<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Syafruddin Pernyata Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<atom:link href="https://kaltimfaktual.co/tag/syafruddin-pernyata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/syafruddin-pernyata/</link>
	<description>Mengabarkan Menginspirasi &#38; Menyenangkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Jan 2024 01:42:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2024/04/cropped-ab250959a0684d6d235c1bf402c8efd8-32x32.png</url>
	<title>Syafruddin Pernyata Arsip | Kaltim Faktual</title>
	<link>https://kaltimfaktual.co/tag/syafruddin-pernyata/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Terhubung dengan Sejarah, Pemkot Luncurkan Buku Kisah-Kisah Samarinda Tempo Dulu Karya Syafruddin Pernyata</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/terhubung-dengan-sejarah-pemkot-luncurkan-buku-kisah-kisah-samarinda-tempo-dulu-karya-syafruddin-pernyata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2024 01:42:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[GAYA HIDUP]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Syafruddin Pernyata]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah-Kisah Samarinda Tempo Dulu]]></category>
		<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Syafruddin Pernyata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=27633</guid>

					<description><![CDATA[<p>Warga Samarinda bisa menyelami berbagai cerita pada masa lampau. Lewat buku Kisah-Kisah Samarinda Tempo Dulu karya Syafruddin Pernyata. Sebuah catatan subjektif dari sang penulis yang menghabiskan 65 tahun di ibu kota. Kota Samarinda dari masa ke masa sudah mengalami banyak perkembangan. Hal itu tak lepas dari berbagai kisah yang terjadi pada masa lampau. Agar generasi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/terhubung-dengan-sejarah-pemkot-luncurkan-buku-kisah-kisah-samarinda-tempo-dulu-karya-syafruddin-pernyata/">Terhubung dengan Sejarah, Pemkot Luncurkan Buku Kisah-Kisah Samarinda Tempo Dulu Karya Syafruddin Pernyata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Warga Samarinda bisa menyelami berbagai cerita pada masa lampau. Lewat buku Kisah-Kisah Samarinda Tempo Dulu karya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Syafruddin_Pernyata">Syafruddin Pernyata</a>. Sebuah catatan subjektif dari sang penulis yang menghabiskan 65 tahun di ibu kota.</p>



<p>Kota Samarinda dari masa ke masa sudah mengalami banyak perkembangan. Hal itu tak lepas dari berbagai kisah yang terjadi pada masa lampau. Agar generasi saat ini dan mendatang tetap terhubung, perlu ada dokumentasi dan penulisan sejarah.</p>



<p>Penulis besar Kalimantan Timur Syafruddin Pernyata atau kerap disapa EsPe. Pria yang tumbuh, besar, dan menua (<em>uhuk</em>) di Kota Samarinda selama 65 tahun. Menjadi saksi banyak perubahan di kota ini.</p>



<p>EsPe mengabadikan momen semasa hidupnya melalui dokumetasi dan tulisan. Perkembangan Samarinda dari masa ke masa. Hingga menjadi suatu karya terbarunya.</p>



<p>Buku itu berjudul Kisah-Kisah Samarinda Tempo Dulu yang kemudian diluncurkan oleh Pemerintah Kota Samarinda pada Kamis, 11 Januari 2023.</p>



<p>Meski ini bukanlah buku pertama sebab sudah ada 15 judul buku yang ditulis sebelumnya. Ada buku berjudul Harga Diri, Zulaiha, Awan, Digdaya, Ratih Tanpa Smartphone, dan lainnya. Syafruddin mengaku bersyukur dan memberi penghargaannya pada pemkot.</p>



<p>&#8220;Saya bersyukur pada kesempatan ini, karena saya tidak menyangka tulisan yang berangkat dari keisengan saja ini kemudian bisa menjadi buku dan diapresiasi sangat besar oleh pemerintah kota.&#8221;</p>



<p>&#8220;Belum pernah ada buku saya, sudah 15 buku. Sebagian besar memang novel diluncurkan oleh pemerintah, belum pernah itu. Jadi ini diluncurkan oleh pemerintah jadi sebuah penghargaan yang luar biasa bagi saya,&#8221; ungkapnya mengisi materi bedah buku.</p>



<p>Momen peluncuran buku ini memang spesial. Karena bahkan Wali Kota Andi Harun hadir untuk memberi sambutan. Tak hanya menjadi keynote speaker, Andi juga sudah membacanya, hingga menyisakan 11 halaman lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Sumbangsih untuk Samarinda</strong></h2>



<p>Di hari pentingnya, hari di mana orang-orang penting menyaksikan peluncuran bukunya. Syafruddin Pernyata masih sempat merendah. Dia merasa belum memberi kontribusi untuk kota tercinta semasa hidupnya.</p>



<p>Maka misi di balik pembuatan buku itu, satu di antaranya adalah untuk meninggalkan jejak. Meninggalkan arsip subjektif yang bisa dikenang oleh semua warga Samarinda.</p>



<p>&#8220;Saya di Samarinda ini ngapain? Jadi RT tidak pernah, lurah tidak pernah, maksud saya kalau jadi RT kan ada sumbangsih. Nah saya hanya warga, kemampuan saya hanya menulis. Itu lah yang kemudian mendasari saya menulis Samarinda Tempo Dulu.&#8221;</p>



<p>Syafruddin Pernyata menjelaskan, tulisan yang telah menjadi buku itu sebelumnya telah dipublikasi di grup Facebook History of Samarinda. Yang juga banyak member dari kalangan orang tua.</p>



<p>Lantas mendapat feedback positif dari kolom komentar. Menambah bahan tulisan yang kemudian melengkapi kisah dalam buku yang telah terbit itu. Sehingga bukunya memang berbasis pengalaman.</p>



<p>Penulis buku yang juga mantan wartawan itu mengaku sengaja menggunakan diksi &#8216;Kisah-Kisah&#8217; dan bukan sejarah. Agar tidak ditafsirkan dan diklaim sebagai tulisan murni sejarah.</p>



<p>&#8220;Meskipun ada cerita sejarahnya tapi ini sarat pandangan subjektif apa yang saya lihat apa yang saya rasakan tentang kota ini. Jadi tidak sarat dokumen,&#8221; tambah EsPe.</p>



<p>Meski gemar menggembara ke daerah lain. Ia mengaku masih jatuh cinta dengan Samarinda. Sebab baginya kota ini merupakan kota plural yang paling guyub. Sejak masa pemerintahan HM Kadrie Oening hingga Andi Harun.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pujian Wali Kota</strong></h2>



<p>Terpisah Wali Kota Samarinda Andi Harun mengapresiasi buku ini. Agar warga Samarinda tetap terhubung dengan peristiwa di masa lalu.</p>



<p>&#8220;Buku yang bisa menjadi bahan bacaan, referensi, dan inspirasi serta membangun konektivitas aktivitas kita di masa kini dan akan datang,&#8221; jelas Andi Harun.</p>



<p>Bagi Andi Harun. Sejarah Samarinda sedikit banyak mempengaruhi keputusannya dalam mengembangkan Samarinda melalui berbagai program pembangunan yang tengah berjalan.</p>



<p>&#8220;Saya ambil contoh, tahun ini kita akan membangun Kampung Tionghoa, atau Chinatown di Kota Samarinda. Sebagai kampung tertua kita. Untuk menghidupkan kembali kenangan Samarinda.&#8221; pungkasnya. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/dian-rosita-puji-pemkot-samarinda-karena-proyek-infrastrukturnya-cakep-dan-promosikan-kebudayaan/">(ens/dra)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/terhubung-dengan-sejarah-pemkot-luncurkan-buku-kisah-kisah-samarinda-tempo-dulu-karya-syafruddin-pernyata/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/terhubung-dengan-sejarah-pemkot-luncurkan-buku-kisah-kisah-samarinda-tempo-dulu-karya-syafruddin-pernyata/">Terhubung dengan Sejarah, Pemkot Luncurkan Buku Kisah-Kisah Samarinda Tempo Dulu Karya Syafruddin Pernyata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terima Penghargaan Tokoh Pariwisata, Syafruddin Pernyata: PR Kita Masih Banyak</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/terima-penghargaan-tokoh-pariwisata-syafruddin-pernyata-pr-kita-masih-banyak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jan 2024 02:37:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI DAN PARIWISATA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[hut kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Syafruddin Pernyata]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Pariwisata Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kaltim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=27539</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syafruddin Pernyata resmi menjadi Tokoh Pariwisata Kaltim pertama. Yang tercatat dalam daftar sosok berprestasi yang menerima penghargaan dari Pemprov Kaltim. Dengan semua pengalamannya, ia menguraikan beberapa PR kepariwisataan di Bumi Etam, sebagai berikut. Dalam rangkaian Rapat Paripurna HUT Provinsi Kaltim ke-67 pada 8 Januari 2024 kemarin. Pemprov memberikan penghargaan pada 23 tokoh berprestasi di banyak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/terima-penghargaan-tokoh-pariwisata-syafruddin-pernyata-pr-kita-masih-banyak/">Terima Penghargaan Tokoh Pariwisata, Syafruddin Pernyata: PR Kita Masih Banyak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Syafruddin Pernyata resmi menjadi Tokoh Pariwisata<a href="https://www.facebook.com/photo?fbid=3577710172481155&amp;set=pcb.3577710302481142"> Kaltim</a> pertama. Yang tercatat dalam daftar sosok berprestasi yang menerima penghargaan dari Pemprov Kaltim. Dengan semua pengalamannya, ia menguraikan beberapa PR kepariwisataan di Bumi Etam, sebagai berikut.</p>



<p>Dalam rangkaian Rapat Paripurna HUT Provinsi Kaltim ke-67 pada 8 Januari 2024 kemarin. Pemprov memberikan penghargaan pada 23 tokoh berprestasi di banyak bidang.</p>



<p>Mereka mendapat pengakuan atas kontribusi positif yang telah dibuat. Dan dianggap telah turut andil dalam pembangunan Provinsi Kaltim.</p>



<p>Satu dari penerima penghargaan itu adalah Syafruddin Pernyata. Pria yang dengan atau tanpa penghargaan, telah ‘menerima’ gelar sebagai tokoh pers, sastrawan, budayawan, kepariwisataan, hingga Rektor Universitas Kehidupan.</p>



<p>EsPe –sapaannya- merasa senang dengan penghargaan ini. Bukan karena piagam yang ia terima, tapi … “Penghargaan Pemerintah Provinsi Kaltim sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun untuk tokoh di bidang pendidikan, lingkungan, pers, dan sebagainya.</p>



<p>“ Akan tetapi,&nbsp; sepanjang yang saya ketahui, untuk sektor pariwisata, ini baru kali pertama. Karena itu, saya mengapresiasi penghargaan ini, bukan karena saya penerimanya melainkan karena ini diharapkan bisa menyemangati insan pariwisata, apakah pengembang destinasi, kuliner, akomodasi, transportasi, dan lainnya,” katanya, Selasa.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>PR Kepariwisataan Kaltim</strong></h2>



<p>Perlu diketahui, EsPe adalah eks birokrat di Pemprov Kaltim. Jabatan terakhirnya sebelum pensiun adalah Kadis Pariwisata Kaltim. Tapi tak lama, tak sampai 2 tahun. Meski banyak gebrakan yang ia buat di masa anggaran tipis. Jelas itu tak cukup mengantarkannya menjadi Tokoh Pariwisata. Sejak muda, EsPe memang gemar liburan. Mengunjungi ratusan destinasi di Tanah Air. Yang paling ia suka adalah air terjun. Juga membangun destinasi Taman Salma Shofa, lalu kini Langit Timur di Tenggarong Seberang.</p>



<p>Tak hanya itu, dia sudah mengunjungi seluruh wilayah Kaltim dan menjadi ‘Bapak Pariwisata’ bagi pelaku industri pariwisata Kaltim. Semua atribut ini lah yang membawanya pada penghargaan itu.</p>



<p>Dan dengan seluruh pengalamannya, ia mencermati dan merangkum potensi dan PR wisata Bumi Mulawarman, sebagai berikut.</p>



<p><em>Potensi pariwisata Kaltim&nbsp; bisa dilihat dari beberapa dimensi. Kalau melihat pasar, wisatawan mancanegara lebih tertarik pada keragaman hayati dan budaya. Sementara pasar domestik, selain tertarik pada keelokan alam (bahari) seperti di kepulauan Ferawan (Derawan-Sangalakui Kakaban dan Maratua) juga tertarik pada (wisata pantai) di sepanjangan Balikpapan, Kukar, Kutai Timur, dan Berau.</em></p>



<p><em>Kehadiran IKN turut mendongkrak Balikpapan dan Samarinda sebagai kota MICE. (Meeting, incentive, Convention, and Exhibition). Hal ini berdampak dengan tumbuh kembangnya wisata buatan berbasis alam.</em></p>



<p><em>Berkaitan dengan itu, pekerjaan terberat kita ialah aksesibilitas karena tanggungjawabnya bukan pada insan pariwisata melainkan pemerintah. Kita jauh tertinggal dengan Jogja, Jabar, apalagi dengan Bali. Kita tidak kompetitif untuk aksesibilitas karena ini berakibat perjalanan yang tidak mudah, tidak murah dan durasi waktu yang lama.</em></p>



<p><em>Magnet pariwisata Kaltim itu tersebar di kabupaten/kota, yang terpisah-pisah dan jauh. Karena itu, perlu dipikirkan untuk membangun bandara (perintis) di sekitar Sangkulirang, Paser, dan Kota Bangun.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perkuat Daya Saing</strong></h2>



<p>PR lain, menurutnya, adalah dari sisi pengelola industrinya sendiri. Karena banyak yang lebih ketrigger dengan destinasi yang ‘sudah terbukti ramai’. Sehingga kadang melupakan keotentikan.</p>



<p>“Persoalan lain adalah paradigma insan pariwisata terutama para pengembang destinasi yang masih ATM, amati, tiru, modifikasi. Kata terakhir &#8216;modifikasi&#8217; sangat tipis dan lebih mirip dengan copy paste; salin ulang.”</p>



<p>“Lebih terasa sekadar memindahkan apa yang ada di Jawa dan Bali untuk diterapkan di sini.”</p>



<p>“Daya saing, nilai tambahnya tidak cukup kuat dan tidak menjadi magnet wisatawan yang sama datang untuk berkali-kali.”</p>



<p>&#8220;Kita bisa datang malam di Bandung dan Jogja, dan kita bisa memulai berwisata. Kalau ditanyakan hal serupa di Kaltim, jawabnya mungkin lebih banyak ke hiburan malam atau ke kedai kopi.”</p>



<p>“Kita tidak punya pertunjukan budaya yang setiap malam bisa dinikmati wisatawan. Ini persoalan tidak mudah, karena itu perlu hadir pemerintah untuk membangun gedung pertunjukan, ingat gedung pertunjukan, bukan gedung olahraga yang dibangun tidak atas dasar &#8216;hasilnya untuk daerah berapa?&#8217;.”</p>



<p>“Melainkan citra positif bagi tumbuh kembangnya aktivitas seni yang pada saatnya berdampak pada berkembangnya dunia pariwisata di daerah ini.”</p>



<p>“Saya kira, beberapa hal itu menjadi PR kita bersama dan pemerintah serta wakil rakyat tentunya,” pungkas Syafruddin Pernyata. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/sejarah-taman-salma-shofa-awalnya-kolam-renang-keluarga-kini-jadi-destinasi-wisata/">(dra)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/terima-penghargaan-tokoh-pariwisata-syafruddin-pernyata-pr-kita-masih-banyak/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/terima-penghargaan-tokoh-pariwisata-syafruddin-pernyata-pr-kita-masih-banyak/">Terima Penghargaan Tokoh Pariwisata, Syafruddin Pernyata: PR Kita Masih Banyak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Plt Kadispar Kaltim Kosong, Pj Gubernur Masih Menunggu Hasil TPK</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/plt-kadispar-kaltim-kosong-pj-gubernur-masih-menunggu-hasil-tpk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2024 14:16:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Herwansyah]]></category>
		<category><![CDATA[Kadispar Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Plt Kadispar Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Wahyuni]]></category>
		<category><![CDATA[Syafruddin Pernyata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=27275</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik mengaku belum menetapkan Plt Kadis Pariwisata Kaltim secara definitif. Karena masih menunggu hasil dari tim penilaian kepangkatan dari Sekda. Setelah meninggalnya Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ahmad Herwansyah pada 25 Desember 2023. BKD Kaltim telah mengajukan dua nama calon. Untuk menjadi Plt Kadis Pariwisata Kaltim ke Pj Gubernur Kaltim.&#160; Akmal [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/plt-kadispar-kaltim-kosong-pj-gubernur-masih-menunggu-hasil-tpk/">Plt Kadispar Kaltim Kosong, Pj Gubernur Masih Menunggu Hasil TPK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Penjabat (Pj) Gubernur <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur">Kaltim</a> Akmal Malik mengaku belum menetapkan Plt Kadis Pariwisata Kaltim secara definitif. Karena masih menunggu hasil dari tim penilaian kepangkatan dari Sekda.</p>



<p>Setelah meninggalnya Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ahmad Herwansyah pada 25 Desember 2023. BKD Kaltim telah mengajukan dua nama calon. Untuk menjadi Plt Kadis Pariwisata Kaltim ke Pj Gubernur Kaltim.&nbsp;</p>



<p>Akmal Malik mengatakan hingga saat ini, Dinas Pariwisata Kaltim masih dijabat oleh Pelaksana Harian (Plh) dari Sekertaris Dispar Kaltim.</p>



<p>&#8220;Segera ditetapkan, sekarang masih dikerjakan oleh pelaksana harian sekretarisnya,&#8221; ungkapnya, Rabu 3 Januari 2024.</p>



<p>Terkait nama-nama yang telah diusulkan, Akmal mengatakan pihaknya masih menunggu dari tim penilaian kepangkatan (TPK).</p>



<p>&#8220;Kita tunggu nanti tim penilai kepangkatan (TPK) Bu Sekda nanti,&#8221; singkatnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Karier Singkat Para Kadispar</strong></h2>



<p>Sejak tahun 2017 hingga sekarang, atau selama 6 tahun terakhir. Dispar Kaltim telah dipimpin oleh 3 sosok berbeda. Pada 2017, sastrawan Kaltim Syafruddin Pernyata dilantik menjadi kadispar. Pada akhir 2018, jabatan itu kosong karena Syafruddin memasuki masa pensiun.</p>



<p>Lalu pada 2019, giliran eks Kadispar Kukar, Sri Wahyuni yang menempati posisi tersebut. Namun lagi-lagi, kiprahnya tergolong singkat. Karena pada awal 2022, Sri terpilih sebagai Sekdaprov Kaltim. Ia mencatatkan rekor sebagai Sekda perempuan pertama di Bumi Etam.</p>



<p>Terakhir adalah Ahmad Herwansyah, yang merupakan kepala bagian di internal Dispar sejak lama. Sayangnya, kiprah Iwan juga tak lama. Tepat 1,5 tahun, ia wafat meninggalkan jabatan serta kantor tempatnya mengabdi selama menjadi birokrat. <strong><a href="https://kaltimfaktual.co/jumlah-pelanggaran-lalu-lintas-samarinda-menurun-di-kawasan-etle/">(dmy/fth)</a></strong></p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/plt-kadispar-kaltim-kosong-pj-gubernur-masih-menunggu-hasil-tpk/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/plt-kadispar-kaltim-kosong-pj-gubernur-masih-menunggu-hasil-tpk/">Plt Kadispar Kaltim Kosong, Pj Gubernur Masih Menunggu Hasil TPK</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Samarinda dari Mata Es Pernyata: Kampung yang Bergerak Jadi Metropolitan</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/samarinda-dari-mata-es-pernyata-kampung-yang-bergerak-jadi-metropolitan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2022 11:08:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[FEATURE]]></category>
		<category><![CDATA[SAMARINDA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Syafruddin Pernyata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=7810</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Sesungguhnya kalau ingat Samarinda tahun 70-an, terasa benar bahwa Samarinda seperti sebuah kampung besar bernama kecamatan.&#8221; Oleh: Syafruddin Pernyata, Penulis dan Sastrawan Kaltim Aku mulai membuka kisah kepada tiga orang peneliti yaitu&#160; Dr. Muslimin A.R Effendy,&#160; M.A (Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya), Dr. Sarkawi B. Husain, M. Hum (ahli sejarah kota/ Ketua Departemen Sejarah FIB [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/samarinda-dari-mata-es-pernyata-kampung-yang-bergerak-jadi-metropolitan/">Samarinda dari Mata Es Pernyata: Kampung yang Bergerak Jadi Metropolitan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>&#8220;Sesungguhnya kalau ingat Samarinda tahun 70-an, terasa benar bahwa Samarinda seperti sebuah kampung besar bernama kecamatan.&#8221;</em></p>



<p><strong><em>Oleh: Syafruddin Pernyata, Penulis dan Sastrawan Kaltim</em></strong></p>



<p class="has-drop-cap">Aku mulai membuka kisah kepada tiga orang peneliti yaitu&nbsp; Dr. Muslimin A.R Effendy,&nbsp; M.A (Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya), Dr. Sarkawi B. Husain, M. Hum (ahli sejarah kota/ Ketua Departemen Sejarah FIB Unair), Dr. Ilham Daeng Makkelo, M.Hum (ahli sejarah kota/ Ketua Departemen ilmu sejarah FIB Unhas).</p>



<p>Ini adalah pertemuan kedua setelah malam sebelumnya. Pada malam pertama, hadir juga Dr. Husnul Fahimah Ilyas, MA (ahli filologi/ peneliti BRIN).</p>



<p>Pertemuan kedua ini aku didampingi Ramadhan S Pernyata, anakku. Dia sengaja kuajak menemani gara-gara sampul buku antologi cerpenku, <em>Summa Cum Laude</em> dan novel <em>Lelaki Kampong Aer.</em></p>



<p>Sarkawi dan Ilham Daeng mengomentari gaya ilustrasi itu terasa ada &#8216;napas&#8217; Peter van Dongen. Komikus berkebangsaan Belanda ini lahir di Amsterdam 21 Oktober tahun 1966 dikenal akan karyanya tentang Indonesia pada masa penjajahan Belanda, yaitu &#8220;Rampokan Jawa&#8221; (1998) dan &#8220;Rampokan Celebes&#8221; (2004).</p>



<p>Atas komennya itu lalu kujelaskan bahwa Ramadhan berteman baik dengan Van Dongen dan bertukar karya. Ramadhan memberi cerita bergambar <em>Ratusan&nbsp; Korban Sanga-Sanga</em>, Van Dongen memberi <em>Rampokan Jawa</em> dan <em>Rampokan Celebes.</em></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>PUSAT KOTA</strong></h3>



<p>Sambil minum &#8216;teh sore&#8217; di Odah Betemu Taman Salma Shofa, Rabu, 12 Oktober 2022 , saya ceritakan bahwa tahun 70-an itu, jalan-jalan kota yang dikenal ialah jalan sepanjang tepian Mahakam, dari Sungai Kunjang hingga Jembatan Satu (Yos Sudarso), Jalan Panglima Batur Satu hingga Empat (Sudirman-Mulawarman) dan Jalan Diponegoro. Adapun Jalan Basuki Rahmat sekarang masih disebut Jalan Baru ya karena dianggap baru. Di kemudian hari disebut Jalan Ahmad Yani, kemudian berubah menjadi Jalan Basuki Rahmat.</p>



