SAMARINDA
TPA Bukit Pinang Overload, Pemkot Samarinda Siapkan 50 Hektare Lahan Pengganti
TPA Bukit Pinang sudah overload. Pemkot Samarinda rencananya bakal pindahkan TPA terpusat ke salah satu sudut Kota Tepian. Ada yang tau dimana?
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah memang sangat dibutuhkan disetiap daerah. Bagaimana tidak, seluruh sampah yang dihasilkan oleh masyarakat secara keseluruhan sudah pasti akan diproses di sana.
TPA Bukti Pinang contohnya. TPA yang terletak di Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu tersebut telah menjadi saksi keganasan masyarakat Kota Tepian dalam memproduksi sampah. Terbukti dengan jumlah sampah yang bisa tembus hingga 550 ton perharinya.
Untuk itu, Pemkot Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) harus putar otak lebih keras. TPA Bukit Pinang sejatinya memang sudah overload namun tetap beroperasi. Walaupun sebagian sampah perlahan telah dialihkan ke TPA Sambutan.
Namun kapasitas TPA Sambutan yang kecil dan tak sebanding dengan jumlah produksi harian masyarakat Samarinda, membuat pemkot harus merancang dan menyiapkan TPA yang bersifat abadi.
Kepala DLH Samarinda Nurrahmani mengungkapkan, jika pemkot telah mempertimbangkan lokasi TPA abadi nantinya. Yakni di Jalan Batu Cermin, Kecamatan Samarinda Utara.
“Pak wali sudah menyetujui di sana (Batu Cermin). Kemudian beliau meminta agar segera menyiapkan proses pembebasan lahan,” jelasnya kepada Kaltim Faktual, Kamis, 9 Februari 2023.
“Sebenarnya pembebasan lahan bukan di DLH. Jadi Pak Wali meminta dinas yang memang terkait sehubungan dengan itu. Kalau kami sifatnya hanya menyusuri kembali presentasi kami di biro pemprov, terkait dengan rencana mendapatkan SK penetapan lokasi (penlok) untuk persiapan pembebasan lahan.”
Yama –sapaan akrabnya- menyebutkan, jika pada tahun 2023 ini pemkot bakal membebaskan lahan seluas 50 hektare demi membuat TPA Abadi tersebut.
“Setelah itu kita bakal menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk lahan seluas 50 hektare tersebut.”
“Pokoknya arahnya saat ini hanya pada posisi ingin pengadaan lahan dulu. Sebenarnya itu aja tidak ada tambahan lain. Nanti setelahnya ada susul-susulan misalnya kita buat DED. Sedangkan pembebasan lahan itukan teknisnya macam-macam, seperti persiapan dan lain sebagainya,” pungkas Yama. (sgt/am)
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoAnggaran Dishut Kaltim Sempat Dipangkas 60 Persen, Dikembalikan untuk Tangani Karhutla
-
SAMARINDA4 hari agoMuka Air Turun 20 Sentimeter, Bendungan Lempake Diperkirakan Hanya Bertahan 2 Minggu
-
OLAHRAGA4 hari agoTurnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 di De Ale Diikuti 64 Peserta, PWI Kaltim Dorong Lahirnya Talenta Baru
-
OLAHRAGA4 hari agoBiliar dan Politik Punya Kemiripan, Tio: yang Dipukul di Sini Bisa Masuk di Sana
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoKarhutla Kaltim Meluas, BPBD Akui Sulit Cari Sumber Air untuk Pemadaman
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoKarhutla Kaltim, Peneliti Ungkap Tradisi Bakar Ladang Dayak Punya Aturan Ketat
-
PARIWARA4 hari agoYamaha Uji Kompetensi Siswa SMK Kaltimtara, Dorong Lahirnya Teknisi Siap Kerja
-
OLAHRAGA3 hari ago32 Pebiliar Berebut Tiket Final Turnamen 9 Ball Piala Ketua PWI Kaltim

