OLAHRAGA
Seno Aji Targetkan Kaltim Masuk Lima Besar PON 2028, Minta KONI Baru Fokus Prestasi dan Efisiensi
Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kalimantan Timur 2026 tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan organisasi olahraga daerah, tetapi juga momentum untuk menetapkan arah baru pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Dalam forum tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, memasang target ambisius agar Kaltim mampu menembus lima besar nasional pada PON 2028. Namun di balik target tersebut, ia mengingatkan sejumlah tantangan yang harus dihadapi, mulai dari keterbatasan anggaran, kebutuhan peningkatan fasilitas olahraga, hingga pentingnya menjaga persatuan di kalangan insan olahraga.
“Kami bercita-cita agar Kaltim ini sebelum menjadi ibu kota negara sudah bisa menorehkan prestasi di dunia olahraga,” kata Seno Aji saat membuka Musorprov KONI Kaltim 2026, Rabu (3/6/2026).
Bidik Lima Besar Nasional di PON 2028
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menilai prestasi olahraga daerah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif yang perlu terus ditingkatkan.
Pada PON Papua 2021, Kaltim berhasil menempati peringkat ketujuh nasional dengan raihan sekitar 25 medali emas. Sementara pada PON Aceh-Sumatera Utara 2024, jumlah medali emas meningkat menjadi 29.
Meski demikian, peningkatan perolehan medali tersebut belum mampu mengangkat posisi Kaltim di klasemen nasional. Kaltim justru turun ke peringkat kedelapan karena ketatnya persaingan antarprovinsi.
Melihat kondisi tersebut, Seno Aji menilai target lima besar pada PON 2028 masih realistis untuk dicapai.
“Target kita tidak muluk-muluk. Memang target utamanya tiga besar, tetapi setidaknya posisi lima besar pada PON 2028 harus bisa tercapai,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut akan menjadi modal penting bagi Kalimantan Timur yang tengah bersiap menjadi pusat perhatian nasional seiring kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).
Prestasi Harus Meningkat, Anggaran Tetap Efisien

Di tengah target besar tersebut, Seno Aji mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini menuntut pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan efisien.
Ia meminta kepengurusan KONI Kaltim yang baru mampu menghasilkan prestasi lebih baik tanpa harus bergantung pada peningkatan anggaran secara signifikan.
“Kita ingin tidak hanya menghambur-hamburkan uang. Saat ini kita sedang efisiensi. Ketua KONI yang baru harus pintar menyiasati kemungkinan anggaran yang hanya cukup, tetapi hasilnya harus lebih baik dari PON sebelumnya,” tegasnya.
Seno juga mengakui bahwa kepengurusan KONI periode 2022–2026 menghadapi tantangan berat akibat dampak pandemi Covid-19 dan keterbatasan fiskal daerah.
“Tahun 2021 sampai 2022 baru selesai Covid. Anggaran juga seret turunnya. Tapi akhirnya semua kegiatan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Karena itu, ia berharap kepengurusan baru dapat menyusun program yang lebih terukur dan tepat sasaran agar pembinaan atlet tetap berjalan optimal.
Infrastruktur Olahraga Akan Diperkuat
Selain dukungan anggaran, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga berkomitmen meningkatkan kualitas sarana olahraga yang menjadi kebutuhan atlet daerah.
Salah satu fasilitas yang akan mendapat perhatian khusus adalah kolam renang di kawasan Stadion Palaran, Samarinda.
Menurut Seno Aji, cabang olahraga renang memiliki potensi besar untuk menyumbangkan medali emas sehingga membutuhkan fasilitas latihan yang lebih representatif.
“Kita akan memperbaiki kolam renang yang ada di Stadion Palaran karena cabang olahraga renang memiliki banyak potensi untuk mendapatkan medali emas,” katanya.
Rencana revitalisasi fasilitas olahraga tersebut dijadwalkan mulai direalisasikan pada tahun 2027 sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON 2028.
Seno juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim serta DPRD Kaltim memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan pembinaan atlet melalui penganggaran yang memadai.
“Tugas Kadispora memastikan agar kebutuhan KONI bisa dibantu untuk diketuk palunya di ruang paripurna,” ujarnya.
Momentum Evaluasi dan Regenerasi Kepemimpinan
Musorprov KONI Kaltim 2026 juga menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan Rusdiansyah Aras sebagai Ketua Umum KONI Kaltim periode 2022–2026.
Dalam pidato perpisahannya, Rusdiansyah mengakui perjalanan organisasi selama empat tahun terakhir tidak selalu berjalan mudah. Namun berbagai tantangan tersebut berhasil dilalui berkat dukungan pemerintah daerah, cabang olahraga, dan seluruh insan olahraga Kalimantan Timur.
“Kita telah melewati berbagai dinamika. Namun berkat kerja sama yang solid, kita tetap mampu menjaga martabat Kalimantan Timur sebagai barometer olahraga di luar Pulau Jawa,” katanya.
Rusdiansyah juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepemimpinannya masih terdapat target yang belum sepenuhnya tercapai.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh insan olahraga prestasi di Kalimantan Timur. Segala keberhasilan adalah milik kita bersama, namun segala kekurangan adalah tanggung jawab saya sebagai ketua umum,” tuturnya.
Dengan target masuk lima besar nasional pada PON 2028, kepengurusan KONI Kaltim yang baru kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga tren prestasi sekaligus membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih efektif, solid, dan berkelanjutan. (Gi/am)
-
LIPUTAN KHUSUS1 hari agoRumah Lunas, SHM Tak Pernah Terbit: Kisah 35 Tahun Penantian Warga Perumahan Korpri Loa Bakung
-
SAMARINDA2 hari agoBelajar Pancasila dengan Cara Menyenangkan, Siswa Sekolah Rakyat Samarinda Ikut Lomba Desain hingga Kuis Kebangsaan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoRameliani Bangga Jadi Pembaca UUD 1945 di Hari Lahir Pancasila, Ajak Pemuda Jaga Persatuan
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoHari Lahir Pancasila 2026, Kaltim Teguhkan Semangat Persatuan di Tengah Tantangan Zaman
-
PARIWARA1 hari agoGEAR ULTIMA Tembus Jalur Ekstrem Gunung Sinabung, Tetap Tangguh Meski Diguyur Hujan
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoKuasa Hukum Agus Hari Kusuma Nilai Tuntutan Jaksa dalam Kasus DBON Kaltim Tidak Berdasar Fakta Persidangan
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoKorupsi Dana DBON Kaltim Masuki Babak Akhir, Eks Kadispora Dituntut 3,5 Tahun dan Ketua Pelaksana 6 Tahun Penjara
-
OLAHRAGA3 jam agoMusorprov KONI Kaltim Tetapkan Calon Tunggal Ketua, KONI Pusat Ingatkan Bahaya Konflik Internal

