SAMARINDA
Masih Dipantau, Dishub Samarinda akan Segel Parkir Mal, RS, dan Hotel yang Tak Berizin
Bulan April sudah berakhir, Dishub Samarinda masih memberi kelonggaran bagi para pengelola parkir otonom yang tengah mengurus izin. Bagi yang tanpa progres, area parkirnya bakal disegel, namun tunggu persetujuan wali kota.
Tim Penanganan Parkir Otonom di Samarinda yang dibentuk oleh pemkot terus bekerja. Mereka akan mengevaluasi, mengawasi, dan menindak sejumlah parkir otonom tak berizin. Terdiri atas pusat perbelanjaan (mal), Rumah Sakit, hingga hotel.
Bermula dari area parkir di Mal Samarinda Central Plaza (SCP) yang jadi perhatian pemerintah lantaran tak berizin dan tak penuhi fasilitas parkir. Lalu kini terdata ada 20 area parkir otonom yang masuk dalam daftar.
Mal Lembuswana, Samarinda Square, Mesra Indah, Bigmall, City Centrum, Merak Square, Lotte Mart, lalu Grand Samarinda/SMEC, kemudian RS SMC, Dirgahayu, hingga RS Abdul Wahab Syahrani.
Lalu wisata Wonderland Samarinda, Hotel Selyca Mulia, RS Hermina, Mal SCP, Premier Hotel, Harris/Matos, lalu Segiri Grosir, RS Darjat, hingga APT Pranoto. Jumlahnya masih bisa terus bertambah.
Dinas Perhubungan Kota Samarinda memberi tenggat waktu sampai 30 April 2024. Meski waktu sudah lewat, masih diberi kelonggaran dengan catatan terus berprogres dan menjalin komunikasi dengan pemkot.
Dishub Terus Monitor Progres Pengurusan Perizinan
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu menyebut masih banyak parkir otonom yang sama sekali tidak berprogres. Dari jumlah yang ada baru 2 yang berprogres baik.
“Jadi kita sudah melakukan pemantauan progresnya, ada 2 gedung yang sudah berprogres, ada RS AWS dan Mesra Mall yang sudah mengecat marka dan rambu, juga pengumuman parkir cashless,” jelas Manalu Senin 6 Mei 2024.
“Yang lain masih dalam proses, City Centrum dan Big Mall mengecat marka,” tambahnya.
Manalu menambahkan, untuk Mal SCP, sudah mulai mengunggah progres. Namun berkas yang ditampilkan hanya penyelesaian pengecatan marka dan sprinkle pada lantai 1. Sehingga ditolak oleh Manalu.
Lalu progres lain, Mal Samarinda Square masih terkendala dalam pengecatan marka. Alasannya beberapa hari terakhir Kota Samarinda diguyur hujan. Sementara RS Dirgahayu, mengajukan pertimbangan karena tengah merehab kawasan parkirnya.
“Masih kasih kesempatan, cuma dalam waktu dekat, bakal ada yang kami segel, ada yang sudah dibidik, terutama yang penyediaan fasilitasnya tidak ada sama sekali,” tambahnya.
Kata Manalu, bagi parkir otonom yang disegel nanti, tidak menghentikan aktivitas parkir. Hanya saja masyarakat yang masuk ke area parkir tidak perlu membayar pungutan parkir, dan pihak pengelola tidak boleh menarik parkir dari pengunjung.
“Karena kan fasilitas itu yang dibayar oleh masyarakat. Kalau fasilitas tidak terpenuhi, ngapain bayar parkir. Tapi masih nunggu arahan Pak Wali,” pungkasnya. (ens/fth)
-
SAMARINDA5 hari agoRatusan Sopir Truk Demo di Balai Kota Samarinda, Tolak Pembatasan Kupon Biosolar dan Blokir Fuel Card
-
HIBURAN3 hari agoAkhir Pekan di Temindung Creative Hub, 111 Film Pendek Ikut Festival Film Kaltim
-
BALIKPAPAN4 hari agoMulai 1 September, Aturan Baru BBM Subsidi Balikpapan: Mobil Isi Pertalite Pukul 22.00-06.00 WITA
-
KUKAR3 hari agoKarnaval GEAR Ultima Yamaha Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ribuan Warga Bukit Pariaman Antusias
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAnggaran Dishut Kaltim Sempat Dipangkas 60 Persen, Dikembalikan untuk Tangani Karhutla
-
SAMARINDA19 jam agoMuka Air Turun 20 Sentimeter, Bendungan Lempake Diperkirakan Hanya Bertahan 2 Minggu
-
OLAHRAGA16 jam agoTurnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 di De Ale Diikuti 64 Peserta, PWI Kaltim Dorong Lahirnya Talenta Baru
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDebit Sungai Mahakam Menyusut, Air Laut Mulai Masuk tapi Pasokan Air Baku Kaltim Disebut Aman

