SAMARINDA
Pergantian Pusat Layanan Autis menjadi Disabilitas akan Diperdakan, Disdikbud Samarinda Dorong Sekolah Inklusi
Disdikbud Kota Samarinda telah mengganti Pusat Layanan Autis menjadi Pusat Layanan Disabilitas. Yang kemudian akan diupgrade ke dalam Perda Pendidikan. Guna mendorong sekolah inklusi di Kota Samarinda.
Sejak tahun 2014, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memiliki UPT Pusat Layanan Autis (PLA). Yang mulai beroperasi sejak tahun 2015 untuk melayani terapi anak-anak dengan autisme di Ibu Kota Kaltim.
Namun pada 2020 Ditjen PMPK Kemendikbudristek kemudian mengimbau untuk mengganti namanya. Pemkot Samarinda kemudian melaksanakan pergantian nama itu, pada 2023 kemarin.
Dengan mengganti UPT Pusat Layanan Autis (PLA) menjadi Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Asli Nuryadin menjelaskan pihaknya pada tahun ini akan meng-upgrade perubahan nama itu ke dalam Perda Pendidikan.
“Perda pendidikan kita itu kan 2013. Perda itu sudah cukup lama karena di perda itu masih ada SMA dan SMK. Jadi sekaligus pelepasan itu yang kini dipegang pemprov,” jelas Asli Rabu 14 Maret 2024.
“Jadi kita itu kan ada PAUD, TK, SD, SMP ada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), selain itu ada juga PLDPI tadi,” sambungnya.
Menurut Asli perubahan itu tak hanya sekadar nama. Melainkan juga pelayanan di sana. Karena di dalam layanan disabilitas ada terapis, dokter, juga psikolog. Yang khusus menangani anak berkebutuhan khusus.
Dengan berganti nama. Maka pelayanannya akan lebih luas. Sekaligus menaungi 178 sekolah negeri dan swasta di Samarinda yang sudah menyelenggarakan pendidikan inklusi. Bagi berkebutuhan khusus yang ringan.
“Jadi anak-anak disabilitas itu, kalau dia ringan, dia dibolehkan masuk ke sekolah umum. Nanti di sana kan ada guru juga yang sudah di-assesment.”
Meski sarana khusus atau guru yang spesifik menangani kebutuhan khusus tidak ada di sekolah negeri. Namun kata Asli, niat tulus dan ikhlas daripada guru umum akan dibekali oleh sistem dari PLDPI itu, Mereka bisa mengajar di sekolah yang umum.
Samarinda Tingkatkan Jumlah Sekolah Inklusi
Asli berharap secara perlahan semua sekolah di Samarinda bisa menjadi sekolah inklusi. Karena jika semua sekolah sudah inklusi, maka Samarinda akan menjadi sekolah ramah anak kota layak anak.
Asli mencatat, progresnya sekitar 50% lebih. Karena baru 178 sekolah yang menerima anak disabilitas atau berkebutuhan khusus. Dari jumlah keseluruhan 310 sekolah.
“Target 100%, kita lihat situasi, gurunya masih terbatas. Tapi sekolah yang ada ini, sudah memfasilitasi akses anak disabilitas ini,” pungkasnya. (ens/fth)
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoTahun Baru Islam 1448 H, Wagub Kaltim Serukan Semangat Hijrah dan Perubahan
-
OLAHRAGA2 hari agoLuar Biasa! Aldi Satya Mahendra Naik Podium Lagi di World Supersport Misano
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoHarga Sawit Kaltim Kembali Merosot, TBS Usia Produktif Kini Rp3.403 per Kg
-
PARIWARA4 hari agoSapu Bersih! Yamaha Raih 7 Gelar Bergengsi di Otomotif Award 2026
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoKabar Baik untuk Media Lokal, Belanja Media Pemprov Kaltim Segera Aktif Lagi
-
NUSANTARA23 jam agoDari Pesisir Selatan Sulawesi hingga Negeri di Atas Awan Toraja, GEAR ULTIMA Tuntaskan Etape Perdana Celebes Expedition
-
PARIWARA15 jam agoReview Samsung Galaxy A06 HP Entry-Level Terbaik Samsung Tahun Ini dan Berikut Fiturnya
-
SEPUTAR KALTIM18 jam agoDelapan Tersangka Korupsi KUR Bank BUMN di Samarinda Ditahan, Kerugian Negara Capai Rp1,48 Miliar

