HIBURAN
Pemeran Film “Petaka Gunung Gede” Ramaikan XXI Samarinda Square, Penonton Antusias Serbu Studio
Antusiasme tinggi mewarnai Cinema Visit Petaka Gunung Gede di Studio XXI Samarinda Square. Suasana studio semakin riuh ketika para pemeran film hadir langsung untuk menyapa penonton.
Ketegangan terasa sejak awal pemutaran film di Studio 3, mal yang terletak di Jalan M. Yamin tersebut. Para penonton tampak larut dalam adegan demi adegan yang mencekam, sesekali bereaksi terhadap kejutan horor yang tersaji di layar.
Namun, suasana berubah saat para pemain muncul setelah film selesai diputar. Arla Aliani (Maya), Adzana Shaliha (Ita), Endy Arfian (Ale), dan Razan Zu (Yadi) langsung menyapa para penonton, menciptakan euforia tersendiri di dalam studio.
Keriuhan semakin bertambah saat mereka mengadakan sesi interaktif dengan penonton. Dalam sesi tanya jawab seputar film, dua penonton yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan kaos eksklusif bertanda tangan para pemeran, menambah keseruan acara tersebut.
Diangkat dari Kisah Nyata
Petaka Gunung Gede merupakan film yang diadaptasi dari kisah nyata Maya Azka pada tahun 2007. Disutradarai oleh Azhar Konoi Lubis, film ini mengisahkan pengalaman Maya dan sahabatnya, Ita, yang ikut pendakian ke Gunung Gede bersama Indra, kakak Maya, serta teman-temannya.
Pendakian yang awalnya terasa menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk ketika Ita mengaku sedang datang bulan—sebuah hal yang dalam kepercayaan setempat dianggap dapat membawa petaka di gunung. Sejak saat itu, berbagai kejadian mistis mulai terjadi, membuat rombongan mereka dihantui oleh peristiwa aneh hingga Ita mengalami kerasukan.
Mereka pun harus berjuang bertahan di tengah teror yang mengancam, berusaha menemukan jalan pulang sebelum terlambat.
Lebih dari Sekadar Film Horor
Tak hanya menyajikan ketegangan, Petaka Gunung Gede juga mengangkat nilai persahabatan yang kuat. Film ini menunjukkan bagaimana solidaritas tetap terjalin meskipun dalam situasi sulit.
“Walaupun ada pertengkaran di atas gunung, mereka tetap sahabatan sampai turun,” ungkap Adzana Shaliha, pemeran Ita, menyoroti sisi emosional yang ada dalam cerita.
Proses produksi juga menjadi pengalaman baru bagi para pemerannya, terutama bagi mereka yang belum pernah mendaki gunung sebelumnya. Endy Arfian, yang sudah memiliki pengalaman mendaki, mengaku lebih mudah beradaptasi. Namun, beberapa pemain lain harus berjuang menghadapi tantangan medan yang berat.
“Naik gunung tanpa syuting aja sudah perjuangan banget, apalagi sambil syuting,” ujar Razan Zu, pemeran Yadi.
Meski begitu, mereka tetap menikmati proses syuting berkat kekompakan tim. Arla Aliani menambahkan, “Capek pasti ada, apalagi ini menantang fisik. Tapi karena pemain dan kru sangat suportif, kita jadi tetap menikmati prosesnya.”
Pesan untuk Para Pendaki
Selain menyuguhkan pengalaman horor yang menegangkan, film ini juga membawa pesan bagi para pendaki agar selalu waspada dan menghormati alam.
Para pemain menegaskan bahwa Petaka Gunung Gede bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat agar pendaki selalu menjaga etika saat berada di alam bebas.
“Aku harap kalian enggak jadi takut naik gunung, karena gunung itu enggak serem asal kita menjaga tata krama saat mendaki,” pesan Adzana Shaliha.
Film Petaka Gunung Gede telah tayang di bioskop sejak awal Februari 2025 dan siap memberikan pengalaman horor yang menegangkan sekaligus penuh makna bagi para penonton. (tha/sty)
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoEks Bandara Temindung “Hidup Lagi”, Dispar Kaltim Janjikan Agenda Kreatif Tiap Bulan
-
PARIWARA4 hari agoJadi Kado Spesial di Awal Tahun, Yamaha Resmi Jual Skutik Premium TMAX di Indonesia
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoDrama ‘Prank’ Beasiswa S2 Eksekutif Berakhir, Pemprov Kaltim dan ITK Sepakat Lanjutkan Program Gratispol
-
SAMARINDA5 hari agoAkses Pedalaman Kaltim Terbuka Lagi, Bandara APT Pranoto Operasikan 6 Rute Perintis
-
PARIWARA3 hari ago50 Unit Yamaha TMAX Sold Out dalam Waktu 25 Menit di Program Order Online
-
PARIWARA3 hari agoYamaha YZF-R3/R25 Raih Penghargaan Internasional Prestisius di Jepang
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPerangi DBD, Dinkes Kaltim Sebar 6.170 Dosis Vaksin Qdenga ke Daerah
-
KUKAR4 hari agoRefleksi Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga, Seno Aji: Musuh Kita Bukan Lagi Penjajah, Tapi Disrupsi Teknologi

