EKONOMI DAN PARIWISATA
Penanganan Rumah Tidak Layak Huni di Kaltim Tembus 15 Ribu Unit
Penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kaltim mencapai 15 ribu unit. Hal ini diungkapkan Gubernur Kaltim Isran Noor dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke wilayah selatan, Sabtu (16/10/2021).
Ditandai pemasangan peneng, Isran menyerahkan program Rumah Layak Huni (RLH) melalui rehabilitasi RTLH kepada pemilik rumah.
Isran menyerahkan bantuan Rehabilitasi RTLH Kota Balikpapan 100 unit kepada Camat Balikpapan Timur Suwandi, dan khusus di Kelurahan Lamaru sebanyak 35 unit diterima Sekretaris Lurah Lamaru Prihjanti.
“Kita syukuri, selalu bersyukur. Ini bagian ikhtiar kita agar masyarakat bisa menikmati hidup layak,” kata Isran Noor, usai penyerahan didampingi Kepala Dinas PUPR dan PERA Provinsi Kaltim AM Fitra Firnanda dan Kepala Dinas PU Kota Balikpapan.
Pemprov Kaltim, lanjut mantan Bupati Kutai Timur ini, terus berupaya dengan sumber daya dan potensi yang dimiliki. Untuk meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyarakat, salah satunya rehab RTLH menjadi RLH.
Selanjutnya, Pemprov Kaltim bekerja sama para pengusaha di daerah untuk membangunkan RLH dengan melibatkan para prajurit TNI.
“Desainnya sudah ada, Pergubnya sudah turun. Sebentar lagi, saya akan menandatangani kerja sama dengan Panglima TNI, sebab yang membangun rumahnya nanti para tentara,” ungkap orang nomor satu Benua Etam ini.
Sementara itu Kepala Dinas PUPR dan Pera Provinsi Kaltim AM Fitra Firnanda menyebutkan rehab RTLH merupakan program prioritas Gubernur Kalimantan Timur. Berdasarkan RPJMD tahun 2019-2023 bidang perumahan dan permukiman ditargetkan untuk menangani 25 ribu rumah.
“Berdasarkan data hasil verifikasi tahun 2017, rumah tidak layak huni di Provinsi Kaltim berjumlah 51.722 unit tersebar di 10 kabupaten dan kota,” sebut Firnanda.
Ditambahkannya, amanat RPJMD Provinsi Kaltim menargetkan penanganan RTLH sebanyak 25 ribu unit dengan bentuk peningkatan kualitas rumah dengan strategi pembiayaan APBD provinsi, kolaborasi APBN dan APBD kabupaten/kota.
“Target kami 5 ribu unit setiap tahun. Dan di tahun ketiga ini, penanganan mencapai 15.072 unit. Artinya, surplus 72 unit,” tandasnya. (Redaksi KF)
-
BALIKPAPAN5 hari agoLatihan Militer Program KDMP Berujung Duka, Dua Peserta Meninggal Dunia, Satunya di Balikpapan
-
BALIKPAPAN5 hari agoGubernur Rudy Mas’ud Resmikan Pusat Jantung Modern di Balikpapan, Dilengkapi Cath Lab Pertama di Kaltim
-
HIBURAN5 hari agoDari Nobar Film Suamiku Lukaku; Cara Emak-emak Bersuara Lawan KDRT
-
EKONOMI DAN PARIWISATA5 hari agoUMKM Kaltim Punya Peluang Mendunia, Galeri UMKM Balikpapan Jadi Pusat Promosi Produk Lokal
-
NUSANTARA3 hari agoGuru SMK Kunjungi Pabrik Yamaha, Siap Sinergi Lahirkan Talenta SMK Kelas Dunia
-
PARIWARA4 hari agoWe Are AEROX Society 2026 Jadi Puncak Perayaan Satu Dekade AEROX di Indonesia
-
SEPUTAR KALTIM4 hari agoSPMB 2026 Kaltim Dievaluasi, Gangguan Hari Pertama Jadi Bahan Perbaikan
-
BALIKPAPAN23 jam agoLibur Sekolah Dongkrak Penumpang Bandara SAMS Sepinggan hingga 15 Ribu Orang per Hari
