Connect with us

SAMARINDA

Pakai Sistem Sewa, Para Lurah Samarinda Dapat Mobil Dinas MPV

Published

on

Pakai Sistem Sewa, Para Lurah Samarinda Dapat Mobil Dinas MPV
Tangkapan layar penampakan mobil dinas Lurah Kota Samarinda. (istimewa)

Kabar bahagia bagi seluruh lurah di Samarinda. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memberikan fasilitas mobil dinas berupa mobil berjenis MPV. Jumlah mobil yang difasilitasi sebanyak 59 unit. Sesuai dengan jumlah kelurahan di Kota Tepian.

Kabar ini muncul di chat group Whatsapp wartawan. Di mana ada video yang memperlihatkan deretan mobil brand Toyota seri Avanza Veloz terbaru berpelat putih. Di video tersebut, ada suara yang menyebutkan mobil deretan mobil itu diperuntukkan untuk lurah.

“Mobil lurah sudah siap. Mobil lurah mau keluar, satu Samarinda. Pak Lurah unit baru. Wah ini dia. 50 unit baru, pelatnya putih,” ucapnya sosok di balik video tersebut.

Tak berlama-lama, awak media langsung mengkonfirmasi kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun di Balaikota Samarinda pada Jumat (14/10/2022).

Baca juga:   Supaya Lebih Produktif, Masyarakat Samarinda Diajak Manfaatkan Teknologi Digital

Andi mengakui, fasilitas kendaraan dinas ini karena melihat tugas lurah sangat berat. Lurah merupakan sosok di garda terdepan pelayanan publik.

“Coba kita lihat waktu Covid-19, kurang lebih tiga tahun lurah itu tidurnya tidak pernah cukup. Semua masalah sosial di tingkat RT, kelurahan, di samping tugas-tugas wajibnya selaku lurah semua berada di dalam tanggung jawab lurah.”

“Anggaran di kelurahan sangat terbatas. Mereka menggunakan dana pribadinya untuk menambahi biaya transportasi BBM-nya (Bahan Bakar Minyak). Karena mereka bekerja tidak lagi pakai jam kerja. Sudah extraordinary (luar biasa),” jelas Andi.

Pengadaan mobil dinas ini ternyata tidak menguras APBD sampai kering. Karena sistem yang digunakan oleh Pemkot Samarinda adalah sistem sewa tahunan. Sistem sewa ini memberikan keuntungan yang banyak.

Baca juga:   "Disentil" Ditjen Soal TPP Guru, Andi Harun: Kami Tidak Memiliki Anggaran

Andi menganalisa penggunaan kendaraan dinas yang menggunakan sistem beli langsung di seluruh Indonesia. Dia melihat riwayat pemeliharaan kendaraan tidak rapi. Ada yang dirawat di bengkel resmi, ada pula di bengkel tidak resmi.

Selain itu, apabila kendaraan tersebut mengalami kerusakaan atau masalah teknis, setiap unit organisasi memiliki aturan tersendiri dalam koordinasinya. Artinya tidak ada aturan pasti dalam penggunaan kendaraan dinas.

Dengan latar belakang inilah, Pemkot menggunakan sistem sewa. Kekuatan fiskal Kota Samarinda mampu, penggunaan kendaraan dinas tidak terlalu rumit, dan bisa membantu lurah.

“Manfaat lainnya kita hanya menyediakan BBM. Urusan ganti oli dan kerusakan lain semua maintenance dari penyedia. Jadi semua efisien dan setelah kami hitung-hitung, jauh lebih efisien daripada membeli yang baru,” lanjutnya.

Baca juga:   Si Jago Merah Mengamuk Lagi, Hanguskan Warung dan Rumah Kos di Dadi Mulya

Meskipun begitu, Andi secara tegas menyatakan bahwa mobil dinas bukan khusus digunakan oleh lurah. Tetapi mobil dinas ini diperuntukkan operasional kelurahan. Artinya hanya untuk bekerja saja.

“Ini untuk kelurahan. Iya, lurahnya yang melakukan pengendalian dan pemanfaatan. Tetapi ini lebih ke operasional kelurahan,” tegasnya.

Sebagai bentuk pengawasan pemerintah dan masyarakat, setiap mobil dinas akan dipasang stiker bertuliskan kelurahannya. Sehingga, apabila disalahgunakan, masyarakat bisa melaporkannya. (ng)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.