Connect with us

SAMARINDA

Buka Safari Ramadan Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Masjid Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda

Published

on

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud awali Safari Ramadan 2026 lewat salat subuh berjamaah di Samarinda. Ia dorong masjid jadi pusat kaderisasi pemuda, bukan cuma musiman.

Suasana awal Ramadan selalu punya magisnya sendiri. Masjid-masjid penuh sesak sejak dini hari, dan antusiasme warga yang bangun lebih awal untuk sahur hingga subuh berjemaah terasa di sudut-sudut kota. Suasana khas inilah yang dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memulai safari Ramadan.

Memasuki hari kedua puasa, Jumat 20 Februari 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) resmi memulai rangkaian Safari Ramadan 2026. Mengawali agenda tahunan ini, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud langsung membaur bersama warga dalam Gerakan Shalat Subuh Berjamaah. Bertempat di Masjid Nurul Mu’minin Pemprov Kaltim, Samarinda.

Jangan Cuma Ramai Pas Tarawih

Usai menunaikan salat subuh, Rudy menyoroti satu fenomena klasik. Masjid yang sering kali hanya ramai saat Ramadan, lalu perlahan sepi setelah Lebaran usai. Ia meminta kebiasaan musiman ini diubah. Masjid, menurutnya, punya potensi jauh lebih besar dari sekadar tempat menunaikan ritual ibadah wajib atau salat tarawih sebulan penuh.

“Kami ingin masjid ini bisa menjadi wadah untuk pendidikan, pengkaderan pemuda Islam. Serta tempat pelaksanaan berbagai kegiatan seperti MTQ dan perlombaan seperti adzan dan qori,” tegas Rudy di hadapan jemaah yang hadir.

Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya regenerasi. Rumah ibadah harus dihidupkan dengan kegiatan yang relevan bagi anak muda agar tidak kehilangan penerus dan tetap relevan dengan zaman.

Lebih dari Tempat Ibadah

Lebih jauh, Rudy menilai masjid sejatinya adalah pusat interaksi warga. Jika dikelola dengan visi yang tepat, masjid bisa bertransformasi menjadi pusat pendidikan nonformal dan ruang silaturahmi yang ampuh merekatkan ikatan warga di tengah dinamika perkotaan yang makin individualis.

“Melalui Gerakan Shalat Subuh Berjamaah, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk membangun kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan sosial,” tuturnya.

Ia menaruh harapan besar agar tren positif ramainya saf di awal puasa ini bisa menjadi titik tolak kebangkitan pembinaan umat yang berkelanjutan di Kaltim. Bukan sekadar euforia sesaat.

Bukan Sekadar Keliling Masjid

Gerakan subuh berjemaah ini rupanya baru pemanasan. Sepanjang bulan suci bergulir, agenda Safari Ramadan Pemprov Kaltim telah dirancang sedemikian rupa. Agar pemerintah lebih peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat bawah. Mengingat kebutuhan dan pengeluaran warga yang kerap membengkak jelang hari raya, kehadiran langsung dari pemerintah menjadi sangat krusial.

Oleh karena itu, selain rutinitas tarawih dan subuh keliling ke berbagai wilayah, agenda tahunan ini juga bakal diwarnai dengan kegiatan buka puasa bersama warga. Tidak sekadar berbuka, Pemprov Kaltim telah menyiapkan program distribusi santunan. Target utamanya adalah kaum duafa dan anak yatim, sebagai wujud nyata kepedulian sosial pemerintah di bulan yang penuh berkah. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.