<p>Selain jalan itu, ialah jalan sepanjang tepi anak sungai Mahakam bernama Karang Mumus yang terus melingkar tembus ke Jalan Tarmidi, Abul Hasan hingga Pasar Pagi sekarang.</p>



<p>Di kawasan tengah, ada yang kita kenal sebagai Jalan Niaga Barat, Sebatik, arah Jalan Imam Bonjol, Ahmad Dahlan, Lambung Mangkurat (Sungai Pinang Dalam-ketika itu).</p>



<p>Di bagian ulu kota, yang paling dikenal adalah Jalan Air Putih hingga ke Pal Lima (Sekarang dikenal sebagai jalan Pangeran Antasari dan Pangeran Suryanata).</p>



<p>Selainnya memang banyak jalan-jalan kecil pemukiman yang lebih dikenal sebagai kawasan permukiman, seperti Sungai Dama, Sidomulyo, Sungai Pinang Luar, dan Sungai Linang Dalam, Jalan Banjar, Karang Mumus, Sidodadi, Kampung Jawa, Kampung Bugis, Teluk Lerong, Karang Asam, Sungai Kunjang, Air Putih.</p>



<p>Segiri, Gunung Kelua, Sempaja, Gunung Jabung, Solong, Temindung, Lok Bahu, Loa Buah, lebih terasa sebagai kampung dengan jalan setapak.</p>



<p>Di sebelah Ilir Sungai Karang Mumus ada Kampung Selili, Sungai Kerbau, Sungai Kapih, Sambutan yang masih berupa jalan tanah.</p>



<p>Di seberang juga penamaan lebih dikenal dengan menyebut nama kampung seperti Sungai Keledang, Rapak Dalam, Kampung Mesjid dan kampung Baqa. Di ilirnya lagi adalah Palaran dan Sanga-Sanga (sempat menjadi wilayah pemerintahan Samarinda)</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>GELOMBANG MIGRASI</strong></h3>



<p>Meskipun terasa &#8216;kampung&#8217; daripada kota, Samarinda di akhir tahun 60-an menjelang tahun 70-an sudah gegap gempita dan terkenal se-Indonesia.</p>



<p>Perantau dari luar &#8212; menurut yang saya ketahui &#8212; dapat disebut sebagai migrasi gelombang kedua. Gelombang pertama adalah era sebelum kemerdekaan yaitu era tambang batubara (zaman penjajahan Belanda). Gelombang kedua ini dikenal sebagai era emas hijau yaitu hasil hutan berupa logs dan belambangan. Inilah era &#8216;banjir kap&#8217;. Kayu ditebang secara manual, digelontorkan melalui sungai dengan sistem kuda-kuda dan dihilirkan ke sungai Mahakam dengan rakit.</p>



<h3 class="wp-block-heading">HIBURAN MALAM</h3>



<p>Bersamaan dengan era mas hijau inilah Pasar Pagi menjadi pusat perbelanjaan paling ramai, disusul dengan pusat hiburan malam yang dikenal sebagai Taman Hiburan Gelora (THG). Konon meniru konsep Taman Hiburan Rakyat Surabaya. Pada masa ini, Samarinda sudah punya (tempat) hiburan malam yang biasa disebut night club, yaitu MCC, Bidadari Mahakam dan Lamin Indah Night Club, menyatu dengan hotel Lamin Indah.</p>



<p>THG meredup karena Pemerintah kota (Zaman Walikota Kadrie Oening) membangun Pusat Perbelanjaan Pinang Babaris (Shopping Centre, dikenal juga sebagai Kaltim, karena di kawasan tersebut ada Kaltim Teater.</p>



<p>Era Emas hijau masih berlanjut tetapi &#8216;tidak merakyat&#8217; karena harus dilindungi perizinan yang lebih ketat berupa Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Setiap pemegang HPH pasti punya izin, punya peralatan mekanik karena penebangan tidak boleh lagi pakai beliung (sejenis kapak berhulu panjang dan lentur) diganti dengan chainsaw diangkut dengan alat berat. Batas antarkawasan juga sudah lebih jelas, setidaknya di dalam peta.</p>



<h3 class="wp-block-heading">PUSAT PERBELANJAAN</h3>



<p>Era ini (awal tahun 80-an), Samarinda mulai mengenal supermarket. Pertama kali Anna Supermarket yang setelah terbakar tidak dibangun kembali. Kemudian hadir Gajahmada Departemen Store (hingga sekarang masih ada).</p>



<p>Ramainya penggunaan istilah mal dan plaza di&nbsp; Jakarta dan kota besar seperti Bandung dan Surabaya, menjalar ke Samarinda.</p>



<p>Mal Mesra Indah adalah mal pertama, didirikan pertengahan tahun 1980-an. Penamaan mal ini sempat jadi buah bibir karena menggunakan kata &#8216;mesra.&#8217; Bahkan istri walikota Kadrie Oening termasuk yang mempertanyakan penggunaan kata Mesra.</p>



<p>Akan tetapi, pemilik mal ini, H. Rusli menyebut bahwa kata mesra dalam kehidupan keluarga. Hubungan keluarga harus mesra. Bahkan urusan masak-memasak saja harus dilandasi perasaan mesra agar yang dimasak terasa enak.</p>



<p>Lebih dari itu, mesra juga mengacu pada Hotel Mesra, hotel bintang empat pertama di kota ini. Hotel ini dibangun menjelang penyelenggaraan MTQ Nasional 1976 yang pusat penyelenggaraannya dilaksanakan di Mesjid Raya Samarinda. Mesjid Raya disingkat sebagai mesra.</p>



<p>Kata mesra itu pula yang dilekatkan pada Mal Mesra. Masa itu, jalan di depan mal lebih dikenal sebagai Jalan Mesjid Raya. Oleh putra H. Rusli, mesra juga sebagai cita-cita &#8216;mesti ramai.&#8217; Banyak kisah dan kenangan tentang mal pertama ini. <em>Insya Allah</em> pada suatu saat, akan kutulis secara khusus.</p>



