KUKAR
Cuaca Tak Menentu, Distanak Kukar Soroti Pengelolaan Air pada Tanaman Cabai


Pengaturan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas tanaman cabai di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terutama ketika kondisi cuaca mengalami perubahan. Pasokan air yang berlebihan maupun terlalu sedikit sama-sama berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman dan berdampak terhadap hasil panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Mohammad Rifani, mengatakan petani perlu memahami kebutuhan air tanaman agar pengelolaannya sesuai dengan kondisi di lapangan, Spesifik di budidaya cabai, Ia menyebut budidaya itu membutuhkan keseimbangan, akibatnya pengairan tidak dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan keadaan tanaman.
“Kalau cabai ini, terlalu banyak air tidak bagus, tetapi kalau kekurangan air juga tidak bagus. Jadi, memang harus diperhatikan kondisi airnya supaya tanaman bisa tumbuh dengan baik,” ujar Rifani, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan, perubahan dari cuaca basah ke kering maupun sebaliknya menuntut petani menyesuaikan pengelolaan lahan. Kondisi tersebut perlu dicermati agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi tanpa mengabaikan keadaan tanah dan lingkungan tempat tanaman tumbuh.
Menurut Rifani, pengamatan terhadap kondisi tanaman menjadi langkah penting dalam menentukan tindakan budidaya. Petani perlu memeriksa perkembangan tanaman secara berkala untuk mengetahui apabila terdapat perubahan yang berpotensi menghambat pertumbuhan.
Selain pengaturan air, ancaman hama dan penyakit juga perlu mendapat perhatian. Gangguan tersebut perlu dikenali sejak awal agar petani dapat menentukan penanganan berdasarkan penyebab yang ditemukan, bukan hanya berdasarkan gejala yang terlihat.
“Kalau tanaman sudah mengalami gangguan, kita harus melihat dulu apa penyebabnya. Apakah karena kondisi air, hama, atau penyakit. Jadi, jangan langsung melakukan penanganan tanpa mengetahui persoalannya,” jelasnya.
Rifani menambahkan, setiap tanaman dapat menghadapi persoalan yang berbeda sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan. Pemeriksaan secara langsung diperlukan untuk memastikan tindakan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan tanaman.
“Tanaman itu harus terus dipantau. Kalau ada perubahan, kita harus segera melihat kondisinya, supaya persoalannya bisa diketahui lebih awal,” katanya.
Distanak Kukar menekankan pentingnya ketelitian petani dalam mengelola tanaman hortikultura di tengah perubahan cuaca. Perhatian terhadap kebutuhan air dan kesehatan tanaman menjadi bagian dari upaya menekan risiko gangguan produksi.
“Kita harus menyesuaikan dengan kondisi tanaman. Tidak bisa semua diperlakukan sama, karena kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lapangan bisa berbeda,” pungkas Rifani. (rk/Adv Diskominfo Kukar)

GAYA HIDUP2 hari agoEkonomi Lagi Sulit? Ini 9 Cara Healing Murah Meriah Tanpa Bikin Dompet Menjerit
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKasus Ajudan Gubernur Kaltim Usai Demo, Bagaimana Perkembangan Terbarunya?
POLITIK2 hari agoWagub Seno Aji Minta Maaf ke Prabowo Usai Absen Rakornas, Pilih Tangani Karhutla Kaltim
POLITIK3 hari agoUsai Demo Besar di Samarinda, Ini Janji Rudy Mas’ud kepada Mahasiswa
EKONOMI DAN PARIWISATA2 hari agoAntrean BBM di Kaltim Belum Tuntas, Rudy Mas’ud Minta Pertamina Jaga Pasokan
GAYA HIDUP2 hari agoGaji Cepat Habis Padahal Baru Gajian? Ini 7 Kebiasaan yang Perlu Diubah
KUKAR2 hari agoKota Bangun Perkuat Potensi Pangan dan Perikanan, Produk Ikan Asin Kukar Disebut Tembus Ekspor
BALIKPAPAN1 hari agoPadel Makin Dilirik di Balikpapan, Berapa Biaya Main dan Bagaimana Cara Memulainya?






