Connect with us

BALIKPAPAN

Samarinda dan Balikpapan Jadi Lokasi Utama PSEL, Solusi Sampah Jadi Energi di Kaltim

Published

on

Ilustrasi fasilitas waste-to-energy di Indonesia, yang menunjukkan bagaimana sampah rumah tangga dapat diubah menjadi listrik bersih melalui teknologi modern. (Gambar dihasilkan oleh Canva AI)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan Samarinda dan Balikpapan sebagai lokasi utama pembangunan PSEL dengan target pengolahan 600 ton sampah per hari untuk menghasilkan energi listrik berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong inovasi dalam pengelolaan sampah melalui program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Program ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Dua kota besar, yakni Samarinda dan Balikpapan, ditetapkan sebagai lokasi utama pembangunan fasilitas PSEL di Kalimantan Timur.

Infrastruktur Siap, Samarinda dan Balikpapan Jadi Prioritas

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur, H. Joko Istanto, menjelaskan bahwa penunjukan kedua wilayah tersebut didasarkan pada kesiapan infrastruktur serta besarnya potensi pasokan sampah yang tersedia.

“Kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik ini mencakup dua lokasi utama, yakni di kawasan Samarinda dan TPA Manggar Balikpapan,” ujarnya.

Untuk wilayah Samarinda, pengembangan PSEL akan mencakup kawasan Samarinda Raya, termasuk sejumlah kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sementara di Balikpapan, proyek ini akan terintegrasi dengan kawasan strategis nasional, yakni Ibu Kota Nusantara (IKN).

Target Olah 600 Ton Sampah per Hari, Dorong Energi Berkelanjutan

DLH Kalimantan Timur akan bertindak sebagai koordinator dalam pelaksanaan program ini. Pemerintah menargetkan masing-masing fasilitas PSEL mampu mengolah hingga 600 ton sampah per hari.

Dengan kapasitas tersebut, PSEL diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan energi di Kalimantan Timur. (am/lim)

Ikuti Berita lainnya di Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah Logo-Google-News-removebg-preview.png

Bagikan

POPULER

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hello. Add your message here.