Imlek). Bentuknya yang bulat sempurna merepresentasikan kebersamaan dan kesatuan keluarga yang harmonis.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Sup Delapan Bentuk (Eight Treasure Soup)</strong> </h3>



<p>Terdiri dari delapan bahan pilihan seperti kacang merah, biji teratai, hingga kurma merah. Angka delapan dipercaya sebagai angka keberuntungan karena pelafalannya menyerupai kata &#8216;makmur&#8217;. Sup ini merupakan simbol kelimpahan kesehatan dan materi.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Jeruk Mandarin</strong> </h3>



<p>Warna oranye keemasannya menyerupai bongkahan emas. Selain itu, sebutan jeruk dalam bahasa Mandarin memiliki bunyi yang identik dengan keberuntungan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>6. Ikan Utuh</strong> </h3>



<p>Disajikan utuh dari kepala hingga ekor untuk melambangkan kelengkapan. Ikan ini umumnya tidak dihabiskan dalam satu waktu sebagai simbol agar keluarga selalu memiliki sisa &#8216;kelebihan&#8217; rezeki di tahun mendatang.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>7. Ayam atau Bebek Panggang</strong> </h3>



<p>Sajian unggas yang dimasak utuh melambangkan keutuhan dan kesetiaan dalam keluarga. Khusus untuk bebek panggang, warna kulitnya yang keemasan kerap dikaitkan dengan kemakmuran.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>8. Lumpia</strong> </h3>



<p>Gorengan renyah ini sengaja dibentuk menyerupai emas batangan, menjadikannya simbol kekayaan. Teksturnya yang renyah melambangkan kebahagiaan dan keceriaan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>9. Mi Panjang Umur (Changshou Mian)</strong> </h3>



<p>Sesuai namanya, mi ini melambangkan harapan akan kesehatan dan usia yang panjang. Oleh karena itu, mi tidak boleh dipotong baik saat proses memasak maupun ketika disantap.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>10. Kue Mangkok</strong> </h3>



<p>Kue yang mengembang mekar saat dikukus ini merupakan simbol rezeki yang terus berkembang. Warna merahnya yang terang menjadi perlambang kebahagiaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keseimbangan Gizi di Balik Tradisi</strong> </h2>



<p>Di luar nilai filosofisnya, sajian Imlek juga menyumbang manfaat gizi. Ikan utuh kaya akan asam lemak omega-3, jeruk mandarin menjadi sumber vitamin C yang sangat baik, dan <em>Eight Treasure Soup</em> tinggi akan serat serta antioksidan.</p>



<p>Meski demikian, kendali porsi tetap diperlukan. Konsumsi hidangan manis seperti kue keranjang maupun penganan yang digoreng seperti lumpia sebaiknya dibatasi agar esensi perayaan tetap sejalan dengan kesehatan tubuh.</p>



<p>Memahami filosofi di balik setiap hidangan menjadikan momentum Imlek tidak hanya kaya akan rasa, tetapi juga sarat akan makna kehidupan. <strong><em><a href="https://kaltimfaktual.co/mulut-kering-picu-bau-tak-sedap-saat-puasa-begini-cara-mengatasinya/">(ens)</a></em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/daftar-10-makanan-khas-imlek-pembawa-hoki-serta-sejarah-perayaannya-di-indonesia/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/daftar-10-makanan-khas-imlek-pembawa-hoki-serta-sejarah-perayaannya-di-indonesia/">Daftar 10 Makanan Khas Imlek Pembawa Hoki Serta Sejarah Perayaannya di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadwal Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Apakah Terlihat di Indonesia?</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/jadwal-gerhana-matahari-cincin-17-februari-2026-apakah-terlihat-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoirun Nisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 20:53:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=54121</guid>

					<description><![CDATA[<p>BRIN pastikan fenomena Gerhana Matahari Cincin terjadi pada 17 Februari 2026 jelang Ramadan. Cek jalur lintasan dan dampaknya di sini. Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sebuah fenomena astronomi langka dipastikan akan menghiasi tata surya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengonfirmasi bahwa Gerhana Matahari Cincin (GMC) dijadwalkan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/jadwal-gerhana-matahari-cincin-17-februari-2026-apakah-terlihat-di-indonesia/">Jadwal Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Apakah Terlihat di Indonesia?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">BRIN pastikan fenomena Gerhana Matahari Cincin terjadi pada 17 Februari 2026 jelang Ramadan. Cek jalur lintasan dan dampaknya di <a href="https://kaltimprov.go.id/">sini</a>.</p>



<p>Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sebuah fenomena astronomi langka dipastikan akan menghiasi tata surya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengonfirmasi bahwa Gerhana Matahari Cincin (GMC) dijadwalkan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 mendatang.</p>



<p>Pakar Astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, membenarkan jadwal terjadinya fenomena yang mempertemukan konstelasi Bumi, Bulan, dan Matahari tersebut.</p>



<p>“Gerhana Matahari cincin menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, 17 Februari 2026,” ungkap Thomas saat memberikan keterangan, Sabtu (14/2/2026).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Disebut Gerhana Cincin?</strong> </h2>



<p>Julukan &#8220;cincin api&#8221; disematkan pada fenomena ini karena piringan Bulan tidak menutupi siluet Matahari secara sempurna. Akibatnya, dari sudut pandang pengamat di Bumi, akan tersisa pendaran cahaya terang berbentuk lingkaran merah di tepian siluet gelap Bulan.</p>



