KUKAR
Enam Perupa Tampilkan Karya dalam Pameran Seni Rupa Erau 2026


Pameran seni rupa menjadi salah satu kegiatan yang hadir dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kegiatan tersebut mempertemukan sejumlah pelaku seni lokal untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat sekaligus membuka ruang apresiasi terhadap perkembangan seni rupa daerah.
Perupa sekaligus Guru SMAN 1 Tenggarong, Julia Teja Ningsih, mengatakan pameran tersebut melibatkan sejumlah perupa dengan latar belakang dan karya yang beragam. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperlihatkan aktivitas seni rupa yang berkembang di Tenggarong.
Dalam pelaksanaan pameran, terdapat enam perupa yang menampilkan karya. Mereka terdiri dari sejumlah pelaku seni lokal, termasuk Julia, Nur Fajri, Daru Mahesi, Budi, anak Budi, serta Pak Cai.
“Kalau Perupa lukisan di Pameran ini ada Pak Daru, Bu Nur, Pak Budi beserta anaknya, Pak Cai, dan saya, berarti enam perupa,” kata Julia.
Menurut Julia, meskipun persiapan pameran dilakukan dalam waktu yang cukup singkat. Para perupa tetap membawa karya yang dinilai memungkinkan untuk dipajang di lokasi yang telah disediakan.
Karena layout belum sepenuhnya disiapkan sebelumnya, penataan karya kemudian dilakukan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Persiapannya yang jelas kami bawa karya yang bisa dipasang ya kita pasang. Ada yang ditaruh ya akhirnya di kursi,” ujarnya.
Meski demikian, Julia menilai keterbatasan teknis tersebut tidak mengurangi makna kegiatan. Menurutnya, hal terpenting adalah tersedianya kesempatan bagi para perupa untuk menunjukkan karya sekaligus berinteraksi dengan masyarakat.
Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan pameran tersebut memang menjadi ruang yang diberikan kepada komunitas budaya, kesenian dan kriya untuk memperkenalkan hasil karya mereka. Pelaksanaan yang bersamaan dengan Erau juga membuat kegiatan tersebut memiliki jangkauan masyarakat yang lebih luas.

“Dari event ini salah satu memang kemarin dari Pak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu memberikan ruang kepada teman-teman untuk bisa memamerkan ini dan kita men-support,” jelas Pujianto.
Ia menyebut pameran berlangsung sepanjang pelaksanaan Erau hingga Sabtu. Selain masyarakat umum, kegiatan tersebut juga diramaikan oleh pelajar dari jenjang SMP, SMA dan SMK di wilayah Tenggarong.
Pujianto berharap keberadaan pameran dapat menjadi awal bagi pengembangan kegiatan seni yang lebih berkelanjutan. Tidak hanya sebagai ruang menampilkan karya, tetapi juga sarana belajar bagi generasi muda dan masyarakat untuk memahami proses berkarya.
“Intinya Pameran ini juga sebagai wujud atensi Kita semua dalam dunia seni di Kukar,” pungkasnya. (rnd/Adv Diskominfo Kukar).

SEPUTAR KALTIM4 hari agoSeleksi Dirut MMP Kaltim Dipersoalkan, Batas Usia Maksimal Jadi Sorotan
SEPUTAR KALTIM4 hari agoAntrean BBM di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Masalah Ada di SPBU
PARIWARA4 hari agoBreak Time Bareng AEROX, Cara Yamaha Dekatkan AEROX ALPHA dengan Generasi Muda
KUKAR3 hari agoPemprov Kaltim Tegaskan Aset SMAN 10 Samarinda Tetap Bisa Digunakan untuk Belajar
KUKAR3 hari agoDistanak Kukar Kembangkan Sorgum dan Siapkan Demplot Jelai untuk Diversifikasi Pangan
KUKAR3 hari agoJangkauan Program Distanak Kukar Terkendala SDM dan Fiskal
EKONOMI DAN PARIWISATA4 hari agoHarga Sawit Kaltim Naik, TBS Umur 10–20 Tahun Tembus Rp3.604 per Kg
PARIWARA4 hari agoBAF Friends Festival di Yamaha Sentral Balikpapan, Ada Service dan Ganti Oli Gratis





