Connect with us

EKONOMI DAN PARIWISATA

Tepian Mahakam Resmi Ditutup, Andi Harun: dengan Berat Hati, Situasinya Tak Terkendali

Published

on

tepian mahakam
Suasana senja Tepian Mahakam setelah penataan pasca pandemi. Sebentar lagi, destinasi wisata kuliner rakyat ini akan ditutup. (DOK)

Destinasi wisata kuliner ikonik Kota Samarinda yang legendaris, Tepian Mahakam. Segera menemui ‘ajalnya’. Pemkot Samarinda kembali melakukan penutupan. Tanggal 2 Oktober mendatang, tak boleh ada PKL yang berjualan di situ lagi.

Taman Tepian Mahakam depan gubernuran sudah lama menjadi destinasi wisata kuliner andalan. Tak hanya buat warga lokal. Banyak pengunjung asal luar daerah yang kerap berkunjung ke situ. Demi merasakan sensasi ‘nongkrong’ di tepi Sungai Mahakam.

Tempat ini juga kerap menjadi penolong bagi muda-mudi Kota Tepian. Saat kantung tipis, mereka tetap bisa mejeng dengan orang terkasih.

Segala cerita dan romantisme itu. Tampaknya hanya akan jadi sejarah saja. Lantaran Tepian Mahakam, segera beralih fungsi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Bukan lagi tempat kumpul-kumpul manusia.

Baca juga:   Meriahnya Festival Ekonomi Kreatif Paser: dari Karnaval Batik, Pelestarian Budaya, hingga Bangkitkan UMKM

Keputusan penutupan destinasi wisata kuliner Tepian Mahakam oleh Pemkot Samarinda. tertuang dalam Surat Pemberitahuan Sekretariat Daerah Kota Samarinda Nomor 660/2916/012.02 yang dikeluarkan 19 September 2022.

Surat tersebut adalah tindak lanjut dari hasil rapat pada 7 September 2022. Tentang tindak lanjut jukir liar, pungli, dan premanisme di kawasan Tepian Mahakam. Yang dipimpin oleh wali kota Samarinda. Serta mengembalikan fungsi RTH dikarenakan kondisi saat ini yang sudah tidak terkendali.

Ya, dalih pemkot menutup Tepian Mahakam adalah 2 hal itu. Pertama ingin mengembalikan fungsi RTH. Yang di dalam aturannya, menurut Wali Kota Samarinda Andi Harun. Tidak diperbolehkan melakukan aktivitas niaga di kawasan RTH.

“Selain RTH, pihak kepolisian telah menetapkan kawasan tersebut (sebagai kawasan) zero tolerancy,” ujarnya, Kamis.

Baca juga:   Bravo! Puluhan Kasus Narkoba dan Belasan Perjudian Terungkap dalam Dua Pekan

Kedua, karena PKL di sana dirasa oleh pemkot sudah melanggar perjanjian. Untuk diketahui, setelah penutupan karena pandemi. Pemkot Samarinda kepemimpinan Andi Harun ingin melakukan penutupan permanen.

Namun setelah pembicaraan panjang. Pemkot bersedia memberi ruang untuk PKL Tepian Mahakam untuk kembali berjualan. Namun dengan sejumlah peraturan. Semisal, ada pembatasan jumlah pedagang. Penyeragaman rombong. Pembatasan jam operasional. Hingga pemindahan lokasi parkir. Dari sebelumnya di bahu Jalan Gajah Mada. Beralih ke Jalan Gunung Semeru, atau sepanjang jalan samping Bank Indonesia.

Nah, setelah kembali beroperasi dengan berbagai catatan di atas sejak akhir tahun lalu. Andi Harun menilai asosiasi pedagang Tepian Mahakam tidak konsisten menjalankan kesepakatan. Seperti bertambahnya rombong yang tak terkendali. Juga parkir berlapis dan semrawut pada akhir pekan. Hingga dugaan pungutan liar.

Baca juga:   Akhirnya Pemerintah Naikkan Harga BBM, Pertalite Jadi Rp10 Ribu Per Liter

“Dengan berat hati, karena situasinya tidak mampu dikendalikan, akhirnya kita mengambil keputusan. Apalagi kita juga telah menetapkan perencanaan penataan Tepian Mahakam.”

“Saya meminta para pedagang untuk mencari tempat yang dibenarkan menurut aturan,”tegasnya.

Untuk sementara, PKL Tepian Mahakam masih diberi waktu berjualan hingga akhir bulan ini. Pada 2 Oktober nanti, area tersebut sudah harus kosong dari pedagang. Sementara sosialisasi penutupan, sudah dilakukan sejak Selasa, 20 September kemarin. (DRA)

Ikuti Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.