<p>“Hal itu terjadi ketika Bulan (berada di titik) paling jauh dari Bumi,” terang Thomas.</p>



<p>Kondisi jarak terjauh ini membuat ukuran Bulan tampak lebih kecil. Mengutip data astronomi dari <em>IFLScience</em>, Bulan diprediksi hanya akan menutupi sekitar 92 persen permukaan Matahari. Fase puncak penampakan cincin api ini diperkirakan berlangsung selama dua menit 19 detik.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Absen di Langit Nusantara</strong> </h2>



<p>Meski wujudnya memukau, fenomena Gerhana Matahari Cincin pertengahan Februari nanti dipastikan tidak akan melintasi langit Nusantara. Penampakan cincin sempurna hanya dapat diamati secara eksklusif dari Benua Antarktika. </p>



<p>Sementara itu, fase Gerhana Matahari Sebagian (GMS) akan membentang di langit Chile, Argentina, dan Afrika Selatan.</p>



<p>“GMC dan GMS tidak dapat dilihat dari Indonesia karena konfigurasi Bumi-Bulan-Matahari membentuk jalur gerhana di Pasifik Selatan dan Antarktika,” papar Thomas.</p>



<p>Dari segi dampak lingkungan, fenomena kosmik ini tidak akan membawa pengaruh signifikan bagi Indonesia. Peningkatan pasang surut air laut secara maksimum diprediksi hanya terjadi di kawasan yang dilintasi jalur gerhana. “Di wilayah jalur gerhana (sekitar Antarktika) dan di belahan bumi sebaliknya (sekitar Kutub Utara, Arktik),” jelasnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kapan Indonesia Bisa Melihat Gerhana?</strong> </h2>



<p>Sepanjang tahun 2026, kalender astronomi masih menyimpan sejumlah jadwal fenomena gerhana lain. Terdekat, masyarakat Indonesia akan berkesempatan menyaksikan langsung fenomena Gerhana Bulan Total yang dijadwalkan terjadi pada 3 Maret 2026 mendatang.</p>



<p>Sementara itu, fenomena lain seperti Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 dan Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Agustus 2026 dipastikan tidak akan terlihat dari Tanah Air. “Hanya gerhana Bulan total 3 Maret 2026 yang bisa diamati di Indonesia,&#8221; tutur Thomas.</p>



<p>Bagi masyarakat Indonesia yang menantikan fenomena tertutupnya Matahari oleh siluet Bulan, penantian tersebut membutuhkan waktu beberapa tahun lagi. Thomas memastikan Indonesia baru akan kembali dilewati jalur gerhana matahari pada tahun 2028 dan 2031.</p>



<p>“Gerhana Matahari cincin 21 Mei 2031. Gerhana Matahari sebagian 22 Juli 2028,” tutupnya. <strong><em><a href="https://kaltimfaktual.co/siap-siap-parade-6-planet-akan-hiasi-langit-indonesia-28-februari-ini-cara-melihatnya/">(ens)</a></em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/jadwal-gerhana-matahari-cincin-17-februari-2026-apakah-terlihat-di-indonesia/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/jadwal-gerhana-matahari-cincin-17-februari-2026-apakah-terlihat-di-indonesia/">Jadwal Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Apakah Terlihat di Indonesia?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, Ini Makna Asli &#8220;Gongxi Facai&#8221; dan Cara Penggunaannya</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/bukan-selamat-tahun-baru-imlek-ini-makna-asli-gongxi-facai-dan-cara-penggunaannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoirun Nisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 20:08:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[gongxi facai]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=54115</guid>

					<description><![CDATA[<p>Benarkah Gongxi Facai berarti Selamat Tahun Baru Imlek? Ternyata kurang tepat. Cek makna asli, ejaan yang benar, dan alternatif ucapan Imlek 2026 lainnya. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek pada Selasa (17/2/2026), kalimat &#8220;Gong Xi Fa Cai&#8221; mulai banyak bermunculan, baik dalam percakapan langsung, spanduk, hingga pesan digital. Ucapan ini umumnya disampaikan sembari melakukan gestur pai—mengepalkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/bukan-selamat-tahun-baru-imlek-ini-makna-asli-gongxi-facai-dan-cara-penggunaannya/">Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, Ini Makna Asli &#8220;Gongxi Facai&#8221; dan Cara Penggunaannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Benarkah Gongxi Facai berarti Selamat Tahun Baru <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Imlek">Imlek</a>? Ternyata kurang tepat. Cek makna asli, ejaan yang benar, dan alternatif ucapan Imlek 2026 lainnya.</p>



<p>Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek pada Selasa (17/2/2026), kalimat &#8220;Gong Xi Fa Cai&#8221; mulai banyak bermunculan, baik dalam percakapan langsung, spanduk, hingga pesan digital. </p>



<p>Ucapan ini umumnya disampaikan sembari melakukan gestur <em>pai</em>—mengepalkan tangan di depan dada sambil berdiri menghadap lawan bicara.</p>



<p>Selama ini, masyarakat awam kerap menganggap kalimat tersebut sebagai terjemahan langsung dari &#8220;Selamat Tahun Baru Imlek&#8221;. Namun, secara linguistik dan budaya, penulisan maupun penggunaannya ternyata kurang tepat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Ejaan yang Benar: Gongxi Facai, Bukan Gong Xi Fa Cai</h3>



<p>Guru Besar Program Studi Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Hermina Sutami, meluruskan kekeliruan ejaan yang telanjur lazim di masyarakat.</p>



