Connect with us

KUTIM

DPRD Kutim Harap Penyelesaian Konflik Sengketa Lahan Desa Pengadan Secepatnya

Diterbitkan

pada

Anggota DPRD Kutai Timur, Agusriansya Ridwan, saat hearing bersama membahas sengketa lahan antara Kelompok Tani Bina Warga Desa Pengadan dengan PT. Indexim Coalindo dan PT. SBA, di kantor DPRD Kutim, Senin 10 Juni 2024. (Kaltim Faktual)

DPRD Kutim akhirnya turun tangan menyelesaikan konflik sengketa lahan di Desa Pengadan. Antara kelompok tani dengan perusahaan. Bagaimana semua pihak bisa bekerjasama menyelesaikan persoalan.

Dari hearing bersama membahas sengketa lahan antara Kelompok Tani Bina Warga Desa Pengadan dengan PT. Indexim Coalindo dan PT. SBA, di kantor DPRD Kutim, Senin 10 Juni 2024. Anggota DPRD Kutai Timur, Agusriansya Ridwan, memberikan tanggapan keras dalam pertemuan tersebut.

Agusriansya Ridwan meminta agar penyelesaian dapat secepatnya. Tidak berlarut-larut dan berkepanjangan.

Ia berharap masalah ini dapat segera selesai secepatnya. Dengan transparansi dan kebijaksanaan dari semua pihak. Baik dari kelompok tani maupun pihak perusahaan.

“Pokoknya semua pihak harus turunkan ego. Agar persoalan ini bisa diselesaikan. jangan sampai konflik berkepanjangan,” jelasnya.

Baca juga:   DPRD Kutim Soroti SILPA di Dinas Kesehatan

Ia meminta pemerintah juga aktif turun tangan. Misalnya Dinas Kehutanan, yang harus terlibat dalam proses mediasi antara SBA dan kelompok tani yang berselisih paham.

“Kalau kita mau rudut itu poinnya juga harus dan apa susahnya melibatkan kehutanan juga dalam kesepahaman SBA dan melibatkan kelompok tani,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan aparat turut serta dalam proses penggantian lahan untuk meminimalisir persoalan. “Karena kalau dianalisis bapak menggunakan tim analisis di dalam Indexim, ini harusnya tugasnya meminimalisir persoalan,” ujarnya.

Agusriansya menekankan bahwa masyarakat memiliki pemahaman tentang regulasi dan harga diri, sehingga masalah sosial harus ditangani dengan serius.

“Giliran persoalan harga dirinya dan persoalan sosialnya muncul maka kita (DPRD) dilibatkan juga sedangkan kita tidak mengerti konsep berpikirnya dari awal,” katanya. (han/am)

Baca juga:   DPRD Kutim Soroti SILPA di Dinas Kesehatan

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.