SAMARINDA
Asap Karhutla Mengganggu Samarinda, Ini Cara Membuat Rumah Lebih Aman untuk Keluarga

Saat udara di luar rumah dipenuhi asap atau partikel halus, menutup pintu dan jendela saja belum tentu cukup. Warga juga perlu memperhatikan ventilasi, aktivitas di dalam rumah, dan kondisi anggota keluarga yang lebih rentan terhadap gangguan pernapasan.
Isu ini menjadi perhatian di Samarinda selama periode karhutla pada Oktober 2026. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 15 Oktober melaporkan bahwa kualitas udara di kota ini dalam beberapa hari sebelumnya berpotensi berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu dan berbeda antarlokasi. Karena itu, informasi tersebut tidak bisa dijadikan gambaran kondisi udara Samarinda pada setiap jam atau hari.
Meski begitu, ada sejumlah langkah yang dapat dipersiapkan keluarga untuk mengurangi paparan asap ketika kualitas udara memburuk.
Mulai dari Pintu, Jendela, dan Udara di Dalam Rumah
Ketika asap berada di luar, tujuan utama adalah mengurangi jumlah udara tercemar yang masuk dan menjaga udara di dalam ruangan sebersih mungkin.
1. Tutup jendela ketika udara luar memburuk
Jika asap tercium kuat atau data kualitas udara menunjukkan kondisi tidak sehat, tutup jendela dan pintu yang menghadap langsung ke sumber asap. Namun, tetap perhatikan kebutuhan ventilasi dan suhu ruangan agar rumah tidak menjadi terlalu panas.
Buka kembali jendela ketika kualitas udara di luar membaik.
2. Gunakan ruangan yang paling mudah dijaga kebersihannya
Jika memungkinkan, pilih satu ruangan untuk tempat berkumpul keluarga selama periode asap. Usahakan ruangan tersebut memiliki celah masuk udara luar yang minim dan dapat dijaga tetap bersih.
Jangan merokok atau membakar sesuatu di dalam ruangan. Hindari pula penggunaan dupa, lilin, dan aktivitas memasak yang menghasilkan banyak asap tanpa ventilasi yang memadai.
3. Pertimbangkan penyaring udara jika tersedia
Pembersih udara dengan filter HEPA berukuran sesuai ruangan dapat membantu mengurangi partikel halus di dalam ruangan. Pilih perangkat berdasarkan ukuran ruangan dan petunjuk produsen.
Jika belum memilikinya, tidak perlu memaksakan pembelian di luar kemampuan. Langkah sederhana seperti mengurangi sumber asap di dalam rumah dan memantau kualitas udara tetap bermanfaat.
4. Bersihkan debu tanpa menerbangkannya kembali
Debu dan partikel dapat menempel pada permukaan. Bersihkan meja dan lantai menggunakan kain lembap atau metode yang tidak membuat debu kembali beterbangan.
Jika ada anggota keluarga yang sensitif terhadap asap, mintalah orang lain melakukan kegiatan bersih-bersih ketika memungkinkan.
Anak dan Lansia Perlu Mendapat Perhatian Lebih
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit jantung atau gangguan pernapasan dapat lebih rentan terhadap dampak polusi udara.
Ketika kualitas udara buruk, kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama olahraga yang membuat napas lebih cepat dan dalam. Jika anak bersekolah atau mengikuti kegiatan luar ruang, periksa pengumuman resmi dari sekolah dan pemerintah setempat.
Jika harus keluar, pertimbangkan menggunakan respirator yang pas di wajah, seperti N95 atau KN95 yang memenuhi standar dan digunakan dengan benar. Masker kain biasa tidak memberikan perlindungan setara terhadap partikel halus.
Masker juga bukan pengganti untuk mengurangi paparan. Jika kualitas udara sangat buruk, pilihan terbaik adalah membatasi waktu di luar ruangan jika memungkinkan.
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?
Paparan asap dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, batuk, atau memperburuk keluhan pernapasan yang sudah ada.
Jika keluhan muncul, pindah ke tempat dengan udara lebih bersih dan perhatikan perkembangannya. Hubungi tenaga kesehatan apabila gejala menetap atau memburuk.
Segera cari pertolongan darurat jika seseorang mengalami sesak napas berat, nyeri dada berat, kebingungan, atau bibir tampak kebiruan.
Jangan menunggu kondisi menjadi parah hanya karena mengira keluhan tersebut akan hilang sendiri setelah beristirahat.
Pantau Informasi Sebelum Beraktivitas
Warga Samarinda dapat memeriksa pembaruan kualitas udara melalui kanal resmi pemerintah dan instansi lingkungan hidup. Perhatikan pula prakiraan cuaca dan informasi kebakaran dari instansi berwenang.
Jangan menjadikan warna langit atau bau asap sebagai satu-satunya ukuran. Partikel halus tidak selalu terlihat jelas, sehingga informasi pemantauan tetap penting.
Kondisi udara yang membaik juga tidak berarti seluruh sumber asap sudah berhenti. Tetap waspada jika ada perubahan cuaca atau laporan kebakaran baru.
Menjaga rumah lebih aman bukan berarti harus mengubah seluruh rutinitas keluarga. Mulailah dari mengurangi sumber asap di dalam rumah, menyesuaikan kegiatan luar ruang, dan memastikan anggota keluarga mengetahui langkah yang perlu dilakukan ketika udara memburuk.
Dengan persiapan sederhana dan informasi yang tepat, keluarga dapat mengambil keputusan yang lebih baik untuk mengurangi paparan asap selama periode karhutla. (am)
Rujukan redaksi:
- Pemprov Kaltim, laporan kualitas udara dan dampak karhutla di Samarinda, 15 Oktober 2026.
- Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, informasi pemantauan kualitas udara.

GAYA HIDUP2 hari agoEkonomi Lagi Sulit? Ini 9 Cara Healing Murah Meriah Tanpa Bikin Dompet Menjerit
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKasus Ajudan Gubernur Kaltim Usai Demo, Bagaimana Perkembangan Terbarunya?
POLITIK2 hari agoWagub Seno Aji Minta Maaf ke Prabowo Usai Absen Rakornas, Pilih Tangani Karhutla Kaltim
POLITIK3 hari agoUsai Demo Besar di Samarinda, Ini Janji Rudy Mas’ud kepada Mahasiswa
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoAntrean BBM di Kaltim Belum Tuntas, Rudy Mas’ud Minta Pertamina Jaga Pasokan
GAYA HIDUP2 hari agoGaji Cepat Habis Padahal Baru Gajian? Ini 7 Kebiasaan yang Perlu Diubah
KUKAR2 hari agoKota Bangun Perkuat Potensi Pangan dan Perikanan, Produk Ikan Asin Kukar Disebut Tembus Ekspor
BALIKPAPAN2 hari agoPadel Makin Dilirik di Balikpapan, Berapa Biaya Main dan Bagaimana Cara Memulainya?






