Connect with us

SAMARINDA

Wali Kota Samarinda: Banjir Besar di Mugirejo di Luar Prediksi

Published

on

banjir
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengaku turunkan tim penanganan pasca bencana banjir besar di Samarinda. (Nisa/Kaltim Faktual)

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan banjir besar di Mugirejo Sabtu lalu. Diakibatkan oleh kiriman air lumpur dari perusahaan tambang yang mengakibatkan polder jebol.

Pascamusim kemarau panjang kemarin. Beberapa hari belakangan, curah hujan di Ibu Kota Kaltim terasa cukup meningkat. Hujan deras disertai angin, kerap mengguyur Kota Samarinda. Banjir mulai tampak terlihat di berbagai ruas jalan, meski tak lama kemudian surut.

Namun berbeda dengan hujan pada Sabtu sore, 16 Desember 2023 kemarin. Hujan deras disertai angin itu menimbulkan banjir besar. Melanda kawasan Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.

Ketinggian banjir diperkirakan mencapai satu meter. Membuat ratusan rumah hingga kawasan pertokoan terendam dan mengganggu aktivitas warga. Bahkan lahan persawahan alami kerugian. Hingga arus lalu lintas yang lumpuh total karena tak bisa dilalui kendaraan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengaku peristiwa banjir ini tidak terprediksikan sebelumnya. Sebab selama kegiatan penanganan banjir di Samarinda terus dilakukan oleh pemkot. Bahkan cenderung berhasil.

Baca juga:   Antrean BBM Carut-marut, Wali Kota Samarinda: yang (tiiiiit) Itu Pertamina!

“Kami tidak pernah prediksi sebesar itu karena upaya penanganan banjir di sekitar Mugirejo selama ini kita evaluasi relatif berhasil walau belum semuanya selesai. Dan curah hujan tinggi sebelumnya tidak pernah berdampak sampai seperti ini,” jelas Andi Harun Senin, 19 Desember 2023.

Kata wali kota, setelah pemkot melakukan analisa mendalam. Penyebab dari banjir besar itu bukan hanya karena curah hujan yang tinggi. Melainkan karena faktor eksternal.

Banjir itu, diduga karena jebolnya Polder Lavender yang berada di Perumahan Talang Sari. Menyusul kiriman air bah beserta lumpur dan pasir dari aktivitas pertambangan di pit milik PT Limbuh.

Apalagi PT Limbuh diduga tidak memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan yang seharusnya menjadi pegangan dalam menjalankan proyek pertambangan.

Baca juga:   Permintaan PBI BPJS Membludak, Dinsos PM Samarinda Setop 5.700 Berkas

“Bukan hanya faktor curah hujan semata. Poldernya memang tidak besar, tetapi selama ini dirasa cukup untuk menampung. Tapi ini ditambah kiriman air dan lumpur yang begitu deras dari pit PT Limbuh. Karena posisi Polder Lavender lebih rendah,” lanjut Andi Harun.

“Sehingga membuat air melampau kapasitasnya polder. Safety bench-nya sangat buruk, karena mengirim lumpur dan pasir ke bawah,” imbuhnya.

Pemkot Bagi-Bagi Tugas

Pemimpin Samarinda itu menilai. Kalau penanganan pascabencana ini bukan hanya tanggungjawab dari Pemkot Samarinda saja. Melainkan besar juga tanggungjawab yang dimiliki oleh PT Limbuh.

Pemkot Samarinda akan berkonsentrasi pada dampak sosial ekonomi masyarakat dan juga infrastruktur. Sementara PT Limbuh harus bertanggungjawab atas pit miliknya. Pemkot mendorong untuk dikerjakan secara paralel.

“Karena kalau polder saja yang di bawah diperbaiki, sementara pit di atas tidak, sama saja. Harus paralel oleh sebab itu.”

Baca juga:   Pasar Pagi Samarinda Mau Dirobohkan, Pedagangnya Direlokasi ke Segiri dan Plaza Mulia

Dalam peristiwa ini, pemkot alami kerugian cukup besar. Utamanya dalam infrastruktur. Seperti perbaikan Polder Lavender, kemudian perbaikan saluran, belum lagi drainase yang kini kondosinya penuh lumpur.

Pemkot telah membentuk tim penanganan pascabencana. Berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim. Seperti BPBD Provinsi Kaltim, BPBD Kota Samarinda,Badan Wilayah Sungai. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, PUPR, hingga Perkim.

Untuk penanganan bersifat darurat. Badan Wilayah Sungai, BPBD, DLH, PUPR, akan dikerahkan menangani soal Polder Lavender dan juga aktivitas pertambangan. Sehingga bisa terkoneksi.

Kemudian untuk rumah yang jebol, ambruk, hingga berdampak pada kebutuhan sehari-hari masyarakat, akan jadi tanggung jawab bagian Kesejahteraan Masyarakat dan Dinas Sosial.

“Semua saya minta beberapa hari ke depan mengumpulkan semua dokumennya,” tambahnya. (ens/dra)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

advertising

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.