Connect with us

SAMARINDA

Ludes Kurang dari Sejam! Antusiasme Warga Samarinda Buru Seribu Takjil di Kantor Gubernur

Published

on

Seribu paket takjil gratis ludes diburu warga Samarinda kurang dari sejam di halaman Kantor Gubernur Kaltim. Pembagian berjalan tertib berkat pemberlakuan sistem kupon.

Pemandangan berbeda terlihat di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis (26/2/2026) sore. Jika biasanya kawasan ini identik dengan lalu-lalang birokrat berwajah serius, kali ini suasananya mencair lewat gelaran “Gebyar Ramadan Berbagi Takjil Gratis”.

Sejak pukul 15.30 Wita, warga Samarinda dari berbagai kalangan sudah mulai memadati area pelataran. Ada yang datang berjalan kaki, tak sedikit pula yang menepi sejenak bersama sepeda motornya. Tujuannya satu: berburu paket berbuka puasa yang disiapkan oleh pemerintah provinsi.

Menariknya, pembagian takjil hari pertama ini jauh dari kesan semrawut. Penyelenggara menerapkan sistem kupon sehingga antrean mengular tetap terkendali.

Andi (27), salah seorang warga yang datang membonceng adiknya, mengaku salut dengan ketertiban acara tersebut.

“Bagus ini, jadi semua yang datang kebagian. Petugasnya bantu arahkan, jadi meski ramai tetap lancar. Semoga kegiatan seperti ini terus ada setiap tahun,” ungkapnya.

Lebih dari Sekadar Menu Berbuka

Antusiasme warga terbukti dari cepatnya kuota takjil ludes. Dari pantauan di lapangan, seribu lebih paket berbuka puasa sudah tandas dibagikan sebelum pukul 16.45 Wita—kurang dari satu jam sejak acara dimulai.

Bagi sebagian warga, pembagian takjil ini bukan cuma soal makanan gratis, melainkan penyambung napas ekonomi di tengah tuntutan kebutuhan bulan puasa. Rusda (40), seorang pedagang pakaian, tak menutupi rasa syukurnya saat menerima paket tersebut.

“Alhamdulillah membantu orang yang nggak punya. Sangat membantu, apalagi untuk warga yang kurang penghasilannya. Dari berbagi takjil hari ini semoga dimurahkan rejekinya,” tuturnya antusias.

Suasana sore itu terasa hangat. Jarak antara masyarakat dan pemerintah seolah luruh. Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) tak canggung membaur, menyapa warga, dan membagikan kotak-kotak makanan dibantu oleh para relawan.

Bagi Samsudin (55), warga asal Sungai Kunjang, interaksi langsung tanpa sekat birokrasi inilah yang menjadi poin mahalnya.

“Bukan soal makanannya saja, tapi perhatian pemerintah kepada warganya. Ini bisa dibilang bentuk pelayanan yang kami rasakan langsung,” ujarnya.

Rencananya, tradisi berbagi ini bukan sekadar euforia hari pertama puasa. Pemprov Kaltim menargetkan pembagian 1.000 hingga 1.050 paket takjil per hari ini akan terus bergulir memanjakan warga hingga 12 Maret 2026 mendatang. (ens)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.