Connect with us

SEPUTAR KALTIM

Sebelum Ada Srikandi, SMAN 1 Long Ikis Maksimalkan WhatsApp untuk Kearsipan dan Administrasi

Published

on

Ilustrasi: SMAN 1 Long Ikis yang terletak di Kabupaten Paser, Kaltim. (sekolah kita)

Jauh sebelum coba menerapkan aplikasi Srikandi. SMAN 1 Long Ikis sempat menggunakan media sosial WhatsApp untuk menopang proses kearsipan dan administrasinya.

Per tahun ini, Pemerintah Pusat mengintruksikan seluruh lembaga pemerintahan mengganti sistem kearsipan dan administrasinya ke digital. Implementasinya adalah dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi).

Tengah tahun 2023, Pemprov Kaltim serta beberapa daerah tingkat bawahnya meluncurkan aplikasi tersebut. Peluncuran itu adalah titik mula mereka menerapkan Srikandi.

OPD di Kaltim yang termasuk barisan awal mengimplementasikan Srikandi adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Pada November ini, mereka bahkan telah meluncurkan aplikasi Srikandi untuk semua sekolah yang berada di bawah kewenangan mereka. Yakni Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Baca juga:   Gelar Pemeriksaan Kesehatan dalam Rangkaian HUT ke-52 Korpri

Kepala SMAN 1 Long Ikis, Kabupaten Paser, Syaipuddin mengapresiasi aturan baru ini. Ia meyakini ke depan, tata kelola arsip dan administrasi di tingkat sekolah akan lebih baik, cepat, dan murah.

Ia sedikit menceritakan bahwa selama ini di sekolahnya masih menggunakan sistem manual. Sehingga cukup memakan waktu dan tenaga. Nah, seiring kemajuan teknologi, mereka coba memanfaatkan media sosial WhatsApp untuk mempermudah distribusi arsip dan administrasi.

“Ini (WhatsApp) menjadi bagian yang penting juga membantu sementara, cuman kan tidak semudah yang kita pikirkan untuk bisa mengarsipkan dengan model seperti itu.”

“Walau memang sudah mengandung teknologi di dalamnya dan bisa mengefisienkan. Cuman memang terkendalanya harus ada kerja manual lagi. Kalau kita menggunakan itu,” ungkapnya belum lama ini.

Baca juga:   Yogyakarta Jadi Pelopor Pemusnahan Arsip Ramah Lingkungan

“Berbeda halnya dengan Srikandi. Inikan sudah terintegrasi secara keseluruhan sekolah. Cabang Dinas terus dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi sebagai dinas induk bahkan nanti terintegrasi dengan semua OPD,” pungkas Syaipuddin. (fth/rw)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

ADVERTORIAL DINAS PERPUSTAKAAN & KEARSIPAN KALTIM

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.