OLAHRAGA
Borneo FC Menang di Sleman, Apakah Pesut Etam Butuh Striker Lebih Tajam?
Borneo FC Samarinda memang pulang dari markas PSS Sleman dengan tiga poin, tetapi kemenangan 2-1 itu menyisakan pertanyaan soal ketajaman lini depan. Pesut Etam menciptakan sejumlah peluang, namun tidak semuanya berhasil dikonversi menjadi gol.
Masalah ini mendapat perhatian pelatih Mauro Jeronimo setelah pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Selasa (27/10/2026). Evaluasi tersebut memunculkan satu pertanyaan menarik menjelang laga berikutnya: apakah Borneo FC cukup membenahi penyelesaian akhir, atau perlu mempertimbangkan tambahan daya gedor di lini depan?
Banyak Peluang, Gol Belum Sebanding
Dalam laporan resmi pertandingan, Mauro mengakui Borneo FC seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Ia menilai timnya tampil baik pada babak pertama, tetapi sejumlah kesempatan terbuang.
“Saya tidak ingat persis angkanya, tetapi seharusnya kami bisa unggul setidaknya 3-0 sebelum jeda babak pertama, kami menyia-nyiakan banyak peluang,” ujar Mauro, dikutip dari I.League.
Borneo FC akhirnya mengamankan kemenangan lewat gol Rahmad Dandy Sonriza dan Hugo Samir. Namun, PSS tetap mampu memberikan tekanan dan memperkecil ketertinggalan meski bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-43.
Situasi itu menjadi pengingat bahwa keunggulan jumlah pemain tidak otomatis membuat pertandingan lebih mudah. Tim yang gagal memaksimalkan peluang justru memberi lawan kesempatan untuk kembali ke permainan.
Mauro juga menekankan bahwa timnya harus lebih efektif dalam menyelesaikan serangan.
“Dalam sepak bola, kita harus mencetak lebih banyak gol, apalagi Sleman adalah tim yang bagus dan bermain di kandang dengan dukungan suporternya,” imbuhnya.
Perlukah Borneo FC Mencari Striker Baru?
Performa lini depan kini menjadi isu yang menarik untuk diperhatikan. Sejumlah evaluasi setelah pertandingan menyoroti kebutuhan Borneo FC terhadap pemain yang lebih klinis di depan gawang.
Namun, belum ada konfirmasi resmi yang dapat dijadikan dasar untuk menyebut Borneo FC sedang memburu striker baru. Karena itu, persoalannya untuk saat ini lebih tepat dibaca sebagai evaluasi ketajaman tim, bukan kabar transfer.
Borneo FC masih memiliki opsi pemain untuk mengisi lini serang. Tantangannya adalah bagaimana Mauro meramu komposisi pemain dan meningkatkan penyelesaian akhir agar peluang yang tercipta berbuah gol.
Pesut Etam dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada Minggu (1/11/2026). Pertandingan itu akan menjadi kesempatan berikutnya bagi lini depan Borneo FC untuk membuktikan bahwa evaluasi setelah laga melawan PSS benar-benar membawa perubahan.
Bagi pendukung Pesut Etam, pertanyaan yang menarik bukan sekadar apakah klub akan mendatangkan striker baru, melainkan apakah para pemain yang ada mampu tampil lebih tajam ketika kesempatan datang. (ar)
-
GAYA HIDUP5 hari agoEkonomi Lagi Sulit? Ini 9 Cara Healing Murah Meriah Tanpa Bikin Dompet Menjerit
-
SAMARINDA3 hari agoPolresta Samarinda Amankan 37 Orang Dugaan Pencurian Kabel Bermodus Penggalian Jalan
-
SEPUTAR KALTIM3 hari agoKarhutla Kaltim Mulai Menurun, Apakah Ancaman Asap dan Kekeringan Sudah Berakhir?
-
SAMARINDA4 hari agoLebih dari 60 Titik Galian Ditemukan di Samarinda, Dugaan Pencurian Kabel Bikin Wali Kota Turun Tangan
-
BALIKPAPAN5 hari agoPadel Makin Dilirik di Balikpapan, Berapa Biaya Main dan Bagaimana Cara Memulainya?
-
BALIKPAPAN4 hari agoPasokan Air Bersih Balikpapan Terbatas, Ini Cara Mengatur Kebutuhan Air di Rumah
-
PARIWARA1 hari agoWarga Samarinda Beli Yamaha NMAX, Malah Bawa Pulang Fazzio Gratis
-
SEPUTAR KALTIM1 jam agoAduan Upah Karyawan PT Ekaliya Purnamasari, Seno Aji Minta Disnakertrans Turun Tangan

