KUTIM
Maksimalkan Potensi Aren Genjah dengan Sistem Organik
Maksimalkan potensi Aren Genjah dengan menerapkan sistem organik demi peningkatan kualitas dan kuantitas produksi dan produktivitas serta daya saing komoditi aren di Kutai Timur khususnya di Teluk Pandan.
Pertanian organik telah menjadi semakin penting dalam konteks global. Meningkatnya kesadaran tentang pentingnya lingkungan, kesehatan makanan, dan kesejahteraan petani telah memperkuat posisi pertanian organik sebagai pilihan yang berkelanjutan.
Sektor perkebunan yang menjadi sektor terbesar pertanian dalam arti luas pada kontribusi terhadap PDRB Prov. Kaltim memiliki peranan penting dalam Pembangunan perkebunan berkelanjutan.
“Produk tanaman aren memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi ekspor jika diusahakan secara serius,”ungkap Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir pada Pelatihan Pasca Panen dan Pengolahan Perkebunan Standar Organik, di Desa Kandolo, Kec Teluk Pandan, Selasa, 17 Oktober 2023.
Muzakkir menjelaskan Aren Genjah Kutim merupakan tanaman asli Kabupaten Kutai Timur, dengan penyebaran yang luas terdapat di Kecamatan Teluk Pandan.
Namun untuk memaksimalkan potensi komoditi aren, harus memahami dan menerapkan prinsip-prinsip sistem organik.
“Dengan menerapkan sistem organik, kita ikut berkontribusi pada pelestarian lingkungan, mengurangi polusi tanah dan air, dan penggunaan bahan kimia yang lebih aman,”ucap Muzakkir
Langkah ini membuka peluang baru di pasar yang lebih kompetitif, karena produk organik saat ini memiliki permintaan yang stabil dan meningkat di pasar global.
Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menerapkan praktik-praktik organik dalam usaha pertanian dan pengolahan aren demi peningkatan kualitas dan kuantitas produksi dan produktivitas serta daya saing komoditi aren di Kutai Timur khususnya di Teluk Pandan.
“Kami percaya kita dapat menciptakan perubahan positif dalam sektor perkebunan yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, namun juga mendukung pelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial,”tuturnya.
Kegiatan ini dilaksanakan dua hari yakni tanggal 17-18 Oktober 2023 dengan peserta sebanyak 15 orang yang merupakan utusan dari Kelompok Tani Nyiur Melambai. Serta menghadirkan dua narasumber Supervisor Project PT. Iskol Agridaya Internasional dan Fasilitator Internal PT. Iskol Agridaya Internasional. (RW)
-
PARIWARA5 hari agoJadi Kado Spesial di Awal Tahun, Yamaha Resmi Jual Skutik Premium TMAX di Indonesia
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoDrama ‘Prank’ Beasiswa S2 Eksekutif Berakhir, Pemprov Kaltim dan ITK Sepakat Lanjutkan Program Gratispol
-
PARIWARA4 hari ago50 Unit Yamaha TMAX Sold Out dalam Waktu 25 Menit di Program Order Online
-
PARIWARA3 hari agoYamaha YZF-R3/R25 Raih Penghargaan Internasional Prestisius di Jepang
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoBaru 9 Diakui dari 505 Komunitas, Pemprov Kaltim Bentuk Tim Khusus Percepat Status Masyarakat Adat
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPerangi DBD, Dinkes Kaltim Sebar 6.170 Dosis Vaksin Qdenga ke Daerah
-
KUKAR4 hari agoRefleksi Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga, Seno Aji: Musuh Kita Bukan Lagi Penjajah, Tapi Disrupsi Teknologi
-
PARIWARA2 hari agoIt’s Time To Ride The Kalcer! Warna Terbaru Grand Filano Hybrid Siap Jadi Skutik Idaman Anak Muda Kalcer Abis

