SAMARINDA
Pengendara Motor Soal Parkir Non Tunai di Mal Samarinda: Bikin Ribet!
Belum semua pengendara di Samarinda menerima sistem parkir non tunai di mal. Khususnya pengguna roda dua. Mereka menganggap aturan ini merepotkan.
Untuk mendorong digitalisasi ekonomi. Pemkot Samarinda menerapkan aturan parkir non tunai di mal sejak 1 Maret 2023 lalu. Sejauh ini, belum semua mal menerapkannya, karena belum memiliki gate non tunai dalam jumlah yang ideal.
Big Mall, City Centrum, dan SCP menjadi 3 mal terdepan yang sudah menerapkannya. Sisanya masih melakukan penyesuaian secara bertahap.
Lantas, seperti apa sih respons masyarakat terhadap aturan baru ini?
Antrean Lebih Cepat
Kebanyakan pengendara roda 4 suka dengan aturan ini. Karena terbukti efektif memangkas waktu antre keluar mal. Terutama pada akhir pekan yang menjadi puncak kunjungan ke mal.
“Lebih praktis karena cuma pakai kartu yang sama dengan kartu tol. Enggak repot nyiapin uang parkir juga,” kata Yulia, warga Samarinda.
“Selain itu bikin antrean lebih cepat. Karena tinggal tap kan, enggak perlu nyari uang dan nunggu angsulan,” lanjutnya.
Bikin Ribet
Berbeda dengan pengendara mobil yang kebanyakan sudah memiliki e-Money atau e-Parking. Banyak pengendara roda 2 yang memberi respons berbeda.
Seperti beberapa pengendara motor yang Kaltim Faktual temui di Mall Lembuswana, Samarinda. Mereka mengaku aturan baru ini justru menyusahkan, jauh dari kesan praktis.
“Sudah terbiasa langsung ngeluarin uang. Dari pada nge-scan begitu,” ucap Randi pengemudi ojek online.
“Ribet sih, biasanya tinggal ambil uang. Kalau pakai aplikasi (QRIS) kan harus keluarin HP dulu terus buka aplikasinya,” ucap Indri.
“Lebih mudah tunai sih. Makanya lebih memilih bayar pakai uang langsung,” kata Ayu.
Harus Terbiasa Non Tunai
Sejak awal, Dishub Samarinda sebagai leading sector dari kebijakan ini sudah menduga bakal ada tentangan dari masyarakat. Karena itu, mereka meminta warga Samarinda membiasakan diri dengan sistem digital.
Pun dalam penerapannya, pemkot tidak terlalu saklek. Yang langsung 100 persen wajib non tunai. Untuk tahap awal, mereka hanya mewajibkan mal menyediakan gate non tunai maksimal 70 persen. Jadi tetap bakal ada gate parkir tunai. (hmn/dra)
-
MAHULU4 hari agoBuka Isolasi Mahulu, Pembangunan Bandara Ujoh Bilang Sudah 89 Persen Ditargetkan Beroperasi Februari 2026
-
SAMARINDA4 hari agoMinggu Malam, Ustaz Das’ad Latif Bakal Isi Tabligh Akbar di Penutupan Pekan Raya Kaltim 2026
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoMembaca Arah Pariwisata 2026: Dimotori Gen Z, Ini 6 Tren Wisata yang Bakal Mendominasi
-
GAYA HIDUP5 hari agoKaltim Diprediksi Hujan Berangin Pekan ini, Berikut Tips Jaga Kesehatan Wajib
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoPemprov Kaltim Kebut Cetak Sawah 20 Ribu Hektare, Targetkan Swasembada Pangan Mandiri pada 2026
-
NUSANTARA5 hari agoMemasuki 2026, Otorita IKN Tegaskan Arah Nusantara sebagai Ibu Kota Politik 2028
-
HIBURAN4 hari agoLomba, Pameran, hingga Tabligh Akbar, Berikut Rangkaian Keseruan Pekan Raya Kaltim Gratis!
-
SAMARINDA4 hari agoPenumpang Melonjak, Bandara APT Pranoto Ajukan Perluasan “Area Safety” di Sisi Runway

