KUBAR
Tegas! AHJI akan Tertibkan Truk Sawit jika Terpilih Jadi Pemimpin Kubar: Tonase Diperketat, Perusahaan Salurkan CSR untuk Perbaikan Jalan
Calon bupati dan wakil bupati Kutai Barat, Ahmad Syaiful-Jainudin (AHJI) akan mengambil sikap tegas pada perusahaan sawit yang menggunakan jalan umum sebagai jalur distribusi sawit ataupun CPO. Tidak hanya menegakkan aturan batas maksimum angkutan, AHJI juga akan meminta pertanggungjawaban perusahaan untuk ikut memperbaiki jalan via dana CSR.
Buruknya kondisi jalan di Kubar selalu jadi isu besar sampai saat ini. Jangankan jalan antarkecamatan atau kampung. Jalan antarkabupaten saja kondisinya buruk.
Situasinya lebih buruk karena perusahaan sawit juga menggunakan jalan umum tersebut untuk distribusi kelapa sawit ke pabrik ataupun untuk mengangkut CPO.
Pemerintah setempat sebenarnya sudah membatasi tonase muatan truk CPO, yakni paling berat 16 ton. Tapi aturan itu kerap dilanggar, sehingga membuat kondisi jalan semakin ringsek.
Belum lagi, dampak sosial lainnya yang kerap terjadi adalah kecelakaan. Sudah puluhan nyawa warga Kubar melayang karena insiden yang melibatkan mobil tangki CPO.
AHJI akan Bersikap Tegas
Isu ini pun ditanyakan oleh paslon 01, Frederick Edwin-Nanang Adriani pada paslon 02 AHJI pada Debat Publik Kedua Pilkada Kubar, pada Minggu malam lalu. Ahmad Syaiful maju menjawab duluan. Ia menegaskan bahwa perusahaan sawit harus bertanggung jawab terhadap dampak negatif yang disebabkan dari aktivitas angkut mereka.
“Insyaallah bila pasangan AHJI terpilih, kami akan membatasi muatan truk-truk sawit. Memang sudah ada peraturannya, tapi di lapangan banyak truk CPO yang mengangkut lebih dari itu. Jadi langkah pertama adalah menegakkan aturan itu, agar jalan kita bagus,” ungkapnya.
Jainudin ikut menimpali, selain memperketat aturan batas angkut, perusahaan sawit harus ikut memelihara jalan umum di Kubar.
“Kami akan koordinasi dengan perusahaan untuk menerapkan batas angkut. Jika perlu, batasannya kita kurangi, disesuaikan dengan aturan dan kekuatan jalan.”
“Untuk perbaikan jalan, kami akan melibatkan semua investor perkebunan dan pabrik kelapa sawit. Kami akan minta mereka menyalurkan CSR untuk pemeliharaan jalan yang kerap mereka lewati.”
“Karena yang dilewati itu jalanan umum, jalannya masyarakat, bukan jalan perusahaan. Jadi kalau mau pakai, mereka harus ikut bertanggung jawab,” ujar Jai.
Pemkab Tak Boleh Setengah Hati
Berpindah ke paslon 01, Nanang mengatakan sudah 10 tahun terakhir persoalan truk pengangkut sawit tidak pernah beres. Ia melihat, kesadaran perusahaan dan komitmen Pemkab Kubar relatif kurang. Sehingga persoalan ini seperti tak menemui jalan penyelesaian.
“Truk sawit ini sudah menyebabkan jalanan kita rusak, belum lagi sering menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan lain. Sementara upaya pemerintah dalam menangani ini masih ‘setengah hati’. Karena tidak ada regulasi khusus atau pengawasannya kurang ketat.”
“Sehingga saya sepakat juga kalau nanti pembatasan tonasenya diberlakukan. Kami juga memberi apresiasi untuk paslon o2 jika rencananya seperti itu, terima kasih,” Nanang mematikan mikrofonnya memungkasi. (fth)
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoTahun Baru Islam 1448 H, Wagub Kaltim Serukan Semangat Hijrah dan Perubahan
-
OLAHRAGA2 hari agoLuar Biasa! Aldi Satya Mahendra Naik Podium Lagi di World Supersport Misano
-
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoHarga Sawit Kaltim Kembali Merosot, TBS Usia Produktif Kini Rp3.403 per Kg
-
PARIWARA4 hari agoSapu Bersih! Yamaha Raih 7 Gelar Bergengsi di Otomotif Award 2026
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKabar Baik untuk Media Lokal, Belanja Media Pemprov Kaltim Segera Aktif Lagi
-
NUSANTARA1 hari agoDari Pesisir Selatan Sulawesi hingga Negeri di Atas Awan Toraja, GEAR ULTIMA Tuntaskan Etape Perdana Celebes Expedition
-
SEPUTAR KALTIM23 jam agoDelapan Tersangka Korupsi KUR Bank BUMN di Samarinda Ditahan, Kerugian Negara Capai Rp1,48 Miliar
-
PARIWARA19 jam agoReview Samsung Galaxy A06 HP Entry-Level Terbaik Samsung Tahun Ini dan Berikut Fiturnya

