KUKAR
Wujudkan Generasi Emas, DKP Kukar Lakukan Kampanye Gemarikan
Kampanye Gemarikan yang dilakukan DKP Kukar merupakan bagian dari pencegahan dan pengangan stunting. Bahkan pihaknya berupaya meningkatkan produksi ikan sistem kolam filter.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan).
Kampanye tersebut dilakukan untuk mewujudkan generasi emas yang dimulai dari daerah, sehingga kemudian bermanfaat bagi nusa dan bangsa.
“Kampanye Gemarikan merupakan bagian dari membangun generasi emas, salah satunya dilakukan untuk pencegahan dan penanganan stunting, karena dengan rutin mengonsumsi protein dari ikan dapat mencegah stunting,” kata Kepala DKP Kabupaten Kukar, Muslik, Selasa 20 Agustus 2024.
Dalam kaitan intervensi stunting, pihaknya berupaya meningkatkan produksi ikan sistem kolam filter yang salah satunya telah diterapkan di PKK Dusun Pelita, Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu.
Peningkatan produksi ikan sistem kolam filter tahun ini dilaksanakan di 25 di antara 41 desa/kelurahan.
Kawasan tersebut dipilih karena memiliki karakteristik kekurangan air untuk pengembangan budi daya ikan.
Hal ini merupakan bagian dari strategi dan kebijakan dalam percepatan pencegahan dan penanganan stunting di Kukar, khususnya untuk kecukupan gizi (protein), baik bagi ibu hamil, ibu menyusui, maupun bayi di bawah dua tahun (baduta).
Penerapan sistem kolam filter tersebut, telah diluncurkan oleh Bupati Kukar Edi Damansyah pada Jumat 16 Agustus 2024 lalu yang ditandai dengan penyerahan bantuan kolam filter, benih patin, dan pakan ikan kepada Ketua PKK Dusun Pelita, Desa Margahayu.
Terpilihnya Desa Margahayu sebagai lokasi percontohan karena merupakan salah satu di antara 41 desa yang menjadi lokasi intervensi stunting di Kukar.
Penerapan kolam filter ini merupakan bagian reformasi inovasi, sebagai syarat dalam mengikuti Diklat Pimpinan II sebelumnya, sehingga hasilnya tidak hanya menjadi hasil diklat, namun menjadi program DPK Kukar dalam inovasi budi daya perikanan.
Ia mengatakan bahwa dalam intervensi stunting salah satunya terdapat program pemenuhan gizi dari ikan.
Sehingga pihaknya menerapkan hasil inovasi tersebut dengan tujuan utama memenuhi gizi bagi keluarga di desa setempat.
Namun, jika masih terdapat lebih maka hasilnya bisa dijual untuk menambah penghasilan pengelola.
“Program ini tidak hanya diterapkan di lokasi desa stunting, namun akan berkembang ke desa-desa lain yang memiliki karakter lingkungan yang sama maupun nyaris sama, sehingga setiap desa di Kukar tidak akan kekurangan ikan,” katanya. (rw)
-
KUKAR5 hari agoPegawai Diskominfo Kukar Jadi Tersangka, Bakar Ruang Rapat karena Kesal Jadi Bahan Olokan
-
BERAU23 jam agoHUT RI ke-81, Dispar Kaltim Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Pulau Miang
-
SEPUTAR KALTIM1 hari agoDua Dekade Tak Ada Upacara, PWI Kaltim Hidupkan Lagi Tradisi HUT Kemerdekaan
-
NUSANTARA11 jam ago9.405 Narapidana di Kaltim-Kaltara Terima Remisi HUT RI, 203 Langsung Bebas
-
SAMARINDA3 jam agoParkir Berlangganan Samarinda 2026 Mulai Diuji Coba, Pemkot Siapkan Satgas Berantas Jukir Liar
-
GAYA HIDUP1 jam agoBertanding dengan Ratusan Karya, Ini 5 Grand Filano Hybrid Peraih Gelar ‘Best of The Best’ Classy Modifest