<p>Menurut Hermina, penulisan yang tepat dalam bahasa Mandarin bukanlah dipisah menjadi empat kata (Gong Xi Fa Cai), melainkan digabung menjadi dua kata, yakni <strong>Gongxi Facai</strong>. </p>



<p>Aturan serupa juga berlaku untuk pelafalan dalam bahasa Hakka—etnis di bagian selatan China. Ejaan yang benar adalah <strong>Gongxi Fatchoi</strong>, bukan Gong Xi Fat Choi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Makna Sebenarnya dan Konteks Penggunaan</h3>



<p>Selain ejaan, makna kalimat ini sering disalahartikan. Hermina menjelaskan bahwa kalimat tersebut sama sekali tidak mengandung unsur kata &#8220;tahun baru&#8221;.</p>



<p>“Makna dari Gongxi adalah selamat, sedangkan Facai atau Fatchoi artinya menjadi kaya,” papar Hermina.</p>



<p>Secara harfiah, Gongxi Facai bermakna ucapan selamat dan harapan agar seseorang memperoleh kemakmuran, kekayaan, atau kesuksesan finansial. Oleh karena itu, Hermina menilai ucapan ini lebih relevan disampaikan dalam konteks bisnis atau pekerjaan.</p>



<p>Sebaliknya, kurang tepat jika Gongxi Facai diucapkan kepada orang tua yang sudah pensiun atau anak-anak yang masih bersekolah, karena mereka tidak lagi atau belum berada di dunia usaha.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Padanan yang Tepat: Xin Nian Kuaile</h3>



<p>Jika ingin mengucapkan &#8220;Selamat Tahun Baru&#8221; tanpa merujuk pada urusan finansial atau materi, frasa yang paling tepat digunakan adalah <em>Xin Nian Kuaile</em>.</p>



<p>Sama seperti kasus sebelumnya, banyak orang salah menuliskannya menjadi <em>Xin Nian Kuai Le</em>. Kata <em>Xin Nian</em> berarti tahun baru, sementara <em>Kuaile</em> berarti bahagia. Jika ingin menggunakan kedua kalimat tersebut secara bersamaan, ada urutan yang perlu diperhatikan.</p>



<p>“Kita beri ucapan selamat tahun baru lebih dahulu (<em>Xin Nian Kuaile</em>), baru ucapan keduanya, yaitu semoga sukses dalam bisnis (<em>Gongxi Facai</em>),” jelas Hermina.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Alternatif Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2026</h3>



<p>Selain <em>Xin Nian Kuaile</em>, terdapat sejumlah alternatif ucapan Imlek lain dalam bahasa Mandarin maupun bahasa Inggris yang sarat akan makna baik:</p>



<p><strong>Ucapan dalam Bahasa Mandarin:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Xin Nian Hao:</strong> Kebaikan tahun baru atau tahun baru yang baik.</li>



<li><strong>Xinnian kuaile 2026:</strong> Selamat tahun baru 2026.</li>



<li><strong>Hong bao na lai:</strong> Bawa amplop merahnya (biasanya diucapkan dengan nada bercanda oleh kerabat dekat).</li>



<li><strong>Sunyi guonian:</strong> Semoga nasib baik bertahan selama bertahun-tahun yang akan datang.</li>



<li><strong>Wansul:</strong> Semoga Anda hidup sepuluh ribu tahun.</li>



<li><strong>Yiqi Shi jia:</strong> Semoga kita semua bersatu sebagai satu keluarga.</li>



<li><strong>Xinyue chuenjie:</strong> Bulan baru, tahun baru.</li>



<li><strong>Manman farzhang:</strong> Semoga Anda tumbuh dan berkembang perlahan tapi pasti.</li>
</ul>



<p><strong>Ucapan dalam Bahasa Inggris:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><em>Happy Chinese New Year 2026! May the Chinese New Year bring you abundance.</em></li>



<li><em>Wishing you luck, love, and health this Chinese New Year.</em></li>



<li><em>May the lunar new year bring you prosperity and happiness.</em></li>



<li><em>Sending love and luck to you and your family this Chinese New Year.</em></li>



<li><em>May the lunar new year bring peace, joy, and comfort to you and your family.</em></li>
</ul>



<p>Memahami perbedaan antara <em>Xin Nian Kuaile</em> dan <em>Gongxi Facai</em> bukan sekadar soal tata bahasa, melainkan bentuk penghormatan terhadap kedalaman budaya Tionghoa. Dengan menggunakan istilah yang tepat sesuai konteks dan lawan bicara, ucapan selamat yang disampaikan pun akan terasa lebih bermakna dan personal.</p>



