SEPUTAR KALTIM
Jatah Kaltim Dipotong Rp405 M, DPRD Pastikan Tak Ganggu Anggaran Pendidikan
Provinsi Kaltim akan kehilangan sekitar Rp405 miliar akibat kebijakan pemangkasan anggaran. DPRD Kaltim memastikan bahwa pemangkasan itu tidak akan mengganggu alokasi anggaran untuk sektor pendidikan.
Dampak dari kebijakan baru Presiden Prabowo Subianto soal pemangkasan anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 sudah mulai terasa di berbagai sektor. Bahkan hingga anggaran pemerintah daerah.
Sebab pemangkasan anggaran itu tidak hanya menyasar kementerian dan lembaga di level Pemerintah Pusat saja. Dana transfer dari pusat ke daerah juga ikut terpangkas. Alokasi APBD setiap daerah terpaksa menyesuaikan.
Sesuai Inpres itu, pemangkasan anggaran akan menyasar belanja operasional dan non-operasional. Termasuk perjalanan dinas, rapat, ATK, sewa gedung, dan lainnya. Tidak sampai menyentuh belanja pegawai dan pelayanan publik.
Di Kaltim, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Muhammad Darlis mencatat bahwa provinsi ini harus kehilangan dana sekitar Rp405 miliar akibat pemangkasan. Pemerintah provinsi dan DPRD telah membahas penyesuaiannya.
“Efisiensi di kaltim, satu perjalanan dinas otomatis dikurangi, kalau bisa 50 persen. Kedua, kegiatan bersifat seremonial sedapat mungkin itu dihilangkan. Ketiga, proyek yang tidak berdampak juga bisa mengalami penundaan,” kata Darlis kepada Kaltim Faktual baru-baru ini.
“Kita kehilangan Rp405 miliar, menurut hitungan Bapenda, tidak menyentuh yang sifatnya pelayanan publik. Yang dipangkas seperti perjalan dinas dan konsumsi rapat. Insyaallah tidak berpengaruh di Kaltim,” tambahnya.
Anggaran Pendidikan Tidak Dipangkas
Darlis juga memastikan bahwa alokasi anggaran pendidikan di Kaltim tidak tersentuh pemangkasan anggaran. Sebab pendidikan merupakan salah satu tanggungjawab negara yang tertulis dalam Undang-Undang.
Politisi PAN itu menyebut pihaknya fokus pada penganggaran yang berkualitas. Misalnya dana perjalanan dinas dikurangi, pengurangan itu akan kembali ke Dinas Pendidikan untuk kebutuhan lain seperti pembenahan sarana prasarana, peningkatan kesejahteraan guru, hingga pengadaan laboratorium.
“Karena kami tidak ingin efisiensi mengganggu proses pendidikan yang sudah berjalan di Kaltim.”
“Jadi kami sudah memastikan kembali saat rapat anggaran bersama pemprov, bahwa anggaran pendidikan tidak akan dilakukan pemotongan anggaran tapi hanya peningkatan kualitas anggaran,” pungkas Darlis. (ens/sty)
-
BALIKPAPAN5 hari agoProyek Sekolah Terpadu Islamic Center Balikpapan Ditunda
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKlarifikasi Pemprov Kaltim Soal Kursi Pijat Rp125 Juta, Ini Fakta Sebenarnya
-
SEPUTAR KALTIM21 jam agoSuara dari Jalanan di Depan Gedung Dewan, Mahasiswa Kaltim Desak Hak Angket Segera Diputuskan
-
SEPUTAR KALTIM19 jam agoSeleksi Paskibraka Kaltim 2026 Dimulai, Ketat dan Tanpa Titipan
-
SEPUTAR KALTIM17 jam agoPeran ASN Makin Krusial, Gubernur Kaltim Soroti Pentingnya Jabatan Fungsional
-
OLAHRAGA1 hari agoYamaha Tancap Gas di Mandalika, Awali Kejurnas 2026 dengan Dominasi Podium
-
OLAHRAGA2 hari agoBola Gembira Warnai Samarinda, Euforia Piala Dunia 2026 Mulai Terasa di Kaltim
-
BALIKPAPAN16 jam agoEfisiensi Anggaran Pangkas Reses dan Dialog Warga DPRD Balikpapan

