SAMARINDA
Capek Pasang Penghalang di Jembatan Achmad Amins, Dishub Samarinda Portal Permanen
Berbagai jenis penghalang pengendalian arus kendaraan yang melintas di Jembatan Achmad Amins tidak ada yang mempan. Banyak kendaraan nakal yang masih ngotot lewat. Dishub Samarinda pun memasang portal permanen yang lebih tebal.
Buka tutup Jembatan Achmad Amins menjadi persoalan panjang di Kota Samarinda. Eks Jembatan Mahkota II itu sempat ditutup sementara pada 26 April 2021. Karena terjadi keretakan hingga pergeseran pada tiang penyangga.
Hingga kemudian, operasional jembatan dibuka kembali pada 10 Juni 2021. Bersamaan peresmian nama baru menjadi jembatan Achmad Amins.
Namun dengan berbagai pertimbangan, pembukaan jembatan yang menghubungkan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan dengan Kelurahan Simpang Pasir, Palaran itu dilakukan secara terbatas.
Hanya kendaraan roda 2 dan mobil pribadi yang boleh melintas. Sementara untuk roda 6 ke atas, truk dan mobil angkutan dengan segala jenisnya tidak diperbolehkan.
Untuk pengendalian kendaraan yang melintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda sempat kesulitan. Ketika diberi kelonggaran sedikit, justru dianggap sebagai pembolehan bagi truk dan kendaraan besar.
Dishub Samarinda sudah melakukan berbagai upaya. Mulai dari pemasangan portal kecil, namun ditabrak oleh kendaraan besar. Kemudian pemasangan barrier, masih banyak yang melanggar.
Karena capek tidak ada yang mempan, kini giliran portal tebal yang dipasang. Setelah dikerjakan selama beberapa hari, akhirnya rampung pada Minggu, 6 Agustus 2023 kemarin. Dengan ketinggian 206 cm.
Kemudian pada Senin sore, 7 Agustus 2023, dilakukan uji coba portal. Melihat apakah pembatasannya berhasil dan mobil apa saja yang tidak bisa melintas. Sekaligus sebagai bahan kajian untuk menentukan kebijakan selanjutnya.
Uji coba dilakukan bersama para relawan ambulance. Dengan menggandeng Info Taruna Samarinda. Dengan mengerahkan sejumlah mobil ambulance.
Menguji apakah ambulance sebagai kendaraan darurat masih bisa melintas. Dari 15 ambulance terdapat 8 ambulance yang nyangkut, alias rotatornya terhalang portal ketika akan melintas.
Analis Kebijakan Ahli Muda, Sub Kebijakan Penguji Kendaraan Bermotor, Marlian Rizal menyebut ketinggian ideal berada di 2,5 meter.
“Karena 2,5 itu tadi kalau dengan rotator diperkirakan masuk walaupun press tapi lewat,” jelas pria yang akrab disapa Rizal.
“Tapi kalau terlalu tinggi, yang tadinya kita bercita-cita untuk membatasi mobil besar percuma kan. Jadi kita harus betul-betul mengukur berapa sih spek yang dimensinya wajar dan bisa dilewati oleh teman-teman ambulans,” tambahnya.
Rizal menyebut, Dishub nantinya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas PUPR. Terkait usulan lanjutan usai uji coba.
Terpisah, Staf Teknis Bina Marga DPUPR Samarinda, Rezky Samudra mengaku siap menerima rekomendasi dari Dishub.
“Kami tinggal menunggu hasil keputusan dari teman-teman Dishub berapa tingginya. Menyesuaikan hasil uji coba yang dilakukan Dishub,” jelas Rezky.
Menurutnya, ukuran 206 cm yang saat ini diterapkan sudah termasuk standar. Agar hanya kendaraan kecil yang bisa melintas. Untuk kendaraan dengan ketinggian di atasnya, termasuk kendaraan modifikasi tidak bisa melintas.
“Rata-rata baknya yang nyangkut,” kata Rezky.
Jika rekomendasi Dishub sudah keluar, Dinas PUPR bersedia untuk langsung mengerjakannya.
Setelah pemasangan ini, diharapkan pembatasan kendaraan yang melintas benar-benar aman. Sehingga penjagaan jembatan Achmad Amins dapat. (*/ens/dra)
-
SAMARINDA5 hari agoRatusan Sopir Truk Demo di Balai Kota Samarinda, Tolak Pembatasan Kupon Biosolar dan Blokir Fuel Card
-
HIBURAN3 hari agoAkhir Pekan di Temindung Creative Hub, 111 Film Pendek Ikut Festival Film Kaltim
-
BALIKPAPAN4 hari agoMulai 1 September, Aturan Baru BBM Subsidi Balikpapan: Mobil Isi Pertalite Pukul 22.00-06.00 WITA
-
KUKAR3 hari agoKarnaval GEAR Ultima Yamaha Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ribuan Warga Bukit Pariaman Antusias
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAnggaran Dishut Kaltim Sempat Dipangkas 60 Persen, Dikembalikan untuk Tangani Karhutla
-
SAMARINDA14 jam agoMuka Air Turun 20 Sentimeter, Bendungan Lempake Diperkirakan Hanya Bertahan 2 Minggu
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDebit Sungai Mahakam Menyusut, Air Laut Mulai Masuk tapi Pasokan Air Baku Kaltim Disebut Aman
-
OLAHRAGA11 jam agoTurnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 di De Ale Diikuti 64 Peserta, PWI Kaltim Dorong Lahirnya Talenta Baru