<p>Perayaan Imlek 2577 Kongzili pada tahun 2026 ini menjadi momen yang pas untuk mulai mempraktikkan penggunaan istilah-istilah tersebut secara benar dalam interaksi sosial sehari-hari. <strong><em><a href="https://kaltimfaktual.co/kapan-libur-imlek-dan-awal-ramadan-2026-cek-jadwal-long-weekend-4-hari-di-sini/">(ens)</a></em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/bukan-selamat-tahun-baru-imlek-ini-makna-asli-gongxi-facai-dan-cara-penggunaannya/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/bukan-selamat-tahun-baru-imlek-ini-makna-asli-gongxi-facai-dan-cara-penggunaannya/">Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, Ini Makna Asli &#8220;Gongxi Facai&#8221; dan Cara Penggunaannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Imlek 2026 Jatuh pada 17 Februari: Fakta Menarik, Sejarah, Tradisi, dan Makna Shio Kuda Api</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/imlek-2026-jatuh-pada-17-februari-fakta-menarik-sejarah-tradisi-dan-makna-shio-kuda-api/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoirun Nisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 19:53:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=54110</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kapan libur Imlek 2026? Cek jadwal cuti bersama, libur panjang 4 hari, dan fakta menarik di balik Shio Kuda Api pada perayaan tahun baru 2577 Kongzili. Aroma dupa, semarak lampion merah, hingga gemuruh tabuhan barongsai akan kembali menghiasi berbagai sudut kota. Tahun Baru Imlek atau Chūnjié 2577 Kongzili sudah di depan mata. Tahun ini, pergantian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/imlek-2026-jatuh-pada-17-februari-fakta-menarik-sejarah-tradisi-dan-makna-shio-kuda-api/">Imlek 2026 Jatuh pada 17 Februari: Fakta Menarik, Sejarah, Tradisi, dan Makna Shio Kuda Api</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Kapan libur <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Imlek">Imlek</a> 2026? Cek jadwal cuti bersama, libur panjang 4 hari, dan fakta menarik di balik Shio Kuda Api pada perayaan tahun baru 2577 Kongzili.</p>



<p>Aroma dupa, semarak lampion merah, hingga gemuruh tabuhan barongsai akan kembali menghiasi berbagai sudut kota. Tahun Baru Imlek atau <em>Chūnjié</em> 2577 Kongzili sudah di depan mata. Tahun ini, pergantian tahun dalam kalender tradisional Tionghoa tersebut jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.</p>



<p>Kabar baiknya, momen perayaan ini akan diiringi dengan masa libur panjang (<em>long weekend</em>). Pemerintah, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, telah menetapkan tanggal 17 Februari sebagai hari libur nasional. Disusul penetapan cuti bersama pada Senin, 16 Februari 2026. </p>



<p>Praktis, masyarakat dapat menikmati libur selama empat hari berturut-turut yang dimulai sejak akhir pekan, Sabtu (14/2/2026).</p>



<p>Libur panjang ini diproyeksikan tak hanya menjadi momentum perayaan keagamaan dan budaya bagi komunitas Tionghoa, tetapi juga penggerak roda pariwisata. </p>



<p>Tradisi Imlek berskala besar di daerah-daerah seperti Singkawang—yang dijuluki Kota Seribu Klenteng—Medan, dan Jakarta diprediksi akan menyedot animo wisatawan yang signifikan. </p>



<p>Tahun ini, perayaan Imlek Nasional juga mengusung tema &#8220;Harmoni Imlek Nusantara&#8221;, sebuah pesan inklusivitas di tengah keberagaman Indonesia.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Memasuki Era Kuda Api</strong> </h2>



<p>Pergantian angka di kalender, Imlek 2577 menandai transisi dari Tahun Ular menuju Tahun Kuda Api. Dalam kosmologi Tionghoa, perhitungan shio tidak sekadar berulang setiap 12 tahun, melainkan memiliki siklus kombinasi elemen yang berulang setiap 60 tahun sekali. Tahun 2026 ini merupakan kombinasi dari elemen Api Yang dan Kuda (<em>Bing Wu</em>).</p>



<p>Shio Kuda secara filosofis melambangkan kemandirian, pergerakan cepat, dan semangat yang tak kenal lelah. Sementara itu, elemen Api merepresentasikan aktivitas dan gairah. Kombinasi Kuda Api dipercaya membawa energi yang dinamis, optimisme, serta keberanian dalam mengambil peluang.</p>



<p>Di dunia profesional, terminologi yang berkaitan dengan &#8216;kuda&#8217; kerap digunakan untuk menggambarkan kesuksesan yang cepat dan momentum yang kuat. </p>



<p>Namun di sisi lain, bagi kelompok pekerja muda di China, shio ini juga memunculkan fenomena satir lewat istilah <em>niuma</em> (kuda-lembu)—sebuah metafora untuk pekerja yang dituntut bekerja keras dan berkejaran dengan target layaknya kuda pacu.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jejak Sejarah dan Reuni Keluarga</strong> </h2>



<p>Menilik sejarahnya, perayaan Imlek berakar sejak abad ke-14 SM di era Dinasti Shang. Mitos populer mengisahkan bahwa tradisi memasang lampion merah dan menyalakan petasan bermula dari upaya penduduk desa mengusir monster bernama <em>Nian</em> (yang berarti &#8216;tahun&#8217;). Monster ini dikisahkan takut pada warna merah dan suara bising.</p>



<p>Kini, mitos tersebut bertransformasi menjadi festival yang sarat akan makna kekeluargaan. Selama 15 hari perayaan, rumah-rumah akan dihias dengan ornamen bernuansa merah dan emas sebagai simbol kemakmuran. </p>



<p>Puncaknya adalah jamuan makan malam reuni bersama keluarga, ditemani hidangan khas seperti kue keranjang (<em>niángāo</em>) dan pangsit (<em>jiǎozi</em>), serta tradisi pembagian angpao yang melambangkan transfer keberuntungan.</p>



<p>Di negeri asalnya, China, Imlek memicu apa yang sering disebut sebagai migrasi manusia terbesar di dunia. Diperkirakan 9,5 miliar perjalanan lintas wilayah akan terjadi selama periode liburan ini, demi satu tujuan utama: berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman.</p>



