SEPUTAR KALTIM
Kaltim Salurkan Rp5,7 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera dan Aceh, Ini Sumber Dananya
Pemprov Kaltim melalui Kaltim Peduli Bencana menyalurkan Rp5,7 miliar untuk korban bencana di Sumatera dan Aceh, berasal dari donasi non-APBD. Berikut rincian sumber dananya.
Rentetan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera pada akhir 2025 masih menyisakan prihatin. Banjir bandang dan tanah longsor akibat curah hujan ekstrem yang menerjang Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, menyebabkan kerusakan infrastruktur, merendam permukiman warga, serta memaksa ribuan orang mengungsi.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program Kaltim Peduli Bencana menyalurkan dana kemanusiaan sebesar Rp5.787.610.643 untuk membantu penanganan bencana di tiga provinsi tersebut.
Penyaluran Dana
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kaltim, Dasmiah, menjelaskan dana bantuan tersebut berasal dari hasil penggalangan donasi masyarakat yang terkumpul sebesar Rp4.318.877.000, ditambah saldo sebelumnya senilai Rp1.468.733.961.
“Dana ini kami salurkan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera, dengan fokus pada daerah yang selama ini belum banyak tersentuh bantuan, khususnya Kabupaten Pidie Jaya, Aceh,” ujar Dasmiah Rabu 31 Desember 2025.
Untuk Provinsi Aceh, Kaltim Peduli Bencana menyalurkan bantuan sebesar Rp1,8 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp1 miliar dialokasikan dalam bentuk dana tunai khusus untuk Kabupaten Pidie Jaya, sementara bantuan logistik tersalurkan dengan nilai sekitar Rp700 juta.
Sementara itu, Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing menerima bantuan sebesar Rp1 miliar. Besaran bantuan untuk Aceh mendapat nilai lebih besar. Karena hasil mitigasi menunjukkan dampak banjir dan longsor paling parah terjadi di wilayah tersebut.
Rencananya, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akan menyerahkan langsung bantuan kemanusiaan ini, kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) pada 2 Januari 2026. Dengan penyaluran dana dan logistik langsung ke Kabupaten Pidie Jaya.
Bukan Dari APBD
Dasmiah menegaskan, dana kemanusiaan tersebut tidak bersumber dari APBD. Donasi dihimpun melalui Surat Edaran Gubernur Kaltim Nomor 400.9.1/4745/B.KESRA-I/2025. Yang menyasar perangkat daerah, BUMD, perusahaan, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum di Kalimantan Timur.
“Sumber donasi berasal dari masyarakat, ASN, serta perusahaan di sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan. Seluruhnya bersifat sukarela dan di luar anggaran pemerintah daerah,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim berharap bantuan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Sekaligus menjadi wujud solidaritas antardaerah dalam menghadapi situasi darurat kemanusiaan. (ens)
-
BERAU2 hari agoHUT RI ke-81, Dispar Kaltim Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Pulau Miang
-
SEPUTAR KALTIM2 hari agoDua Dekade Tak Ada Upacara, PWI Kaltim Hidupkan Lagi Tradisi HUT Kemerdekaan
-
SAMARINDA22 jam agoParkir Berlangganan Samarinda 2026 Mulai Diuji Coba, Pemkot Siapkan Satgas Berantas Jukir Liar
-
NUSANTARA1 hari ago9.405 Narapidana di Kaltim-Kaltara Terima Remisi HUT RI, 203 Langsung Bebas
-
GAYA HIDUP20 jam agoBertanding dengan Ratusan Karya, Ini 5 Grand Filano Hybrid Peraih Gelar ‘Best of The Best’ Classy Modifest

