Connect with us

EKONOMI DAN PARIWISATA

Eks Bandara Temindung “Hidup Lagi”, Dispar Kaltim Janjikan Agenda Kreatif Tiap Bulan

Published

on

Eks Bandara Temindung disulap menjadi markas kreatif lewat program “Ruang Akhir Pekan”. Dispar Kaltim memastikan agenda ini bakal digelar rutin setiap bulan sebagai wadah ekspresi anak muda dan UMKM Samarinda.

Lahan eks Bandara Temindung yang sempat mati suri pasca-operasional penerbangan dipindah, kini punya denyut baru. Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur menyulap area bersejarah ini menjadi creative hub lewat program bertajuk “Ruang Akhir Pekan”.

Tak sekadar gelaran seremonial sesaat, Dispar Kaltim menegaskan ambisinya menjadikan lokasi ini sebagai markas permanen bagi pelaku industri kreatif dan UMKM di Samarinda.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik, menyebut tingginya antusiasme komunitas dan pelaku usaha selama acara berlangsung menjadi alasan kuat untuk mematenkan agenda ini. Menurutnya, konsistensi adalah kunci agar ekosistem kreatif bisa terbentuk, bukan hanya sekadar acara kumpul-kumpul.

“Kami tidak ingin ini hanya sekali jalan. Ke depan, setiap bulan akan dilakukan kegiatan seperti ini,” ujar Awang di sela acara.

Ia menambahkan, target utamanya adalah memberikan kepastian ruang bagi anak muda. “Kami ingin eks Bandara Temindung benar-benar menjadi wadah permanen bagi anak muda untuk berekspresi, berinovasi, dan tentunya menggerakkan ekonomi lokal,” lanjutnya.

Bukan Sekadar Pasar Malam

Transformasi eks Bandara Temindung ini dianggap sebagai respons atas minimnya ruang publik yang inklusif di Samarinda. Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menekankan bahwa “Ruang Akhir Pekan” dirancang sebagai titik temu (hub) yang menyatukan seni, edukasi, dan bisnis.

Isi acaranya pun dikurasi agar tidak sekadar menjadi pasar malam biasa. Selain puluhan stan UMKM kuliner dan kriya khas Benua Etam, acara ini diisi dengan panggung ekspresi seni budaya, kompetisi kreatif, hingga sesi literasi mengenai ekonomi digital.

“Ini adalah momentum penting bagi kita semua. Kami ingin menyediakan ruang kreatif di mana seni, budaya, dan edukasi ekonomi kreatif bisa melebur jadi satu,” kata Ririn.

Ririn menilai, alih fungsi lahan ini merupakan investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia di Kaltim. “Tujuannya jelas: untuk memberikan panggung bagi talenta lokal sekaligus mampu meningkatkan roda ekonomi Kalimantan Timur,” tegasnya.

Bagi para pelaku kreatif, rencana agenda bulanan ini menjadi angin segar. Dengan jadwal yang rutin, mereka kini memiliki target pasar yang jelas untuk mengevaluasi produk maupun karya tanpa harus menunggu event besar tahunan. Eks Temindung yang dulunya melayani penerbangan, kini resmi punya “jam terbang” baru sebagai landasan ide-ide kreatif anak muda Kaltim. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.