<p>Pada akhirnya, Imlek bukan sekadar tentang pernak-pernik dekorasi atau ramalan shio. Di balik segala kemeriahannya, Imlek adalah ruang untuk mereset kalender kehidupan, mensyukuri pencapaian masa lalu, dan merajut kembali harmoni bersama orang-orang terkasih untuk melangkah di tahun yang baru. <strong><em><a href="https://kaltimfaktual.co/lebih-dari-sekadar-menahan-lapar-menggali-esensi-dan-sejarah-syariat-puasa-ramadan/">(ens)</a></em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/imlek-2026-jatuh-pada-17-februari-fakta-menarik-sejarah-tradisi-dan-makna-shio-kuda-api/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/imlek-2026-jatuh-pada-17-februari-fakta-menarik-sejarah-tradisi-dan-makna-shio-kuda-api/">Imlek 2026 Jatuh pada 17 Februari: Fakta Menarik, Sejarah, Tradisi, dan Makna Shio Kuda Api</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebih dari Sekadar Menahan Lapar: Menggali Esensi dan Sejarah Syariat Puasa Ramadan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/lebih-dari-sekadar-menahan-lapar-menggali-esensi-dan-sejarah-syariat-puasa-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoirun Nisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 19:43:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[Makna]]></category>
		<category><![CDATA[RAMADAN]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=54107</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lebih dari sekadar menahan lapar, Ramadan adalah momen pembersihan jiwa. Simak jejak sejarah, keutamaan, dan cara memaksimalkan ibadah bulan suci. Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan atmosfer spiritual yang berbeda bagi umat Islam di seluruh dunia. Lebih dari sekadar ritual menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, Ramadan merupakan ruang refleksi komprehensif. Untuk [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/lebih-dari-sekadar-menahan-lapar-menggali-esensi-dan-sejarah-syariat-puasa-ramadan/">Lebih dari Sekadar Menahan Lapar: Menggali Esensi dan Sejarah Syariat Puasa Ramadan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Lebih dari sekadar menahan lapar, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ramadan">Ramadan</a> adalah momen pembersihan jiwa. Simak jejak sejarah, keutamaan, dan cara memaksimalkan ibadah bulan suci.</p>



<p>Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan atmosfer spiritual yang berbeda bagi umat Islam di seluruh dunia. Lebih dari sekadar ritual menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, Ramadan merupakan ruang refleksi komprehensif. Untuk membersihkan jiwa dan meningkatkan ketakwaan.</p>



<p>Secara teologis, tujuan utama ibadah puasa telah ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183. Yakni untuk membentuk pribadi yang bertakwa (<em>muttaqin</em>). Agar ibadah di bulan suci ini tidak sekadar berakhir sebagai rutinitas tahunan. Pemahaman akan sejarah dan esensi Ramadan menjadi pijakan yang esensial.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Jejak Sejarah Perintah Puasa</h3>



<p>Kewajiban menjalankan puasa Ramadan memiliki akar sejarah yang panjang. Sebelum perintah ini turun, umat Islam pada masa awal dianjurkan berpuasa pada Hari Asyura (10 Muharram). </p>



<p>Tradisi ini sejalan dengan apa yang dilakukan kaum Yahudi sebagai bentuk syukur atas selamatnya Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.</p>



<p>Syariat puasa Ramadan secara spesifik baru diwajibkan pada tahun kedua Hijriah, setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. </p>



<p>Pada masa awal penerapannya, aturan puasa terbilang sangat ketat. Namun seiring waktu, turun keringanan (<em>rukhsah</em>) yang memperbolehkan umat Islam untuk makan dan minum di malam hari hingga menjelang waktu fajar.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Momentum Membangun Kebiasaan dan Memperdalam Ilmu</h3>



<p>Ramadan dikenal dengan berbagai keistimewaannya, mulai dari dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, hingga dibelenggunya setan. Kondisi ideal ini menghadirkan ruang yang kondusif untuk memusatkan perhatian pada pengembangan diri.</p>



<p>Lebih dari sekadar menahan nafsu fisik, bulan ini merupakan momentum strategis untuk membangun kebiasaan positif yang terukur. </p>



<p>Upaya memperdalam ilmu agama melalui literatur keislaman, menjaga konsistensi salat Tarawih, hingga menargetkan <em>khatam</em> Al-Qur&#8217;an adalah langkah nyata dalam menghidupkan malam-malam Ramadan. </p>



<p>Kedisiplinan dalam melacak progres ibadah harian ini melatih kesabaran dan pengendalian diri, yang pada akhirnya bermuara pada perbaikan akhlak seperti kejujuran dan kemampuan menahan amarah.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Malam Seribu Bulan dan Dimensi Sosial</h3>



<p>Fase krusial dalam Ramadan berada pada sepuluh malam terakhir, di mana terdapat <em>Lailatul Qadar</em>—malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Pada malam yang penuh keberkahan dan ampunan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan intensitas ibadah melalui iktikaf, salat malam, dan zikir.</p>



<p>Di luar dimensi spiritual vertikal (<em>hablum minallah</em>), puasa juga mengasah kecerdasan sosial (<em>hablum minannas</em>). </p>



<p>Rasa lapar yang dirasakan secara langsung menumbuhkan empati terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Semangat solidaritas ini diwujudkan melalui kewajiban membayar zakat fitrah di penghujung bulan, serta anjuran untuk memperbanyak sedekah dan infak.</p>



