SAMARINDA
Warga S. Parman Gang 2 Keluhkan Jalan Rusak: Sudah 2 Tahun Pascaproyek Penurapan SKM Belum Juga Ada Perbaikan
Proyek normalisasi (penurapan sempadan) SKM Segmen Ruhui Rahayu tahap 1 sudah kelar 2 tahun lalu. Namun jalan dan drainase di Jalan S. Parman Gang 2 yang rusak akibat dilewati alat berat belum juga diperbaiki.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belakangan ini tengah gencar melakukan perbaikan jalan. Sejumlah ruas jalan raya sudah mulus dengan aspal. Meski kebanyakan masih kawasan tengah kota.
Sementara daerah dalam gang dan kawasan pinggiran, belum semuanya tersentuh perbaikan. Beberapa ruas masih rusak. Seperti jalan di Jalan S Parman Gang 2 yang berada tepat di seberang Taman Cerdas Kota Samarinda.
Selama 2 tahun terakhir, jalan tembus menuju Jalan dr Soetomo Gang 8 itu rusak. Sebab pada Mei 2022, ada penurapan di sempadan Sungai Karang Mumus segmen Ruhui Rahayu oleh Badan Wilayah Sungai (BWS).
Sisa Proyek Penurapan SKM Bikin Susah Warga
Sementara area penurapannya saat ini, malah tampak tak terurus. Ditutupi rumput panjang, hingga gazebo yang ada di sana pun tak lagi terlihat. Warga bahkan mempertanyakan fungsi dan kejelasan proyek itu.
Seorang warga Jalan S. Parman Gang 2 yang enggan disebutkan namanya mengungkap, kalau rusaknya jalan itu disebabkan dari proyek penurapan itu. Karena jalan menuju rumahnya menjadi akses mobilitas alat berat.
“Selama proyek jalan, alat berat itu kan keluar masuk, ada excavator dan lain-lain. Gapura kami di copot, selama pembangunan itu truk-truk sempat lewat depan rumah-rumah warga,” jelasnya Selasa 25 Juni 2024.
“Salah satunya di depan rumah warga, paretnya ambles. Itu sempat dipermasalahkan juga sama warga tapi sampai sekarang gak ada perbaikan juga,” tambahnya.
Warga itu menyebut, jalan yang sebelumnya sudah berlubang, menjadi semakin parah. Seperti tak ada pertanggungjawaban pasca proyek itu. Bahkan warga sempat ingin memperbaiki kerusakan dengan dana pribadi.
Baik jalan, gapura, maupun parit yang amblas, tidak ada yang diperbaiki hingga sekarang. Terang warga tersebut, sempat diajukan melalui dana probebaya, namun belum juga terealisasikan.
“Intinya gak ada tanggung jawab dari pelaksana sebelumnya tentang kondisi di gang ini.”
“Setelah dilalui alat besar saat itu sampai sekarang nggak ada perbaikan, awalnya ekspektasi kami bagus.”
“Penurapan itu, bentuknya sekarang malah tidak jelas, rumputnya tinggi, jalanan malah jadi rusak, bukan membawa manfaat malah membuat kerugian. Awalnya, jalan kami nggak begini sekarang malah lebih parah,” pungkasnya.
Tanggapan Wali Kota
Terpisah, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengaku sudah tahu ada kerusakan jalan di gang itu. Dan itu merupakan jalan milik pemkot.
“BWS itu, punya kementrian (penurapan). Jalannya bisa kita perbaiki karena itu jalan pemkot, pasti kita perbaiki. Bukan cuma jalannya tapi drainasenya juga,” singkatnya. (ens/dra)
-
POLITIK4 hari agoDPRD Kaltim Siapkan Tindak Lanjut Temuan BPK, Dari Beasiswa Gratispol hingga Kredit Produktif Bankaltimtara
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKisah Si Bejo, Sapi 1 Ton Asal Kaltim yang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo Subianto
-
SAMARINDA3 hari agoUtang Pemkot Samarinda Rp400 Miliar, Andi Harun Alihkan 80 Persen APBD 2026 untuk Bayar Kewajiban
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKaltim Raih Penghargaan Nasional, Sekolah Swasta Diakui Jadi Mitra Strategis Pendidikan
-
POLITIK3 hari agoHak Angket DPRD Kaltim Tetap Jalan, Gerindra Bantah Ada Konflik Rudy Mas’ud dan Seno Aji
-
POLITIK4 hari agoParipurna Hak Angket DPRD Kaltim Dijadwalkan 10 Juni, Banmus Klaim Sudah Final
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoHydropower 300 MW di Mahakam Ulu Disorot, Rudy Mas’ud Minta Listrik Tak Hanya Terang di Kota
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoWujud Kepedulian, Rudy Mas’ud Serahkan Sapi Kurban untuk PWI Kaltim

