SAMARINDA
Samarinda Pimpin Kesiapan Sekolah Rakyat Kaltim, Siswa Rintisan Mulai Juli 2025

Samarinda menjadi daerah pertama di Kalimantan Timur yang siap membangun Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Pembangunan gedung permanen ditargetkan mulai Juli 2025, sementara proses belajar dimulai lebih awal lewat sistem rintisan di tiga lokasi.
Kepala Dinas Sosial Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak, menyatakan hanya Samarinda yang lahan sekolah rakyatnya siap dibangun pada 2025. Tiga kabupaten lainnya, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Berau, serta usulan provinsi di Bukit Biru masih dalam proses pematangan lahan.
“Lahan di sekitar Stadion Utama Palaran, Samarinda, telah siap. Pembangunan gedung permanen berkapasitas 1.000 siswa (SD-SMA) senilai Rp210 miliar ditargetkan dimulai Juli 2025,” jelas Ishak, Senin, 7 Juli 2025.
Sistem Rintisan Sementara
Untuk mengejar target operasional 200 Sekolah Rakyat se-Indonesia pada 2025, Kaltim mengoptimalkan tiga lokasi rintisan:
- Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP): 4 kelas (2 SMP, 2 SMA)
- Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP): 4 kelas (2 SD, 1 SMP, 1 SMA)
- SMA Negeri 16 Samarinda: 3 kelas (2 SD, 1 SMA)
“Rintisan ini bersifat sementara, maksimal satu tahun. Begitu gedung permanen selesai, siswa akan dipindahkan,” tegas Ishak. Tiap kelas menampung 25 siswa dari keluarga miskin ekstrem (desil 1-2) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Penyesuaian Alokasi Kelas
Ishak mengakui adanya penyesuaian alokasi rombongan belajar (rombel) akibat kebijakan terbaru:
- Rintisan wajib menyertakan kelas SD.
- SMA 16 Samarinda hanya mampu menampung 3 rombel (dari rencana awal 4 rombel) akibat keterbatasan ruang.
- Pembelajaran di SMA 16 akan memanfaatkan laboratorium dengan sistem sharing jadwal bersama Dinas Pendidikan.
Ajakan ke Masyarakat
Ishak meminta masyarakat tak khawatir dengan sistem asrama. “Ini pendidikan terbaik setara Taruna Nusantara, dengan kurikulum plus pendidikan karakter dan spiritual. Tujuannya memutus rantai kemiskinan melalui perubahan pola pikir anak,” imbaunya.
Ia juga mendorong orang tua melepas anaknya, terutama jenjang SD, termasuk bagi putus sekolah.
“Verifikasi oleh pendamping PKH dan BPS akan memastikan hak penerima tepat sasaran.” (chanz/sty)
-
Nasional5 hari ago7 Menteri Teken Aturan Penggunaan AI di Sekolah, Tekankan Prinsip ‘Tunggu Anak Siap’
-
SAMARINDA5 hari agoJelang Lebaran, Pemprov Kaltim Jamin Stok Pangan Aman hingga 6 Bulan ke Depan
-
SEPUTAR KALTIM5 hari ago
Pemprov Kaltim Jamin Internet Gratis dan Lancar Selama Mudik Lebaran 1447 H, Waspada Tagihan Fiktif
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoJelang Mudik Lebaran, Dishub Kaltim Sisir Kelayakan Kapal di Sungai Mahakam
-
SAMARINDA2 hari agoMusim Hujan Masih Berlangsung, BPTD dan BMKG Minta Pemudik Jalur Darat di Kaltim Lebih Waspada
-
BERITA2 hari agoYamaha Kaltimtara Gelar Buka Puasa Bersama 1.000 Anak Yatim di Balikpapan
-
MAHULU2 hari agoBandara Ujoh Bilang Dikebut, Wagub Kaltim Targetkan Penerbangan Perdana Tahun Ini
-
PARIWARA1 hari agoPunya Rencana Riding Saat Libur Lebaran, Simak Tips Perawatan Sepeda Motor dari Yamaha