<p>Pemerintah Kota Samarinda membangun Plaza Samarinda Indah &#8212; seingat penulis dikerjasamakan dengan sebuah perusahaan &#8212; yang dikemudian hari dikenal juga sebagai Plaza 21.</p>



<p>Kehadiran Plaza Samarinda sempat ramai dikunjungi karena menggunakan eskalator untuk penghubung antar lantai.</p>



<p>Rupanya, kehadiran ini sedikit banyak menggerus pengunjung Mal Mesra. Hanya dalam hitungan 1-2 tahun, Mal Mesra dipugar, diperluas dan ditambah lantainya. Penghubung antarlantai pun menggunakan eskalator. Mal Mesra ramai kembali. Justru Plaza Samarinda Indah mulai ditinggalkan dan belakangan jadi pusat hiburan malam, sebelum ditinggalkan dan menyisakan satu dua toko di bagian luar depan</p>



<p>pusat perbelanjaan terus tumbuh. Di simpang empat Vorvo, eks kebun bintang, berdiri Gedung wanita dan SKKA, pindahan dari Jalan Yaqob. Kedua gedung ini kemudian dipindahkan letaknya, termasuk terminal Bontang.</p>



<p>Di sini kemudian dibangun Mal Lembuswana, kerja sama Pemprov Kaltim dan perusahaan, kalau tidak salah namanya CSIS.</p>



<p>Mal Lembuswana masih bertahan dan cukup diminati meski lahir pusat perbelanjaan baru sesudahnya karena dianggap punya kemudahan parkir. Selain itu, kehadirannya disertai dengan tenan terkenal Matahari dan Hero serta Gramedia dan Permainan anak-anak Time Zone. Sejak itu, simpang vorvo lebih dikenal sebagai Simpang Lembuswana.</p>



<p>Geliat pusat perbelanjaan tidak berhenti. Lahir lagi Samarinda Centra Plaza (SCP), 12 November 2001 di Jalan Pulau Irian. Lokasi SCP tidak jauh dari Pelabuhan dan Kampung Pecinan yang sunyi di malam hari.</p>



<p>Gedung berlantai 5 dengan lift dan eskalator ini diserbu warga karena dianggap lebih modern dengan penyewa besar yang sudah terkenal sebagai perusahaan skala Nasional maupun Internasional.</p>



<p>Ramainya pengunjung tidak lepas juga dengan hadirnya bioskop berjejaring nasional dengan standar pelayanan dan kelengkapan jauh lebih baik dibanding bioskop tahun 90-an.</p>



<p>Minat untuk membangun pusat perbelanjaan tetap tinggi, buktinya hadir lagi Plaza Mulia yang berdampingan dengan Hotel Sellica.</p>



<p>Plaza Mulia (PM) sempat ramai karena tenannya dianggap &#8216;lebih berkelas&#8217;, lokasinya berada benar-benar di jantung kota, tepatnya di Jalan Bhayangkara, berhadapan dengan hotel bintang 4 pertama (Hotel Mesra) dan GOR Segiri dan Balaikota.</p>



<p>Beberapa warga mengatakan, kelemahan PM hanyalah soal parkir yang berbentuk spiral dan tidak akrab bagi warga kota.</p>



<p>Kondisi ini juga dipengaruhi mal baru bernama Samarinda Square (yang dilengkapi bioskop) sebagaimana juga di SCP.</p>



<p>PM kemudian meredup. Lebih-lebih saat pandemi Covid-19 melanda. Padahal, PM sudah dilengkapi bioskop CGV.</p>



<p>Meski demikian, pengunjung masih ada, terutama yang hobi nonton. Selain itu, inilah pusat perbelanjaan yang menyediakan masjid refresentatif yang cukup luas bisa menampung ratusan jamaah. Apalagi, Hotel Sellica tetap ramai karena lokasinya memang strategis di pusat kota.</p>



<p>Beberapa warga kepada penulis menyarankan agar manajemen PM mengubah strategi PM dengan mengubah target pasar yang lebih spesifik, misalnya elektronik sebagaimana ada di Bandung, Jakarta, dan Surabaya.</p>



<p>Agaknya, kehadiran Plaza Mulia tidak mengurangi minat berinvestasi properti. Tahun 2010 dibangun lagi pusat perbelanjaan, diberi nama Samarinda Square di jalan M. Yamin yang tidak jauh dari Mal Lembuswana.</p>



<p>Samarinda Square (SS), 4 lantai, kadang juga disebut sebagai Mal Robinson dan Ramayana, cukup diminati. Sempat redup dibanding pendahulunya yang punya bioskop, akhirnya bioskop serupa hadir di SS. Ini bisa mendongkrak jumlah pengunjung dan tetap ramai, karena berada di jantung kota dan relatif masih nyaman parkir.</p>



<p>Tak berselang lama, di bagian hulu kota Samarinda warga dikejutkan lagi oleh berdirinya gedung yang lebih luas dan belakangan diketahui sebagai Big Mall.</p>



<p>Kehadiran Big Mall sebagai pusat &nbsp;perbelanjaan dianggap sebagai mal terbesar di Kalimantan.</p>



<p>Diresmikan 23 Oktober 2014, Mal ini pun jadi pusat perbelanjaan baru yang dianggap terlengkap dan terbaik di Kalimantan.</p>



<p>Mal berlantai 7 ini menyediakan ruang parkir&nbsp; luas dan dengan tenan terkenal berjejaring mancanegara. Mal yang terletak di Jalan Untung Suropati ini relatif jauh dari pusat kota juga dan itu pula agaknya yang menyebabkan pusat perbelanjaan sebelumnya tetap eksis.</p>



<p>Mal ini dilengkapi bioskop, toko buku ternama, penyedia meubeler dan peralatan rumah tangga terkenal. Mungkin dalam waktu 1 atau 2 tahun ini, akan diresmikan pula hotel bintang (minimal bintang 4), berjejaring internasional.</p>