<p>Berbagai lembaga amil zakat, seperti Rumah Zakat dan institusi sejenis, umumnya menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyalurkan kepedulian tersebut agar kebahagiaan Idulfitri dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum duafa.</p>



<p>Pada akhirnya, indikator keberhasilan Ramadan tidak hanya diukur selama 30 hari pelaksanaannya, melainkan pada bagaimana kebiasaan Islami yang telah terbangun tersebut mampu dipertahankan secara konsisten pada sebelas bulan berikutnya. <strong><em><a href="https://kaltimfaktual.co/menhut-tinjau-rhl-di-ikn-tanam-meranti-dan-tengkawang-bersama-gubernur-kaltim/">(ens)</a></em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/lebih-dari-sekadar-menahan-lapar-menggali-esensi-dan-sejarah-syariat-puasa-ramadan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/lebih-dari-sekadar-menahan-lapar-menggali-esensi-dan-sejarah-syariat-puasa-ramadan/">Lebih dari Sekadar Menahan Lapar: Menggali Esensi dan Sejarah Syariat Puasa Ramadan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Takjil hingga Iftar, Mengenal Makna Istilah Populer di Bulan Ramadan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/dari-takjil-hingga-iftar-mengenal-makna-istilah-populer-di-bulan-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoirun Nisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 17:52:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[istilah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[RAMADAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=54196</guid>

					<description><![CDATA[<p>Daftar lengkap istilah populer bulan Ramadan beserta artinya. Pahami makna iftar, takjil, fidyah, hingga Lailatul Qadar untuk menyambut bulan suci. Kehadiran bulan suci Ramadan selalu membawa atmosfer yang khas, termasuk dalam ragam kosa kata yang digunakan sehari-hari. Berbagai istilah yang merupakan serapan dari bahasa Arab hingga hasil akulturasi dengan budaya lokal kerap bermunculan mewarnai percakapan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/dari-takjil-hingga-iftar-mengenal-makna-istilah-populer-di-bulan-ramadan/">Dari Takjil hingga Iftar, Mengenal Makna Istilah Populer di Bulan Ramadan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Daftar lengkap istilah populer bulan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ramadan">Ramadan</a> beserta artinya. Pahami makna iftar, takjil, fidyah, hingga Lailatul Qadar untuk menyambut bulan suci.</p>



<p>Kehadiran bulan suci Ramadan selalu membawa atmosfer yang khas, termasuk dalam ragam kosa kata yang digunakan sehari-hari. Berbagai istilah yang merupakan serapan dari bahasa Arab hingga hasil akulturasi dengan budaya lokal kerap bermunculan mewarnai percakapan, mulai dari lini masa media sosial hingga sapaan di meja makan.</p>



<p>Memahami makna di balik istilah-istilah ini tidak hanya memperlancar komunikasi, tetapi juga menambah kekhusyukan dalam memaknai setiap ibadah dan tradisi selama bulan puasa. Berikut adalah daftar istilah populer di bulan Ramadan beserta maknanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Seputar Waktu dan Ibadah Puasa</strong></h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Ramadan:</strong> Bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, di mana umat Islam diwajibkan untuk menahan diri dari hawa nafsu.</li>



<li><strong>Puasa (Siam/Shaum):</strong> Berasal dari bahasa Arab yang berarti menahan diri. Puasa adalah ibadah wajib menahan lapar, haus, dan hal yang membatalkan dari terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (magrib).</li>



<li><strong>Sahur:</strong> Waktu makan pada dini hari sebelum azan subuh berkumandang sebagai bekal energi untuk berpuasa.</li>



<li><strong>Imsak:</strong> Serapan dari kata <em>Imsaak</em>. Di Indonesia, imsak dijadikan penanda atau aba-aba 10 menit sebelum masuk waktu subuh agar umat muslim segera menyelesaikan sahur.</li>



<li><strong>Iftar:</strong> Berasal dari kata <em>Ifthar</em>, yang secara harfiah berarti membatalkan puasa atau waktu berbuka puasa saat azan magrib berkumandang.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tradisi Keseharian Sosial</strong></h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Ngabuburit:</strong> Istilah yang berakar dari bahasa Sunda (<em>ngalantung ngadagoan burit</em>), bermakna bersantai atau mencari hiburan sambil menunggu datangnya waktu sore atau azan magrib.</li>



<li><strong>Takjil:</strong> Berasal dari bahasa Arab <em>Ta&#8217;jil</em> yang berarti menyegerakan (berbuka). Di Indonesia, istilah ini bergeser makna menjadi sebutan untuk kudapan manis atau makanan ringan pembuka puasa.</li>



<li><strong>Bukber:</strong> Akronim dari Buka Puasa Bersama. Ini merupakan tradisi berkumpul bersama keluarga, teman, atau rekan kerja yang berfungsi sebagai ajang mempererat silaturahmi.</li>



<li><strong>Kultum:</strong> Singkatan dari Kuliah Tujuh Menit. Ceramah agama berdurasi singkat yang biasanya disampaikan usai salat subuh atau menjelang berbuka.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ragam Ibadah Malam dan Hari Bersejarah</strong></h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Qiyamul Lail:</strong> Ibadah yang dilaksanakan pada malam hari, seperti salat sunah dan berzikir.</li>



<li><strong>Tarawih dan Witir:</strong> Tarawih adalah salat sunah khusus di malam Ramadan, sementara Witir (berarti ganjil) adalah salat sunah penutup dengan jumlah rakaat ganjil.</li>



