KUKAR
Muhammad Darlis Sosper di Kutai Kartanagara, Kuatkan Implementasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Dewan Kaltim Muhammad Darlis melakukan Sosper di Kutai Kartanegara. Lewat sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2023, ia ingin menguatkan kembali implementasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Pada Januari Lalu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Muhammad Darlis telah mengunjungi beberapa titik di Kota Samarinda untuk melakukan sejumlah Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper).
Sosper sendiri menjadi momentum anggota dewan untuk bertemu dengan konstituennya. Kemudian menyosialisasikan Peraturan Daerah kepada masyarakat agar implementasi Perda dapat berjalan dengan maksimal.
Setelah dari Samarinda, Muhammad Darlis bergeser ke Kabupaten Kutai Kartanegara. Melakukan Sosper ke-2 dengan materi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2023 tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Sosper di Kutai Kartanegara
Darlis menyambangi warga di RT.03 Kelurahan Teluk Pemedas Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Pada Sabtu, 8 Januari 2025 kemarin.
Perda tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan itu disampaikan oleh 2 narasumber dari kalangan akademisi. Elviandri yang merupakan Dosen sekaligus Sekretaris Prodi Magister Hukum UMKT dan Saipul yang merupakan Dosen Prodi Administrasi Publik FISIP Unmul. Dan dimoderatori oleh Kamarsam.
Melalui gelaran Sosper, Darlis menyoroti implementasi nilai-nilai Pancasila di masyarakat. Para orang tua bisa menjaga an menanamkannya kepada anak-anak sebagai generasi penerus Indonesia dan Kaltim di masa depan.
“Setiap butir nilai pancasila sangat penting sebab lima sila tersebut menjadi modal utama bangsa Indonesia. Masyarakat harus mempertahankan nilai-nilai itu.”
“Bangsa kita tumbuh dan berkembang dengan modal pancasila sebagai ideologi. Sehingga tidak boleh juga kita membiarkan nilai nilai itu tergerus,” kata Darlis, Sabtu 8 Februari 2025.

Politisi PAN itu ingin rasa nasionalisme terus dipupuk. Tidak hanya di kalangan penyelenggara pemerintah saja, namun juga di level masyarakat. Sehingga kesatuan Negara Indonesia dapat terus terjaga.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tidak hanya dapat terselenggara di pendidikan formal seperti sekolah saja, namun juga dalam situasi non-formal. Misalnya gotong royong, tenggang rasa, sopan santun, dan saling mengormati.
“Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi agar implementasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (ens)
-
PARIWARA2 hari agoGathering Team AEROX Hadir kembali, Ratusan Bikers dan Modifikasi AEROX Kepung Jalanan Kota Bandung dan Surabaya
-
PARIWARA1 hari agoWorld Supersport 2026 Kick Off, Aldi Satya Mahendra El’ Dablek Jadikan Momentum Awal Positif Musim Ini
-
SAMARINDA1 hari agoBuka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda

