PARIWARA
Jelang Pemilu 2024, Wagub Hadi: Organisasi Jangan Dijadikan Kendaraan Politik

Jelang Pemilu 2024, Wagub Kaltim meminta masyarakat tetap tenang. Para pemimpin organisasi juga diharapkan tidak menjadikan lembaganya untuk kendaraan politik.
Betul, ini masih November 2022. Namun gejolak Pemilu serentah 2024 sudah mulai terasa. Dan karena pesta demokrasi negeri ini identik dengan saling serang. Baik politikus dengan lawannya. Ataupun antarsimpatisan.
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi mengimbau masyarakat tetap tenang menyambut pemilu serentak. Persatuan harus diletakkan di atas pilihan politik. Itu harga mutlak yang harus tetap terjaga agar negara tetap kondusif.
Jika tidak, potensi gesekan di masyarakat akan sangat besar. Pasalnya, kata Hadi, Indonesia yang luasnya 23 negara Eropa ini. Terdiri dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, dengan 1.300 suku, 715 bahasa daerah, dan 6 agama.
“Di sinilah pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan agama, perbedaan suku, bahkan perbedaan pilihan ketika dilaksanakan pemilihan umum (pemilu) secara serentak pada 2024 mendatang, semua itu biasa saja, jangan sampai menimbulkan konflik,” kata Wagub Hadi Mulyadi saat Pengukuhan dan Pelantikkan PD Permabudhi Kaltim 2022-2026, Senin (21/11/2022) malam.
Jelang Pemilu 2024 lanjut Hadi, saat ini ada 9 partai eksisting dan 9 partai yang sedang diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) sebagai lembaga penyelenggaraan pemilu di Nusantara.
“Berarti maksimal nanti 18 atau paling tidak 15 partai yang akan mengikuti Pemilu Serentak 2024.”
“Tidak ada masalah. Sebagai ketua partai, saya juga ketua beberapa organisasi. Tapi saya selalu mengingatkan kepada anggota organisasi agar jangan menjadikan organisasi sebagai kendaraan politik,” tegas Wagub Hadi yang aktif menjabat Ketua Umum IKA Spansa, IKA Smada, IKA Jurusan Matematika Unhas dan IKA FMIPA Unhas.
“Agama boleh berbeda, suku boleh berbeda, partai boleh berbeda, hingga pilihan boleh berbeda, tetapi kita harus bersatu,” lanjutnya.
“Tetap jaga kekompakkan, jaga persatuan dan kesatuan, kita semua bersaudara dalam bingkai NKRI, dan mari kita membangun Kalimantan Timur, membangun Ibu Kota Nusantara dan membangun Indonesia,” pungkasnya. (dra)
ADV DISKOMINFO KALTIM
-
PARIWARA4 hari agoClassy Fun Day Experience: Performa Skutik Classy Yamaha Sukses Buktikan Keunggulannya di Jalur Pegunungan
-
KUTIM4 hari agoRatusan Jiwa Terdampak Kebakaran Batu Timbau
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoQRIS Meledak di Kaltim! Pengguna Tembus 859 Ribu, Uang Rp2,9 Triliun Mengalir ke Bank
-
SAMARINDA4 hari agoCurigai Indikasi Mark Up, ARUKKI Laporkan Sewa Land Rover Defender Pemkot Samarinda ke Kejaksaan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA3 hari agoHarga BBM 1 April 2026 Tidak Naik, Pemerintah Pastikan Stok Aman dan Masyarakat Tak Perlu Panik
-
SAMARINDA2 hari agoDari Akses Terbatas Menuju Harapan Baru, Jembatan Garuda Hadir di Pampang
-
NUSANTARA2 hari agoASN Kini Bisa WFH Setiap Jumat, Langkah Baru Menuju Birokrasi Modern dan Hemat Energi
-
SEPUTAR KALTIM2 hari ago77 Titik Panas Muncul, BPBD Kaltim Waspadai Ancaman Karhutla Jelang Musim Kemarau