<li><strong>Tadarus dan Khatam:</strong> Tadarus adalah kegiatan membaca dan mengkaji Al-Qur&#8217;an secara bersama-sama. Sementara Khatam adalah target menyelesaikan bacaan Al-Qur&#8217;an secara utuh dari surah pertama hingga terakhir.</li>



<li><strong>Iktikaf:</strong> Berdiam diri di dalam masjid dengan niat beribadah, menjauhkan diri dari urusan duniawi, yang umumnya digiatkan pada 10 malam terakhir Ramadan.</li>



<li><strong>Nuzulul Quran:</strong> Peringatan turunnya wahyu pertama Al-Qur&#8217;an kepada Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 17 Ramadan.</li>



<li><strong>Lailatul Qadar:</strong> Malam kemuliaan di sepuluh hari terakhir Ramadan yang diyakini nilainya lebih baik dari seribu bulan.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kewajiban Zakat dan Berbagi</strong></h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Zakat Fitrah:</strong> Kewajiban mengeluarkan sebagian harta berupa makanan pokok (beras 2,5 kg) atau uang tunai sebelum salat Idulfitri untuk menyucikan diri.</li>



<li><strong>Muzaki dan Mustahik:</strong> Muzaki adalah sebutan bagi orang yang mampu dan wajib membayar zakat, sedangkan Mustahik adalah golongan yang berhak menerima zakat tersebut.</li>



<li><strong>Fidyah:</strong> Denda berupa pemberian makanan pokok kepada fakir miskin. Fidyah dibayarkan oleh mereka yang tidak mampu berpuasa karena alasan medis kronis, usia senja, atau ibu hamil/menyusui atas saran dokter.</li>



<li><strong>Sedekah:</strong> Memberikan sebagian harta atau kebaikan secara ikhlas, yang pahalanya sangat dianjurkan untuk dikejar selama Ramadan.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menjelang Hari Raya</strong></h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Idulfitri (Lebaran):</strong> Berasal dari kata <em>Idul Fithr</em> yang berarti hari berbuka. Dirayakan pada 1 Syawal sebagai hari kemenangan. Istilah lokal &#8216;Lebaran&#8217; bermakna berlapang dada dan saling memaafkan.</li>



<li><strong>Takbiran:</strong> Tradisi mengumandangkan takbir sejak malam terakhir Ramadan hingga menjelang salat Idulfitri.</li>



<li><strong>Mudik dan Silaturahmi:</strong> Mudik adalah tradisi pulang ke kampung halaman menjelang hari raya untuk menyambung tali silaturahmi (persaudaraan) dengan keluarga besar.</li>



<li><strong>Nyekar:</strong> Tradisi ziarah ke makam keluarga atau leluhur untuk mendoakan mereka, yang sering dilakukan menjelang Ramadan atau saat Idulfitri.</li>



<li><strong>THR:</strong> Tunjangan Hari Raya, hak finansial yang diberikan perusahaan kepada pekerja menjelang perayaan hari besar keagamaan.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Istilah Sapaan dan Ucapan</strong></h2>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Marhaban ya Ramadan:</strong> Sapaan pembuka yang bermakna &#8220;Selamat datang, wahai Ramadan&#8221;.</li>



<li><strong>Ramadan Kareem dan Ramadan Mubarak:</strong> Ucapan doa agar bulan puasa ini membawa kemurahan hati (Kareem) dan penuh keberkahan (Mubarak) bagi umat yang menjalankannya.</li>
</ul>



<p>Memahami esensi dari istilah-istilah di atas dapat membuat ibadah puasa dan aktivitas sosial selama sebulan penuh menjadi lebih terarah dan bermakna. <strong><em><a href="https://kaltimfaktual.co/disorot-hakim-konstitusi-dunia-eks-ketua-mk-akui-putusan-90-soal-batas-usia-cawapres-adalah-kekhilafan/">(ens)</a></em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/dari-takjil-hingga-iftar-mengenal-makna-istilah-populer-di-bulan-ramadan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/dari-takjil-hingga-iftar-mengenal-makna-istilah-populer-di-bulan-ramadan/">Dari Takjil hingga Iftar, Mengenal Makna Istilah Populer di Bulan Ramadan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deretan Tradisi Khas Imlek di Indonesia dan Makna Tersembunyi di Baliknya</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/deretan-tradisi-khas-imlek-di-indonesia-dan-makna-tersembunyi-di-baliknya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khoirun Nisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 21:11:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=54128</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perayaan Imlek di Indonesia sarat akan tradisi turun-temurun. Simak makna berbagi angpao, pantangan membalik ikan, hingga kemeriahan Pawai Tatung. Tahun Baru Imlek bukan sekadar penanda pergantian kalender lunar. Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, perayaan yang diawali pada malam Chūxī (malam pergantian tahun) hingga hari ke-15 atau Cap Go Meh ini merupakan momentum esensial untuk mensyukuri pencapaian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/deretan-tradisi-khas-imlek-di-indonesia-dan-makna-tersembunyi-di-baliknya/">Deretan Tradisi Khas Imlek di Indonesia dan Makna Tersembunyi di Baliknya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Perayaan Imlek di Indonesia sarat akan tradisi turun-temurun. <a href="https://kaltimprov.go.id/">Simak</a> makna berbagi angpao, pantangan membalik ikan, hingga kemeriahan Pawai Tatung.</p>



