Connect with us

SAMARINDA

Subandi pada Pemkot Samarinda: Proyek Besar Lanjutkan, yang Kecil Jangan Dilupakan

Published

on

subandi pemkot samarinda
Wakil Ketua DPRD Samarinda Subandi saat ditemui di ruang kerjanya. (Sigit Kaltim Faktual)

Wakil Ketua DPRD Samarinda Subandi menilai proyek revitalisasi Tepian Mahakam, pengengalian banjir, terowongan, hingga skytrain adalah hal bagus. Tapi dia mengingatkan agar pemkot juga mengurus aset-aset yang kini terbengkalai.

Pemkot Samarinda di bawah kepemimpinan Andi Harun terus menelurkan proyek inovatif di berbagai lini. Dari proyek pengendalian banjir, tata kota, sampai pengurai kemacetan.

Penataan ulang Tepian Mahakam, pengendalian banjir, Terowongan Gunung Manggah, rencana pembangunan skytrain. Adalah beberapa proyek inovatif yang menurut Subandi adalah hal bagus dan perlu didukung.

“Kita patut apresiasi dan memang nyatanya berhasil di lapangan. Tapi ada sedikit surat cinta yang memang menjadi urgensi bagi pemkot,” ucap Subandi, Kamis, 26 Januari 2023.

Baca juga:   Pembebasan Lahan Belum Kelar, Andi Harun Kukuh Ground Breaking Terowongan Gunung Manggah

“Salah satunya adalah pengelolaan aset. Banyak sekali aset-aset kita yang tidak tersentuh oleh pemkot. Bahkan seperti dibiarkan terbengkalai dan luput dari pengawasan,” sambungnya.

Satu di antara aset tersebut adalah bangunan Plaza 21 yang terletak di Jalan Niaga Timur, Kelurahan Pelabuhan, Samarinda. Gedung yang sempat berjaya di tahun 90-an tersebut memang sempat dilirik pemkot untuk dimanfaatkan sebagai lahan parkir pada pertengahan tahun 2021 lalu.

Namun hingga kini belum terealisasi maksimal akibat sering tergenang air ketika hujan deras.

“Untuk Plaza 21 itu mungkin bisa dicoba kembali untuk dapat dimanfaatkan. Yang menjadi kekhawatiran, usia bangunan makin tahun makin tua. Itu lebih membahayakan.”

“Memang sempat saat itu dipercantik sedikit. Tapi sampai sekarang fungsinya kita belum tahu untuk apa.”

Baca juga:   Tahun 2024, Janji Samarinda Gak Gelap Lagi

Selain bangunan Plaza 21. Subandi juga menyebutkan lahan dan bangunan eks Bandara Temindung yang berada di tengah Kota Tepian. Ia berharap pemkot bisa menemukan solusi yang tidak mutar-mutar tanpa hasil.

“Kita harus cari peruntukkannya untuk apa. Jangan sekadar cari solusi tanpa ada pergerakan. Sayang sekali aset yang sangat strategis tapi tidak dimanfaatkan dengan baik.”

“Kalau sekadar diberi label milik pemkot untuk apa? Coba cari peluang,” pungkasnya. (sgt/dra)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.