GAYA HIDUP
Menjadi Content Creator Tidak Semudah yang Dibayangkan, Berikut Tips dan Pantangannya
Memang betul, hanya bermodal kamera hp, seseorang bisa menjadi content creator. Tapi perjuangan menjadi terkenal itu ternyata tak mudah. Kreator Samarinda Safran Achmad membagikan tips dan pantangan menjadi content creator berdasar pengalamannya seperti berikut.
Di era media sosial saat ini, dunia perkontenan berkembang sangat pesat. Setiap orang bisa, bahkan berlomba-lomba menjadi content creator. Fungsi media sosial sebagai tempat berinteraksi, menjadi lebih luas lagi.
Media sosial kini menjadi wadah untuk setiap orang berkarya. Bahkan menjadikannya sebagai karier impian bagi generasi saat ini. Konten viral dan diakses banyak orang menjadi sebuah pencapaian yang berharga.
Content Creator asal Samarinda, yang merupakan Content Branding Strategist sekaligus inisiator Komunitas SMR Creator Safran Achmad menjelaskan pekerjaannya itu memang menjanjikan cuan. Namun banyak tantangannya.
“Karena dari content creator, banyak banget sumber penghasilan. Misal terima endores untuk followers di atas 10k biasanya,” jelas Safran kepada Kaltim Faktual belum lama ini.
Selain itu bagi Safran, konten juga bisa menunjukkan branding diri. Misal seorang pembuat konten desain, menunjukkan skillnya dalam mendesain. Ya, bisa sebagai portofolio dan pendamping curriculum vitae (CV).
“Orang jadi hire sebagai desainer, karena dari konten. Lalu public speaking, misal kontennya edukasi dan lainnya. Atau misal mau jadi politikus, butuh konten juga,” tambah Safran.
“Saya waktu masih maba, tapi dijadikan pamateri karena lihat saya bisa bikin konten.”
Tantangan Jadi Content Creator
Tantangannya, jelas Safran memang banyak. Sebab perlu berjuang dahulu selama beberapa tahun, agar kontennya dikenal orang. Tidak bisa ujug-ujug langsung viral dan dikenal, kecuali konten kontroversial.
Jika masih minim pengalaman dan ilmu, bisa belajar terlebih dahulu. Mendalami seluk beluk perkontenan. Lalu jika sudah, bisa memulai untuk membuat konten. Dan harus dilakukan secara konsisten, jangan takut jelek. Seperti halnya ia yang bahkan pernah membuat konten tutorial membuka kemasan sosis.
“Biasanya orang yang pertama bikin konten berharap bagus dan viral. Jangan takut jelek, karena pasti jelek. Strugling-nya di konsisten dan ide. Lebih ke diri sendiri untuk konsisten niat awalnya apa.”
“Kalau orientasinya uang berhenti tengah jalan. Lebih mudah kalau naikkan personel branding. Niatnya harus berkarya dulu,” tambah Safran.
Pantangan
Lanjut Safran, ada beberapa pantangan yang harus dihindari. Misal tidak riset dahulu. Seorang content creator wajib untuk melakukan riset terlebih dahulu. Agar tidak menjadi konten ‘blunder’ dan bercitra negatif.
“Harus riset. Kontennya misal hiburan, yang dijadikan objek siapa. Tersinggung nggak?”
Lalu Safran mencatat setidaknya 3 hal yang salah satunya harus dimiliki content creator. Pertama, menjadi yang terawal, atau yang kedua terbaik, atau menjadi yang terunik.
“Untungnya saya terawal, bikin konten saat orang Samarinda belum bikin konten. Lalu terbaik perlu alat dan software yang bagus. Nah kesempatannya di terunik. Bikin setidaknya 30 konten, agar diingat orang,” tutupnya. (ens/dra)
-
SAMARINDA5 hari agoRatusan Sopir Truk Demo di Balai Kota Samarinda, Tolak Pembatasan Kupon Biosolar dan Blokir Fuel Card
-
HIBURAN3 hari agoAkhir Pekan di Temindung Creative Hub, 111 Film Pendek Ikut Festival Film Kaltim
-
KUKAR3 hari agoKarnaval GEAR Ultima Yamaha Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ribuan Warga Bukit Pariaman Antusias
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAnggaran Dishut Kaltim Sempat Dipangkas 60 Persen, Dikembalikan untuk Tangani Karhutla
-
BALIKPAPAN4 hari agoMulai 1 September, Aturan Baru BBM Subsidi Balikpapan: Mobil Isi Pertalite Pukul 22.00-06.00 WITA
-
SAMARINDA16 jam agoMuka Air Turun 20 Sentimeter, Bendungan Lempake Diperkirakan Hanya Bertahan 2 Minggu
-
OLAHRAGA13 jam agoTurnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 di De Ale Diikuti 64 Peserta, PWI Kaltim Dorong Lahirnya Talenta Baru
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDebit Sungai Mahakam Menyusut, Air Laut Mulai Masuk tapi Pasokan Air Baku Kaltim Disebut Aman

