GAYA HIDUP
Awas Metabolisme Kacau, Kenali Dampak Buruk Begadang hingga Sahur Selama Ramadan
Perubahan jam tidur selama Ramadan memengaruhi hormon tubuh dan metabolisme. Ketahui risiko begadang hingga sahur dan panduan tidur yang sehat.
Perubahan rutinitas selama bulan suci Ramadan tidak hanya berdampak pada jam makan dan minum, tetapi juga menggeser siklus istirahat harian secara signifikan.
Penyesuaian waktu untuk bangun sahur, ditambah dengan peningkatan intensitas kegiatan malam seperti tarawih, tadarus, atau sekadar berkumpul, secara otomatis merombak jam biologis tubuh.
Dari kacamata kesehatan masyarakat, pergeseran pola tidur ini memicu fluktuasi pada hormon kortisol dan melatonin, dua komponen utama yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Kondisi ini kerap diperparah oleh kebiasaan menunda tidur atau sengaja begadang hingga waktu sahur tiba. Akibatnya, tubuh kehilangan durasi istirahat ideal dan mengalami penurunan kualitas tidur secara drastis.
Risiko Kesehatan di Balik Kurang Tidur
Membiarkan tubuh kurang istirahat selama bulan puasa membawa serangkaian efek domino bagi kesehatan. Dalam jangka pendek, minimnya waktu tidur memicu rasa kantuk yang ekstrem di siang hari, penurunan tingkat konsentrasi, perubahan suasana hati (mood swing), pusing, hingga melemahnya sistem kekebalan tubuh.
Jika kebiasaan ini diteruskan, dampaknya akan menjalar pada gangguan metabolisme kronis. Peningkatan hormon stres akibat kurang tidur berisiko merusak regulasi gula darah dan mengacaukan keseimbangan hormon pengatur rasa lapar.
Hal ini sering kali berujung pada hilangnya kendali nafsu makan saat waktu berbuka tiba, yang pada akhirnya memicu lonjakan berat badan yang tidak diinginkan.
Bumerang Tidur Siang Berlebihan
Sebagai bentuk kompensasi atas hilangnya jam tidur malam, banyak orang melampiaskannya dengan tidur siang dalam durasi yang sangat panjang. Padahal, kelebihan jam tidur justru memberikan efek negatif yang tidak kalah merugikan.
Tidur siang yang terlalu lama dapat menyebabkan rasa pusing saat terbangun dan membuat mata sulit terpejam di malam harinya. Sehingga siklus tidur semakin berantakan.
Terlalu banyak memejamkan mata, terutama jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai, juga akan memperlambat proses metabolisme. Alih-alih segar, tubuh justru akan terasa semakin lemas dan tidak bertenaga.
Strategi Menjaga Ritme Istirahat
Agar kesehatan dan produktivitas tetap optimal selama menjalankan ibadah puasa, kedisiplinan dalam mengatur waktu istirahat menjadi kunci utama. Salah satu langkah paling efektif adalah membiasakan diri tidur lebih awal usai melaksanakan ibadah malam. Serta membatasi paparan layar gawai atau kebiasaan menggulir media sosial sebelum tidur.
Jika tubuh terasa sangat lelah di siang hari, terapkan power nap atau tidur siang singkat berdurasi 20 hingga 30 menit. Durasi ini dinilai paling ideal untuk memulihkan energi tanpa merusak siklus tidur malam.
Selain manajemen waktu tidur, asupan gizi dan rutinitas harian juga perlu diperhatikan. Membatasi konsumsi kafein saat berbuka puasa, menyantap menu sahur dengan nutrisi seimbang. Serta menyempatkan diri beraktivitas fisik ringan di pagi hari akan sangat membantu menjaga ritme sirkadian tubuh.
Menjaga keteraturan tidur bukan sekadar mencari kenyamanan fisik, melainkan bagian dari bentuk pengendalian diri dan kedisiplinan. Dengan ritme hidup yang seimbang dan tubuh yang sehat, pelaksanaan ibadah selama sebulan penuh tentu akan berjalan jauh lebih optimal. (ens)
-
OLAHRAGA5 hari agoAldi Satya Mahendra Inginkan Assen Jadi Arena Comeback Bersinar Lagi
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoIsu Rp25 Miliar Tidak Benar, Ini Penjelasan Lengkap Anggaran Jamuan Pemprov Kaltim
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoMelihat Kondisi Rumah Dinas Gubernur Kaltim yang Viral karena Renovasi Rp25 Miliar, Ini Kondisi Sebenarnya
-
OLAHRAGA4 hari agoProgress Latihan di Eropa, Arai Agaska Harapkan Perbaikan Performa di World Sportbike Assen
-
NUSANTARA4 hari agoPemprov Kaltim Raih Penghargaan Akselerasi Konektivitas Digital, Internet Desa Gratis Jadi Andalan
-
OLAHRAGA2 hari agoSi Paling Kuat Mantap! Performa GEAR ULTIMA Tetap Ganas Walau Disiksa Dengan RPM Maksimal
-
BALIKPAPAN2 hari agoBapemperda DPRD Balikpapan Harmonisaskan Perda bersama Kemenkumham
-
NUSANTARA1 hari agoTouring Akbar Dimulai, Toba Samosir Jadi Saksi Dimulainya Jelajah Indonesia Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara

