SAMARINDA
Pemkot Konfirmasi Tak Boleh Ada Kegiatan Komersil di Teras Samarinda, Termasuk Jasa Foto Berbayar
Setelah ramai keluhan fotografer yang jual jasa foto di Teras Samarinda, Asisten II Sekretariat Daerah Pemkot Samarinda Marnabas Patiroy membenarkan pelarangan kegiatan komersil di area tersebut. Saat ini pemkot tengah menggodok aturannya.
Sampai saat ini, Teras Samarinda masih ramai dikunjungi warga. Banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk sekadar bersantai sore hari, nongkrong, berolahraga, sampai menikmati keindahan Sungai Mahakam.
Momen ini dimanfaatkan oleh para fotografer di Samarinda. Mereka menyediakan jasa foto berbayar. Animonya ternyata tinggi, banyak pengunjung yang menyewa jasa mereka untuk mendapat foto yang proper. Sebagai kenang-kenangan atau bahan posting media sosial.
Namun belakangan, beberapa personel Satpol PP melarang aktivitas itu. Dalihnya adalah tidak boleh ada kegiatan komersil di kawasan tersebut. Para fotografer lantas mmempertanyakan balik dasar aturannya. Mereka mengaku tak melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan.
Pemkot Benarkan Ada Larangan
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy kemudian membenarkan adanya pembatasan aktivitas komersil di area Teras Samarinda. Tidak boleh ada transaksi selain parkir dan tenant pedagang resmi.
“Kita belum tentukan kebijakan. Sementara tidak ada kegiatan yang bersifat (komersil), foto itu kan yang berbayar.”
“Aturannya masih digodok, untuk itu tidak boleh ada kegiatan lain yang bersifat bisnis atau mengundang banyak orang, kita masih godok aturannya jadi bersabar dulu,” jelas Marnabas Kamis, 26 September 2024.
Marnabas bilang, pihaknya akan mengelola dengan baik segala yang berkaitan dengan Teras Samarinda. Termasuk aturan pelarangan kegiatan komersil. Pihaknya bermaksud membuat Teras Samarinda menjadi nyaman bagi semua orang.
“Kalau hobi atau foto pribadi boleh saja. Tapi segala komersil kita larang dulu dan mau kita atur baru kita turun. Bersabar saja dulu, yang komersil nanti saja dulu.”
Tambahnya, UMKM yang berjaualan di Teras Samarinda pada 4 tenant itu, mendapatkan fasilitas tanpa adanya pungutan. Sementara pedagang selain itu, memang dilarang. Menurut Marnabas, berlaku sama.
“Nanti kalau sudah kita tetapkan pengelolaannya (saat ini masih pengelola sementara) silakan berhubungan dengan pengelola, sekaligus beritahu masyarakat tidak ada bayar membayar di Teras kecuali parkir.”
“Jadi intinya sementara ini kita lagi susun bagaimana aktivitas di sana dan tidak ada bayar membayar dari awal kalau ada oknum nanti akan kami cari,” pungkasnya. (ens/fth)
-
SAMARINDA5 hari agoRatusan Sopir Truk Demo di Balai Kota Samarinda, Tolak Pembatasan Kupon Biosolar dan Blokir Fuel Card
-
HIBURAN3 hari agoAkhir Pekan di Temindung Creative Hub, 111 Film Pendek Ikut Festival Film Kaltim
-
BALIKPAPAN4 hari agoMulai 1 September, Aturan Baru BBM Subsidi Balikpapan: Mobil Isi Pertalite Pukul 22.00-06.00 WITA
-
KUKAR3 hari agoKarnaval GEAR Ultima Yamaha Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Ribuan Warga Bukit Pariaman Antusias
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoAnggaran Dishut Kaltim Sempat Dipangkas 60 Persen, Dikembalikan untuk Tangani Karhutla
-
SAMARINDA21 jam agoMuka Air Turun 20 Sentimeter, Bendungan Lempake Diperkirakan Hanya Bertahan 2 Minggu
-
OLAHRAGA17 jam agoTurnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 di De Ale Diikuti 64 Peserta, PWI Kaltim Dorong Lahirnya Talenta Baru
-
SEPUTAR KALTIM5 hari agoDebit Sungai Mahakam Menyusut, Air Laut Mulai Masuk tapi Pasokan Air Baku Kaltim Disebut Aman