<p>Tahun Baru Imlek bukan sekadar penanda pergantian kalender lunar. Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, perayaan yang diawali pada malam <em>Chūxī</em> (malam pergantian tahun) hingga hari ke-15 atau Cap Go Meh ini merupakan momentum esensial untuk mensyukuri pencapaian masa lalu sekaligus merajut harapan baru.</p>



<p>Di Indonesia, perayaan Imlek yang juga kerap disebut <em>Xin Jia</em> atau Festival Musim Semi (<em>Chunjie</em>) ini diwarnai oleh ragam tradisi turun-temurun. Setiap ritual dan kebiasaan yang dilakukan memiliki akar filosofis yang kuat guna mendatangkan kemakmuran dan mengusir energi negatif.</p>



<p>Berikut adalah deretan tradisi khas Imlek di Indonesia beserta makna di baliknya:</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>1. Ritual Pembersihan dan Simbolisme Ruang</strong> </h2>



<p>Persiapan menyambut Imlek selalu diawali dengan membersihkan rumah secara menyeluruh. Namun, pantang bagi masyarakat Tionghoa untuk menyapu atau membuang sampah pada hari raya Imlek itu sendiri. Membersihkan rumah saat hari H dipercaya dapat &#8220;menyapu bersih&#8221; keberuntungan yang baru saja masuk.</p>



<p>Setelah bersih, hunian akan dihias dengan ornamen serba merah yang melambangkan kesejahteraan, kekuatan, dan keberuntungan. Warna ini juga diyakini ampuh menakuti monster mitologi pembawa petaka bernama <em>Nian</em>. </p>



<p>Sebagai pelengkap perlindungan, masyarakat kerap memasang gambar <em>Mén Shén</em> (Dewa Pintu) yang berasal dari tradisi Dinasti Tang untuk menangkal roh jahat.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>2. Mempererat Tali Persaudaraan dan Menghormati Leluhur</strong> </h2>



<p>Imlek adalah waktu untuk kembali ke akar keluarga. Masyarakat umumnya akan mengenakan busana bernuansa merah dan berkumpul bersama kerabat. </p>



<p>Rangkaian acara ini juga diisi dengan sembahyang kepada leluhur di rumah maupun di kelenteng, khususnya bagi umat Buddha dan Konghucu, sebagai wujud penghormatan melalui persembahan dupa, lilin, dan makanan.</p>



<p>Di tengah kehangatan keluarga, tradisi berbagi angpao menjadi yang paling dinanti. Angpao wajib diberikan oleh mereka yang lebih tua atau sudah menikah kepada kerabat yang masih lajang atau anak-anak. </p>



<p>Menariknya, nominal uang di dalam amplop merah tersebut pantang sembarangan; biasanya diselipkan angka delapan yang identik dengan simbol rezeki tak terputus.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>3. Filosofi di Balik Meja Makan</strong> </h2>



<p>Hidangan khas Imlek menyimpan makna yang jauh lebih dalam dari sekadar pemanja lidah. Umumnya, tersaji 12 jenis makanan yang merepresentasikan shio, di antaranya kue keranjang (simbol kehidupan manis) dan mi panjang (simbol umur panjang). Sebaliknya, bubur menjadi hidangan pantangan karena kerap diasosiasikan dengan simbol kemiskinan.</p>



<p>Ada pula aturan ketat saat menyantap ikan. Ikan pantang dibalik saat dimakan, dan dagingnya harus disisakan untuk keesokan harinya. Kebiasaan ini merupakan simbol kebijaksanaan dan doa agar rezeki keluarga selalu berlebih hingga tahun-tahun mendatang.</p>



<p>Selain itu, terdapat tradisi makan bersama bernama <em>Yu Sheng</em>, yakni salad segar berisi sayuran dan potongan ikan. Seluruh anggota keluarga akan mengaduk dan mengangkat bahan makanan tersebut setinggi mungkin dengan sumpit. Semakin tinggi sumpit diangkat, semakin besar harapan doa-doa mereka terwujud.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>4. Atraksi Penolak Bala dan Keberkahan Alam</strong> </h2>



<p>Kemeriahan Imlek identik dengan suara bising dari petasan, kembang api, dan tabuhan musik Barongsai. Sama seperti filosofi warna merah, suara-suara gaduh dari atraksi ini ditujukan untuk mengusir monster <em>Nian</em> dan nasib buruk dari tahun sebelumnya.</p>



<p>Di Indonesia, kemeriahan ini mencapai puncaknya di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Kota ini menyelenggarakan Pawai Tatung saat perayaan Cap Go Meh. Atraksi ekstrem yang menampilkan para figur kemasukan roh leluhur dan menusuk tubuh dengan benda tajam ini sukses menjadi daya tarik wisata berkelas dunia.</p>



<p>Terlepas dari seluruh kemeriahan tersebut, turunnya hujan di hari Imlek selalu menjadi momen yang paling diharapkan. Hujan dianggap sebagai berkah dari langit dan penanda pasti bahwa tahun yang baru akan dilimpahi kemakmuran yang melimpah. <strong><em><a href="https://kaltimfaktual.co/anak-mulai-belajar-puasa-ini-pilihan-camilan-sehat-menurut-dokter/">(ens)</a></em></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/deretan-tradisi-khas-imlek-di-indonesia-dan-makna-tersembunyi-di-baliknya/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/deretan-tradisi-khas-imlek-di-indonesia-dan-makna-tersembunyi-di-baliknya/">Deretan Tradisi Khas Imlek di Indonesia dan Makna Tersembunyi di Baliknya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
