SEPUTAR KALTIM
13 Area Parkir Otonom; Mal dan RS di Samarinda Berproses Ajukan Izin
Sebanyak 13 area parkir otonom, terdiri atas mal, hotel, dan rumah sakit, hingga destinasi wisata di Samarinda tengah berproses mengajukan izin. Dishub Samarinda terus melakukan pemantauan.
Wali Kota Samarinda bersama sejumlah OPD telah menggelar rapat menyoal parkir di mal yang didapati tak berizin. Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP).
Setelah sebelumnya parkir di Mal Samarinda Central Plaza (SCP) jadi perhatian pemerintah lantaran tak berizin. Lalu area parkir di hotel, rumah sakit, dan mal lain di Samarinda ikut jadi sorotan.
Setelah ditelusuri oleh pemkot, ada 11 titik area parkir otonom yang terdata. Lalu bertambah 2 titik. Tidak hanya area parkir pusat perbelanjaan (mal), namun parkiran rumah sakit, hotel dan tempat wisata ikut masuk dalam daftar.
Mal Lembuswana, Samarinda Square, Mesra Indah, Bigmall, City Centrum, Merak Square, Lotte Mart, lalu Grand Samarinda/SMEC, kemudian RS SMC, Dirgahayu, hingga RS Abdul Wahab Syahrani. Lalu ketambahan Wonderland Samarinda dan Hotel Selyca Mulia.
Dishub Kota Samarinda menyebut, kini sejumlah parkir otonom tersebut tengah berproses mengajukan izin. Dishub bakal menyetujui izin tersebut jika syarat dan fasilitas parkir sesuai standar sudah dipenuhi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu menyebut sudah menyurati sejumlah pengelola parkir tersebut sejak 5 April 2024. Dan memberi waktu sampai 30 April mendatang.
Pihaknya terus melakukan komunikasi dengan para pengelola parkir. Dan memberikan arahan terkait berbagai kewajiban pemenuhan fasilitas parkir yang harus dilengkapi. Agar seluruh titik bisa terpenuhi izinnya.
“Mereka mengajukan, kalau ada yang kurang, kami kembalikan, begitu, sampai lengkap. Kalau sudah semua, Dishub bisa approved,” jelas Manalu di Balaikota Selasa 23 April 2024.
Manalu bilang beberapa sudah berprogres, sebagian sudah merespons. Mulai dari pemenuhan fasilitas seperti sprinkler, hingga marka parkir, dan lalu lintas di dalamnya. Dishub juga akan melakukan pengawasan.
Setidaknya sudah 50% dari daftar parkir tersebut yang sudah terlihat ada kemajuan. Sisanya, Dishub terus melakukan pendekatan dengan mendatangi satu per satu area parkir otonom itu.
“Kita lihat terus ini, kalau mereka minta dispensasi yang penting ada surat kontrak. Kalau sprinklernya sudah hidup batu kita approved,” lanjut Manalu.
Selain itu, Manalu menyebut kalau dirinya akan mengatur ulang tarif di dalam parkir otonom tersebut. Agar tarifnya bisa rata dan menyesuaikan dengan fasilitas yang tersedia. (ens/fth)
-
PARIWARA3 hari agoGaji Sering ‘Numpang Lewat’? CIMB Niaga Tawarkan Banyak Fitur Lewat OCTO Savers Payroll
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoPastikan Perbaiki Sistem Gratispol, Pemprov Kaltim Tepis Isu Pemutusan Sepihak Mahasiswa
-
SEPUTAR KALTIM5 hari ago21.903 Mahasiswa Baru Kaltim Resmi Bebas UKT Lewat Gratispol, Tahun Depan Target Tembus 124 Ribu Penerima
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoAwas Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kaltim Akhir Pekan Ini
-
BALIKPAPAN4 hari agoSoroti 319 Ribu Kasus Kecelakaan Kerja, Wagub Kaltim: K3 Bukan Sekadar Aturan, Tapi Hak Pulang Selamat
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoRealisasi ‘Gratispol’ Religi, 877 Penjaga Rumah Ibadah Kaltim Terbang Gratis ke Tanah Suci
-
BALIKPAPAN35 menit agoSasar 14 Sekolah di Balikpapan-PPU, JNE dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah ke Ratusan Siswa Yatim Dhuafa

