PPU
Kabupaten Penajam Paser Utara Siap Jadi Daerah Tumpuan Pangan IKN
Pemkab PPU menyatakan kesiapannya untuk menjadi mitra Kota Nusantara sebagai tumpuan pangan IKN. Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan lahan demfarm untuk penyuluhan kepada petani untuk tanaman padi dan hortikultura.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mempersiapkan diri untuk menjadi daerah tumpuan pangan Kota Nusantara, ibu kota baru Indonesia.
“Kami bersiap sebagai daerah mitra Kota Nusantara, menjadi tumpuan pangan ibu kota baru Indonesia,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan di Penajam, Senin 19 Agustus 2024.
Pemerintah kabupaten menyiapkan lahan seluas 25 hektare sebagai demonstration farming (demfarm).
Hal tersebut dilakukan untuk melakukan penyuluhan kepada petani dengan cara membuat lahan percontohan agar petani bisa melihat dan membuktikan pengaruh sesuatu terhadap tanaman.
“Lahan denfarm itu disiapkan di wilayah Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu untuk tanaman padi dan hortikultura,” tambahnya.
Denfarm dilakukan berupa inovasi teknologi budi daya, pemupukan dan lainnya disesuaikan demografi wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Penyuluhan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil produk dan kualitas produk pangan.
Selain itu, petani di PPU juga diberikan edukasi untuk menerapkan sistem pertanian organik dan Pemkab PPU juga memberikan edukasi kepada petani terkait izin edar komoditas pangan yang dihasilkan dapat dipasarkan di Kota Nusantara.
Komoditas beras yang masuk ibu kota baru Indonesia harus memiliki nomor izin edar.
Misalnya, sayur mayur harus memiliki izin edar pangan segar asal tumbuhan (PSAT).
“Komoditas memiliki sertifikat prima tiga (P-3) yang diterima di Kota Nusantara, P-3 merupakan penilaian pelaksanaan usaha tani dengan produk komoditas aman dikonsumsi,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa terkait izin edar komoditas pangan kewenangan Dinas Ketahanan Pangan, sedangkan Dinas Pertanian pada proses budi daya dan peningkatan produk komoditas pangan. (rw)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoBaru 9 Diakui dari 505 Komunitas, Pemprov Kaltim Bentuk Tim Khusus Percepat Status Masyarakat Adat
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoPerangi DBD, Dinkes Kaltim Sebar 6.170 Dosis Vaksin Qdenga ke Daerah
-
PARIWARA4 hari agoIt’s Time To Ride The Kalcer! Warna Terbaru Grand Filano Hybrid Siap Jadi Skutik Idaman Anak Muda Kalcer Abis
-
SEPUTAR KALTIM4 hari ago21.903 Mahasiswa Baru Kaltim Resmi Bebas UKT Lewat Gratispol, Tahun Depan Target Tembus 124 Ribu Penerima
-
PARIWARA2 hari agoGaji Sering ‘Numpang Lewat’? CIMB Niaga Tawarkan Banyak Fitur Lewat OCTO Savers Payroll
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoAwas Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kaltim Akhir Pekan Ini
-
BALIKPAPAN3 hari agoSoroti 319 Ribu Kasus Kecelakaan Kerja, Wagub Kaltim: K3 Bukan Sekadar Aturan, Tapi Hak Pulang Selamat
-
SEPUTAR KALTIM22 jam agoRealisasi ‘Gratispol’ Religi, 877 Penjaga Rumah Ibadah Kaltim Terbang Gratis ke Tanah Suci

