SEPUTAR KALTIM
Kunjungan Turis Asing Naik Dua Lipat, Sektor Pariwisata Jadi Motor Baru Ekonomi Kaltim
Sektor pariwisata Kaltim mencatatkan pertumbuhan pesat dengan lonjakan kunjungan turis asing hingga 113 persen pada 2025. Pemprov Kaltim terbitkan Pergub Desa Wisata untuk dorong ekonomi berkelanjutan.
Sektor pariwisata perlahan mulai mengambil alih panggung sebagai motor penggerak ekonomi baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Sepanjang tahun 2025 lalu, Benua Etam mencatatkan rapor yang sangat positif dengan lonjakan drastis pada jumlah kunjungan wisatawan. Baik dari dalam maupun luar negeri.
Data statistik menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melonjak tajam hingga 113,26 persen dibandingkan tahun 2024, menembus angka 10.437 kunjungan. Pelancong dari negara tetangga di kawasan ASEAN, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura, menjadi penyumbang basis kunjungan terbesar.
Tren positif serupa juga terjadi pada pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) yang menyentuh 16,05 juta perjalanan, atau naik 22,62 persen. Dari pergerakan jutaan wisatawan lokal tersebut, Kota Samarinda sukses menjadi magnet utama dengan menyedot 4,23 juta perjalanan, disusul oleh Balikpapan dan Kutai Kartanegara.
Efek Domino ke Sektor Perhotelan
Derasnya arus kunjungan ini tak pelak membawa angin segar bagi lini bisnis akomodasi. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk hotel berbintang di wilayah Kaltim tercatat sempat meroket melampaui 50 persen pada April 2025 lalu.
“Kondisi ini mencerminkan permintaan akomodasi yang membaik seiring meningkatnya kunjungan wisatawan,” ungkap Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
Pemerintah provinsi menyadari bahwa momentum pertumbuhan ini harus diikat dengan payung hukum yang kuat. Guna mengunci pertumbuhan pariwisata agar menguntungkan masyarakat lokal, Pemprov Kaltim telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 35 Tahun 2025 tentang Desa Wisata.
Regulasi strategis ini sekaligus menopang Program Jaminan Sosial dan Pembangunan (Jospol) yang diusung oleh duet Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, Rudy menegaskan bahwa Pergub ini menjadi landasan pacu bagi pengembangan pariwisata yang terukur di level akar rumput.
“Pergub ini penting untuk memberikan arah, kriteria, dan standardisasi terhadap desa wisata agar tumbuh secara terencana, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa,” paparnya.
Dorong Ekonomi Hijau dan Biru
Daya tarik Kaltim tak hanya bertumpu pada pesona alam, tetapi juga kekayaan tradisi. Kesuksesan ajang East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 menjadi salah satu buktinya. Festival budaya ini berhasil mendatangkan delegasi lintas benua, mulai dari Korea Selatan, India, Rusia, hingga Polandia.
“Event bertaraf internasional ini memperkaya agenda pariwisata budaya serta mempromosikan seni dan tradisi lokal kepada wisatawan global,” tambah Rudy.
Ke depan, Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota terus mematangkan strategi transformasi ekonomi berbasis wilayah.
Fokus utamanya kini diarahkan pada pengembangan pariwisata bahari dan pesisir (ekonomi biru), serta eksplorasi ekowisata dan pelestarian budaya di daratan (ekonomi hijau) sebagai tulang punggung ekonomi Kaltim yang baru dan berkelanjutan. (ens)
-
POLITIK3 hari agoGerindra Minta Kader Siap Bertarung di Pilkada, Helmi Abdullah Fokus Perkuat Partai
-
NUSANTARA5 hari agoMAXi Tour Boemi Nusantara Kalimantan 2026, Yamaha Buktikan Ketangguhan Skutik Premium hingga Kampanyekan Pelestarian Orang Utan
-
NUSANTARA4 hari agoGEAR ULTIMA Tuntaskan Ekspedisi 2.740 Km di Sulawesi, Yamaha Buktikan Ketangguhan Skutik Hybrid 125 cc
-
SAMARINDA3 hari agoPerhiasan Majikan Senilai Rp300 Juta Raib, Pengasuh Anak Diamankan Polisi
-
POLITIK3 hari agoSoal Bursa Pilwali Samarinda, Andi Harun Dorong Munculnya Banyak Figur

