BALIKPAPAN
May Day 2026, Buruh Balikpapan Desak Kenaikan UMK dan Perbaikan Layanan BPJS Kesehatan
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Balikpapan diwarnai dengan berbagai tuntutan dari kalangan pekerja.
Selain mendesak kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) yang lebih layak, buruh juga menyoroti persoalan layanan BPJS Kesehatan yang dinilai masih bermasalah.
Isu ini menjadi perhatian serius DPRD Balikpapan yang berjanji akan menindaklanjuti keluhan tersebut melalui pembahasan bersama pihak terkait.
Buruh Dorong Kenaikan UMK Lewat Forum Tripartit
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan kesejahteraan buruh, khususnya terkait kenaikan UMK.
Meski Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) melaporkan UMK Balikpapan mengalami kenaikan setiap tahun sesuai regulasi, para buruh berharap nilainya bisa lebih tinggi dan sesuai dengan kebutuhan hidup layak.
“Harapan teman-teman buruh, UMK bisa naik lebih tinggi lagi. Hal tersebut tentunya akan dibahas melalui forum tripartit,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Forum tripartit sendiri melibatkan pemerintah, pengusaha, dan perwakilan pekerja dalam menentukan kebijakan ketenagakerjaan.
DPRD Soroti Masalah BPJS, Siapkan Anggaran Rp90 Miliar
Selain upah, layanan BPJS Kesehatan menjadi isu krusial yang paling banyak dikeluhkan buruh.
Tercatat sekitar 7.000 peserta BPJS di Balikpapan mengalami pemangkasan status kepesertaan dari pemerintah pusat.
Menanggapi hal ini, Budiono menegaskan DPRD akan melakukan pendalaman data bersama Dinas Sosial. Bagi warga yang tidak lagi ditanggung pusat maupun provinsi, Pemkot Balikpapan siap mengambil alih melalui APBD.
“Pemerintah kota telah menyiapkan anggaran sekitar Rp90 miliar untuk menjamin kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Budiono juga menyoroti sejumlah kendala teknis di lapangan, seperti tunggakan klaim BPJS ke rumah sakit serta antrean pasien yang masih menumpuk.
Selain itu, buruh meminta transparansi terkait daftar penyakit yang tidak ditanggung BPJS.
Untuk mencari solusi konkret, DPRD Balikpapan berencana memanggil pihak BPJS Kesehatan guna melakukan pertemuan khusus bersama perwakilan buruh.
“Kami akan menjadwalkan pertemuan agar semua keluhan bisa dijawab secara terbuka,” pungkasnya. (adv/am)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoSeleksi Dirut MMP Kaltim Dipersoalkan, Batas Usia Maksimal Jadi Sorotan
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoAntrean BBM di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Masalah Ada di SPBU
-
PARIWARA3 hari agoBreak Time Bareng AEROX, Cara Yamaha Dekatkan AEROX ALPHA dengan Generasi Muda
-
KUKAR3 hari agoPemprov Kaltim Tegaskan Aset SMAN 10 Samarinda Tetap Bisa Digunakan untuk Belajar
-
KUKAR3 hari agoDistanak Kukar Kembangkan Sorgum dan Siapkan Demplot Jelai untuk Diversifikasi Pangan
-
KUKAR3 hari agoJangkauan Program Distanak Kukar Terkendala SDM dan Fiskal
-
PARIWARA4 hari agoBAF Friends Festival di Yamaha Sentral Balikpapan, Ada Service dan Ganti Oli Gratis
-
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoHarga Sawit Kaltim Naik, TBS Umur 10–20 Tahun Tembus Rp3.604 per Kg

