Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Melihat Kondisi Rumah Dinas Gubernur Kaltim yang Viral karena Renovasi Rp25 Miliar, Ini Kondisi Sebenarnya

Published

on

Isu besaran anggaran renovasi rumah jabatan Gubernur Kalimantan Timur yang sempat viral di media sosial akhirnya diluruskan oleh pihak Pemerintah Provinsi Kaltim.

Angka Rp25 miliar yang ramai dibicarakan disebut bukan angka khusus untuk rumah jabatan gubernur, melainkan gabungan berbagai kebutuhan pengadaan dan perbaikan fasilitas pemerintahan.

Kepala Bagian Biro Umum Setda Provinsi Kaltim, Astri Intan, dalam sebuah podcast bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, memberikan penjelasan rinci sekaligus menunjukkan kondisi nyata rumah jabatan yang akan direnovasi.

Bocor, Plafon Jebol hingga Area Tak Layak Pakai

Dalam penjelasannya, Astri memperlihatkan bahwa kondisi rumah jabatan gubernur saat ini memang membutuhkan perbaikan serius. Beberapa bagian bangunan dilaporkan mengalami kebocoran saat hujan deras, bahkan plafon di sejumlah titik terlihat rusak dan jebol.

Tidak hanya itu, fasilitas di dalam rumah jabatan juga disebut sudah tidak layak. Beberapa bagian seperti ranjang dan perabotan disebut sudah tampak kusam dan tidak lagi representatif sebagai rumah dinas pejabat negara.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, genangan air sempat muncul di area sekitar bangunan saat hujan lebat mengguyur Kota Samarinda, yang memperkuat alasan perlunya renovasi segera dilakukan.

Hanya Rp3 Miliar, Bukan Rp25 Miliar untuk Rumah Jabatan

Astri menegaskan bahwa angka Rp25 miliar yang beredar di publik merupakan hasil kompilasi beberapa kebutuhan anggaran tahun 2024, yang mencakup berbagai sektor, bukan hanya rumah jabatan gubernur.

“Yang sebenarnya untuk renovasi rumah jabatan gubernur itu sekitar Rp3 miliar, dan itu sudah termasuk dengan gedung pertemuan Odah Bebaya,” demikian penjelasan yang disampaikan dalam forum tersebut.

Ia menambahkan, angka Rp25 miliar yang viral di media sosial sering disalahartikan sebagai anggaran khusus renovasi rumah jabatan, padahal di dalamnya terdapat berbagai pos lain seperti pengadaan, perbaikan pagar, serta kebutuhan kantor gubernur dan wakil gubernur.

Penjelasan ini muncul di tengah sorotan publik yang mempertanyakan besarnya anggaran fasilitas pejabat daerah. Pemerintah berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang terlanjur berkembang di masyarakat.

Menurut Biro Umum, transparansi anggaran penting untuk disampaikan agar publik memahami bahwa setiap perencanaan belanja daerah memiliki struktur dan peruntukan yang berbeda-beda, tidak bisa disederhanakan dalam satu angka total.

Renovasi untuk Fungsi, Bukan Kemewahan

Pemerintah Provinsi Kaltim menegaskan bahwa renovasi ini bukan bentuk kemewahan, melainkan kebutuhan untuk memastikan rumah jabatan tetap berfungsi sebagai fasilitas negara yang layak, aman, dan representatif.

Dengan kondisi bangunan yang sudah mengalami penurunan kualitas, perbaikan dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga fungsi pelayanan dan kegiatan pemerintahan di lingkungan rumah jabatan.

Isu anggaran yang sempat viral menunjukkan betapa cepatnya informasi menyebar di ruang digital, namun tidak selalu disertai konteks yang utuh.

Klarifikasi dari pihak Biro Umum diharapkan dapat memberikan gambaran lebih seimbang mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.
Renovasi rumah jabatan gubernur pun pada akhirnya bukan soal angka semata, melainkan soal menjaga kelayakan fasilitas negara agar tetap dapat digunakan sebagaimana mestinya. (Am/lim)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.