POLITIK
Aduan Etik Masuk BK DPRD Kaltim, Reza Singgung Pentingnya Adab dalam Politik
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, mengungkapkan dirinya telah menyerahkan laporan pengaduan kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Kaltim terkait persoalan yang belakangan mencuat di lingkungan legislatif daerah.
Meski begitu, Reza meminta agar persoalan tersebut tidak digiring menjadi konflik politik antarpartai dan sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme internal DPRD.
“Terkait dengan masalah aduan dari saya pribadi kepada badan kehormatan sudah saya serahkan laporannya. Tinggal bagaimana teman-teman di badan kehormatan menjalankan sesuai proses yang ada di DPRD,” kata Reza.
Ia menegaskan tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi permusuhan berkepanjangan di lingkungan DPRD Kalimantan Timur. Menurutnya, dalam konflik semacam itu kemungkinan terdapat kesalahan dari kedua belah pihak.
“Kita juga ke depan tidak ingin adanya permusuhan di lingkungan DPRD ini. Yang jelas mungkin dari saya secara pribadi juga ada kesalahan. Mungkin dari pihak sebelah juga ada kesalahan dalam hal ini,” lanjutnya.
Reza Minta Persoalan Tak Dipolitisasi
Reza menilai persoalan yang kini ditangani BK lebih bersifat personal dan tidak seharusnya dikaitkan dengan dinamika politik antarpartai di DPRD Kaltim.
“Jangan juga disangkutpautkan terkait adanya politisasi. Ini Gerindra, ini partai A dan yang lain,” tegasnya.
Menurut dia, inti persoalan justru berkaitan dengan sikap, etika, dan cara berinteraksi antaranggota dewan dalam kehidupan politik maupun keseharian.
Ia mengaku dibesarkan dalam lingkungan keluarga dan adat yang mengajarkan pentingnya menjaga adab dalam berpolitik.
“Dalam keluarga, dari adat kami, dari pedatuan kami, dan guru-guru kami diajarkan terkait adab dan etika,” ungkapnya.
Reza menilai setiap pihak harus menjaga sikap dan tidak mengedepankan ego pribadi dalam menjalankan aktivitas politik.
“Kita harus menghargai bagaimana adab dan etika kita dalam berpolitik, dalam berteman, dalam kehidupan sehari-hari pada umumnya,” ujarnya.
BK DPRD Kaltim Siapkan Mediasi
Saat ini, proses di Badan Kehormatan DPRD Kaltim disebut masih berada pada tahap awal. Reza mengaku belum menerima jadwal resmi pemanggilan maupun mediasi.
Namun, ia telah dihubungi Ketua BK DPRD Kaltim, Subandi, yang menyampaikan rencana pemanggilan untuk agenda mediasi antara pihak-pihak terkait.
“Kemarin dihubungi Ketua BK Subandi, beliau sampaikan nanti ada pemanggilan untuk mediasi. Nanti kita lihat bagaimana berkembangnya proses,” katanya.
Badan Kehormatan DPRD sendiri memiliki fungsi menjaga marwah lembaga legislatif melalui penegakan kode etik anggota dewan. BK berwenang menerima laporan, melakukan pemeriksaan, hingga merekomendasikan sanksi apabila ditemukan pelanggaran etik.
Reza berharap seluruh proses dapat berjalan sesuai aturan dan diselesaikan secara baik melalui mekanisme internal DPRD.
“Yang jelas kita ke depan bagaimana kembali lagi berpikir jernih. Ini ditentukan sesuai dengan proses yang ada saja,” pungkasnya. (Gi/am)
-
KUKAR4 hari agoKebakaran Hebat Melanda Permukiman Padat Tenggarong, 75 Rumah dan Bangunan Ludes
-
OLAHRAGA4 hari agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Drama 120 Menit Berakhir Manis di GBK
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoTemuan BRIN soal Vape Jadi Perhatian, Angka Gangguan Kesehatan Diminta Tak Disalahartikan
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoGowes Wisata Kaltim Jelajah Tenggarong, Gowes Sambil Menyeberangi Sungai Mahakam
-
BONTANG4 hari ago40 Motor Fazzio dan Grand Filano Ramaikan Rolling City Yamaha Classy di Bontang
-
KUKAR4 hari agoPemkab Kukar Kembali Dorong Penataan Wilayah Sedulang dari Muara Kaman
-
KUBAR2 hari agoJalan Kukar-Kubar Makin Parah, Pemerintah Pusat Diminta Segera Turun Tangan
-
KUKAR3 hari agoKukarGO Pangkas Hambatan UMKM Masuk Pasar Digital