<p>Selain perbelanjaan di atas, sebenarnya masih ada lagi Ekstra Alaya yang dikenal sebagai Giant.</p>



<p>Ekstra Alaya, meski belakangan berdiri, namun lebih dulu tutup. Agaknya, selain karena tidak lebih lengkap dari pendahulunya juga serbuan belanja <em>online</em> yang semakin mendesak perbelanjaan <em>offline.</em></p>



<p>Tidak hanya di Samarinda, pusat perbelanjaan yang dulu dikenal sebagai Hero Supermarket dikabarkan akan mengubah strategi dan kembali menggunakan nama awalnya.</p>



<p>&#8220;Tidak semua bisa saya jelaskan apalagi detail karena saya jarang menghabiskan waktu di mal, Pak. Saya lebih banyak di Taman Salma Shofa atau di Taman Gubang dan Langit Timur,&#8221; kataku akan menyudahi kisah pusat perbelanjaan di Samarinda kepada para peneliti sejarah ini.</p>



<p>Tentu saja aku tidak tahu, apakah yang kuceritakan bisa menjadi bahan penelitian mereka. Aku tidak menuliskan siapa yang punya, lokal atau dari luar, lika-liku pembangunannya, meskipun sebagian aku cukup tahu karena pernah kutulis saat aktif jadi pewarta.</p>



<p>&#8220;Maafkan saya, Pak. Jamuannya sama dengan kemarin malam. Masih teh panas. Tidak ada &#8216;makan berat.&#8217; Padahal Bapak-bapak sudah empat jam mendengar saya berpidato. Semoga kesabaran Bapak mendengarkan saya bercerita dapat bermanfaat dan jadi amal baik.&#8221;</p>



<p>Aku menyudahi pidato, karena kulihat Dr. Muslimin sudah gelisah ditunggu tamunya. Dua doktor lain pun harus segera berkemas, karena esok pagi akan kembali ke Surabaya dan &#8216;Mengkasar.&#8217;</p>



<p>Sebenarnya aku akan mengajak mereka santai malam di resto paling mahal. Tetapi aku sadar dompetku tak berisi duit untuk membayarnya. Mau kuajak ke warung kaki lima, aku kuatir melukai perasaan tamuku.</p>



<p>Jadi? Aku diam saja ketika ketiganya sudah berada di mobil mereka dan lenyap ditelan gelap malam pukul dua puluh dua. *</p>



<p><em>Artikel ini telah lebih dulu terbit di media sosial Syafruddin Pernyata. <a href="https://kaltimfaktual.co/4-botok-paling-enak-dijamin-bikin-ketagihan/">Kaltim Faktual</a> telah diberi izin untuk mempublikasikan ulang. 99,99 persen artikel di atas adalah tulisan asli sastrawan yang karib di sapa Pak Es tersebut. Terdapat beberapa suntingan sesuai kaidah PUEBI.</em></p>



<p><em>Ikuti penulis dengan klik <a href="https://www.facebook.com/syafruddin.pernyata">ini.</a></em></p>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/samarinda-dari-mata-es-pernyata-kampung-yang-bergerak-jadi-metropolitan/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/samarinda-dari-mata-es-pernyata-kampung-yang-bergerak-jadi-metropolitan/">Samarinda dari Mata Es Pernyata: Kampung yang Bergerak Jadi Metropolitan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pujian dan Saran di HUT Isran</title>
		<link>https://kaltimfaktual.co/pujian-dan-saran-di-hut-isran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2022 04:01:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEPUTAR KALTIM]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Herdiansyah Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[ISRAN NOOR]]></category>
		<category><![CDATA[Syafruddin Pernyata]]></category>
		<category><![CDATA[Yustinus Sapto Hardjanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kaltimfaktual.co/?p=6598</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanggal 20 September kemarin, Gubernur Kaltim Isran Noor genap berusia 65 tahun. Tiga tokoh ini, lantas memberi pujian sekaligus saran untuk Isran. Barangkali, usia 65 tahun bagi Gubernur Isran Noor hanyalah sekumpulan angka saja. Karena di usia yang tergolong senja. Nyatanya eks Bupati Kutim itu masih tampak energik dan prima. Gesit, dan tentu saja lucu. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/pujian-dan-saran-di-hut-isran/">Pujian dan Saran di HUT Isran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Tanggal 20 September kemarin, <a href="https://diskominfo.kaltimprov.go.id/beranda">Gubernur Kaltim</a> Isran Noor genap berusia 65 tahun. Tiga tokoh ini, lantas memberi pujian sekaligus saran untuk Isran.</p>



<p>Barangkali, usia 65 tahun bagi Gubernur Isran Noor hanyalah sekumpulan angka saja. Karena di usia yang tergolong senja. Nyatanya eks Bupati Kutim itu masih tampak energik dan prima. Gesit, dan tentu saja lucu.</p>



<p>Nah, dalam kesempatan yang berbahagia bagi sang gubernur. <strong><em>Kaltim Faktual</em></strong> mengumpulkan beberapa pernyataan untuk Isran. Spesifiknya, pujian dan saran.</p>



<p>Tokoh pertama yang bersedia menjawab pertanyaan kami adalah Syafruddin Pernyata. Menurut pria yang menyandang sematan sastrawan, budayawan, dan dosen Universitas Kehidupan itu. Isran adalah sosok yang teguh pada kebenaran yang dianutnya.</p>



<p>&#8220;Beliau teguh pada pendirian. Sepanjang diyakini itu baik dan benar,&#8221; puji Syafruddin Pernyata, Selasa.</p>



<p>Untuk saran, Es Pe &#8211;sapaannya&#8211; berharap di sisa masa jabatannya. Isran dapat membenahi infrastruktur jalan trans Kaltim. Karena itu merupakan denyut nadi perekonomian masyarakat Kaltim.</p>



<p>&#8220;Memuluskan jalan ke tiga penjuru. Yakni ke selatan (Paser), barat (Mahulu-Kubar), dan utara (Berau),&#8221; sarannya.</p>



<p>Beralih ke tokoh kedua. Yakni Yustinus Sapto Hardjanto. Pemerhati sungai dan lingkungan hidup itu. Memuji Isran sebagai sosok yang tidak gemar beretorika. Komentar-komentarnya, langsung ke inti permasalahan. Baik dijawab lugas, ataupun melalui &#8216;jokes&#8217; singkat yang harus dipecahkan bersama.</p>



<p>&#8220;Pujiannya, dia (orang yang) terus terang. Enggak suka basa-basi,&#8221; kata Yustinus.</p>



<p>Untuk saran, tentu tak jauh-jauh dari hal yang Yustinus perhatikan.</p>



<p>&#8220;Pemerintah Provinsi Kaltim mau membantu Pemkot Samarinda untuk membeli lahan. Untuk kolam retensi yang terhubung dengan Sungai Karang Mumus.&#8221;</p>



<p>&#8220;Juga, jangan kasih uang untuk keruk sungai,&#8221; lanjutnya dibarengi ekspresi tawa.</p>



<p>&#8220;Soalnya ndak lama habis dikeruk, bakal dangkal lagi,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Tokoh pamungkas, adalah pemerhati kebijakan dan hukum, Herdiansyah Hamzah. Meski kerap memberi kritik pedas pada pemerintahan. Akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman ini tetap bersedia memberi pujian pada Isran.</p>



<p>Nyaris sama dengan Yustinus. Yakni perihal permainan kata yang kerap dilontarkan sang gubernur. Secara eksplisit, Castro &#8211;sapaannya&#8211; menyukai gaya Isran ketika mengomentari isu penting dengan teka-teki.</p>



<p>&#8220;Tidak jarang Pak Isran keseleo lidah. Melontarkan kata-kata lucu yang sama sekali tidak lucu.&#8221;</p>



<p>Sebentar, jangan salah paham dulu. Itu baru kalimat pembuka dari Castro. Lanjutannya begini, &#8220;(Lelucon itu) secara tidak sadar justru mengaktifkan nalar kritis warganya. Untuk mengkritik pribadi dan kebijakannya.&#8221;</p>



<p>Belum nampak seperti pujian? Sabar, belum selesai.</p>



<p>&#8220;Itu hal yang bagus. Yang tidak banyak disadari oleh kita.&#8221;</p>



<p>Tuh kan, benar bahwa Castro sedang memuji gaya bahasa Isran. Konteksnya begini. Lebih banyak pemimpin daerah yang senang bersembunyi di balik kata-kata teratur, manis, dan terstruktur. Untuk menjelaskan suatu perkara dengan potensi pelintiran yang kecil.</p>



<p>Namun Isran, justru kerap membuat warganya bertanya-tanya. Dari celetukan yang kerap tak masuk akal. Masyarakat justru akan menggali lebih dalam mengenai suatu isu. Lalu mengartikan perkataan Isran. Kalau istilah sekarangnya, Isran membuat warga Kaltim tabayun dulu sebelum mengkritisi. Dan tentu, membuat masyarakat Bumi Etam jadi lebih kritis. Ketimbang reaksi ketika disuapi kata-kata normatif.</p>



<p>Lanjut ke saran untuk Isran. Kali ini, Castro singkat saja. Namun masih berkaitan dengan pujiannya.</p>



<p>&#8220;Tapi Pak Isran tidak boleh tebal telinga. Ia harus belajar mendengar kritik serta keluhan warganya. Sekaligus memberikannya jawaban yang konkret,&#8221; tuntas Castro.</p>



<p>Pada akhirnya, Dirgahayu, Pak Isran. Semoga sehat selalu. Dan mampu menyelesaikan visi misi serta janji politik saat kampanye dulu. Pak Isran Sehat, Kaltim berdaulat. Insyaallah.<a href="https://kaltimfaktual.co/"> (DRA)</a></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="2048" height="2560" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/09/INFOGRAFIS-KF-1-01-scaled.jpg" alt="" class="wp-image-6640" srcset="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/09/INFOGRAFIS-KF-1-01-scaled.jpg 2048w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/09/INFOGRAFIS-KF-1-01-240x300.jpg 240w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/09/INFOGRAFIS-KF-1-01-600x750.jpg 600w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/09/INFOGRAFIS-KF-1-01-768x960.jpg 768w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/09/INFOGRAFIS-KF-1-01-1229x1536.jpg 1229w, https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2022/09/INFOGRAFIS-KF-1-01-1638x2048.jpg 1638w" sizes="(max-width: 2048px) 100vw, 2048px" /></figure>
</div>


<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-9d6595d7 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column has-small-font-size is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<p class="has-text-align-center has-black-color has-white-background-color has-text-color has-background" style="font-size:18px;font-style:italic;font-weight:700;letter-spacing:0px">Ikuti Berita lainnya di <a href="https://news.google.com/s/CBIwysi4kpkB?sceid=ID:id&amp;sceid=ID:id&amp;r=0&amp;oc=1"><img decoding="async" style="width: 200px;" src="https://kaltimfaktual.co/wp-content/uploads/2023/03/Logo-Google-News-removebg-preview.png" alt="Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png"></a></p>
</div>
</div>
<div class="fb-background-color">
			  <div 
			  	class = "fb-comments" 
			  	data-href = "https://kaltimfaktual.co/pujian-dan-saran-di-hut-isran/"
			  	data-numposts = "10"
			  	data-lazy = "true"
				data-colorscheme = "light"
				data-order-by = "social"
				data-mobile=true>
			  </div></div>
		  <style>
		    .fb-background-color {
				background: #ffffff !important;
			}
			.fb_iframe_widget_fluid_desktop iframe {
			    width: 100% !important;
			}
		  </style>
		  <p>Artikel <a href="https://kaltimfaktual.co/pujian-dan-saran-di-hut-isran/">Pujian dan Saran di HUT Isran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kaltimfaktual.co">Kaltim Faktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
